Bloomberg, Microsoft Corp. menjanjikan kucuran dana US$5,5 miliar (setara Rp93,48 triliun) di Singapura hingga tahun 2029 dalam rangka investasi pada industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sebuah langkah yang sekaligus mempercepat ekspansi Microsoft di pusat pengembangan AI Asia tersebut
Raksasa teknologi AS tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu waktu setempat bahwa mereka akan menggunakan dana tersebut untuk membangun infrastruktur cloud dan AI serta mendukung operasi yang sedang berjalan di negara kota tersebut. Mereka juga berencana menawarkan tool AI gratis kepada para pelajar.
“Kami berfokus pada membantu orang dan lembaga atau perusahaan menggunakan AI dengan memperkuat keterampilan, meningkatkan keamanan siber dan ketahanan, serta memajukan tata kelola yang tepercaya sehingga teknologi memberikan manfaat nyata bagi warga Singapura,” kata Presiden Microsoft Brad Smith dalam pernyataan tersebut.
Perusahaan teknologi global menggunakan Singapura sebagai pusat regional untuk menargetkan Asia Tenggara, sebuah kawasan dengan populasi sekitar 700 juta orang yang generasi mudanya beralih ke dunia online dengan sangat cepat.
Januari lalu, produsen chip memori AS, Micron Technology Inc., mengatakan akan menginvestasikan tambahan US$24 miliar untuk memperluas kapasitas manufakturnya di negara pulau tersebut.
Singapura telah menjadikan pengembangan AI sebagai prioritas nasional, dengan berinvestasi di berbagai bidang seperti penelitian, tata kelola, dan pendidikan guna membantu warganya mengadopsi teknologi tersebut. Negara ini akan mempermudah para talenta AI asing terkemuka untuk pindah ke Singapura, dengan menawarkan jalur perekrutan khusus dan visa kerja berdurasi lima tahun bagi para ahli tersebut.