Menjelang penutupan 2025, pemerintah menilai ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid di tengah tekanan global yang masih berlanjut. Perlambatan ekonomi dunia, ketidakpastian geopolitik, hingga fluktuasi harga komoditas tidak menggoyahkan stabilitas fundamental nasional secara signifikan.
Ketahanan ini menjadi sinyal penting bahwa Indonesia memasuki 2026 dengan fondasi ekonomi yang relatif kuat, sekaligus memberikan ruang bagi akselerasi pertumbuhan di tahun mendatang.
Konsumsi Domestik Jadi Penopang Utama
Salah satu kunci utama ketahanan ekonomi Indonesia adalah kuatnya konsumsi domestik. Aktivitas belanja rumah tangga, mobilitas masyarakat, serta sektor jasa dan perdagangan tetap bergerak aktif hingga akhir tahun.
Berbeda dengan banyak negara yang konsumennya tertekan inflasi dan suku bunga tinggi, daya beli masyarakat Indonesia relatif terjaga. Hal ini membuat pertumbuhan ekonomi tidak sepenuhnya bergantung pada ekspor, sehingga lebih tahan terhadap guncangan eksternal.
Manufaktur dan Investasi Tetap Bergerak
Sektor manufaktur juga berperan besar menjaga momentum ekonomi. Aktivitas industri pengolahan tetap ekspansif, didukung oleh permintaan domestik dan program hilirisasi yang terus berjalan.
Di sisi lain, investasi—baik dari dalam maupun luar negeri—masih mengalir ke sektor-sektor strategis seperti industri pengolahan, energi, dan infrastruktur. Ini menegaskan bahwa kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek jangka menengah ekonomi Indonesia masih cukup kuat.
Peran Kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia
Ketahanan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Pemerintah menjaga belanja tetap produktif dan adaptif, sementara Bank Indonesia memastikan stabilitas inflasi dan nilai tukar tetap terkelola.
Kombinasi kebijakan ini membantu meredam dampak tekanan global, sekaligus menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Stabilitas makro yang terjaga menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan pasar dan investor.
Tantangan Masih Ada, Optimisme Tetap Terjaga
Meski relatif tahan banting, tantangan ke depan tetap membayangi. Ketidakpastian ekonomi global, potensi proteksionisme perdagangan, dan dinamika harga komoditas masih perlu diantisipasi.
Namun, dengan struktur ekonomi yang semakin seimbang, pasar domestik yang besar, serta kebijakan yang responsif, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh lebih kuat pada 2026. Fokus pada peningkatan produktivitas, investasi berkualitas, dan penguatan sektor riil menjadi agenda utama ke depan.
Gambaran Besar: Modal Kuat Menuju 2026
Ketahanan ekonomi Indonesia di akhir 2025 bukan sekadar bertahan, tetapi menunjukkan kemampuan beradaptasi. Stabilitas ini menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tahun mendatang.
Dengan fondasi yang sudah terbentuk, 2026 diproyeksikan menjadi fase konsolidasi menuju pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
(berbagaisumber/ai/hm27)