Kepala Disbudpar Kota Pekanbaru, Akmal Khairi (foto/int)

Pariwisata Menggeliat, Disbudpar Siapkan Event Nasional hingga Internasional di 2026

Pariwisata Hits: 93
Sumber Berita: https://halloriau.com
pentor: Penulis: Tata Editor: Riki

Jumlah wisatawan yang datang ke Pekanbaru sepanjang 2025 ternyata melonjak cukup tinggi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru mencatat ada tambahan lebih dari 47 ribu kunjungan dibanding tahun sebelumnya. Kabar baik ini dinilai makin menggerakkan roda ekonomi masyarakat, terutama di sekitar destinasi wisata.

Kepala Disbudpar Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, mengatakan kalau di tahun 2024 jumlah wisatawan yang datang mencapai 2.342.848 orang, dengan 520 wisatawan mancanegara di dalamnya.

"Masuk ke 2025, angkanya naik jadi 2.390.361 kunjungan, dan wisatawan mancanegara ikut bertambah jadi 734 orang," ungkapnya, Selasa (6/1/2026).

Kenaikan ini bukan cuma angka di laporan, tapi benar-benar terasa dampaknya. Akmal menyebut geliat ekonomi masyarakat makin kelihatan, apalagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang berjualan di area wisata.

Kuliner khas Pekanbaru, makanan berhidang, sampai stan-stan kriya dan produk kreatif ikut kecipratan rezeki dari ramainya wisatawan.

Memasuki 2026, Disbudpar sudah menyiapkan target lebih besar. Mereka mau ngedorong Pekanbaru biar makin dikenal lewat berbagai event budaya dan pariwisata, dari level nasional sampai internasional.
Beberapa agenda yang disiapkan, yaitu Festival Budaya Melayu Dunia.

Kemudian menjadikan Pekanbaru sebagai Kota Gastronomi. Serta mengembangkan Pekanbaru sebagai Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Selain ramein event, penguatan sektor destinasi wisata dan ekonomi kreatif juga jadi fokus. Termasuk pengelolaan Danau Bandar Khayangan, peningkatan kunjungan wisatawan dalam/luar negeri, dan memperluas peran komunitas ekonomi kreatif.

Agar target-target tadi bisa jalan, Disbudpar akan memperkuat sistem kerja mereka. Salah satunya pemanfaatan SIPAMAN Smart Tourism, sistem informasi yang dipakai buat mengelola destinasi wisata dan ekraf secara lebih modern dan rapi.

"Kami juga sedang merancang sistem pelaporan usaha pariwisata supaya lebih transparan dan profesional," tutup Akmal.

Print