

Profil Kepala Daerah
Ricky Jauwerissa dilahirkan di Kota Ambon pada tanggal 12 November 1984. Pendidikan dasarnya diperoleh dari SD Kristen Kalam Kudus di Ambon (1990-1996); SMP Kristen di Ambon (1996-1999) dan terakhir di SMA N.Hendrikus di Surabaya (1999-2003). Riwayat Organisasi: • Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Tanimbar 2023-2025 • Ketua Dewan Pimpinan Anti Narkoba Kabupaten Kepulauan Tanimbar 2022-2024 • Pembina pada Dewan Pembina Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku Cabang EBENAHEZER 2022-2024. Ricky Jauwerissa, Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) masa jabatan 2025–2030, adalah sosok muda yang memiliki segudang kemampuan maju dalam perhelatan Pilkada KKT, berpasangan dengan dr. Juliana Ch. Ratuanak. Pria berusia 40 tahun ini, pada tahun 2019 terpilih sebagai anggota DPRD Tanimbar dari Dapil 1, Kecamatan Tanimbar Selatan dan Wertamrian yang diusung oleh Partai Berkarya dan perolehan suara terbanyak mendorongnya menjadi Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar Periode 2019-2023. Tahun 2024, Jauwerissa dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari Dapil 1 pula, mengumpulkan suara sah. Berbeda dengan calon-calon sebelumnya, Jauwerissa adalah satu-satunya kandidat yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha sukses. Ia bukanlah wajah baru dalam dunia pemerintahan daerah, karena sebelumnya menjadi anggota DPRD KKT. Keputusan Jauwerissa untuk mengundurkan diri dari posisi strategis tersebut demi mencalonkan diri sebagai Bupati mencerminkan keseriusannya dalam upaya membangun Kepulauan Tanimbar. Sebagai seorang pengusaha yang memahami seluk-beluk dunia bisnis, Jauwerissa memiliki visi yang jelas untuk membawa perubahan signifikan dalam pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

SAMBUTAN KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP)
KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBAR
Assalamu’alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh,
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan Karunia-Nya sehingga Buku Profil Investasi Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2026 dapat terbit dengan baik.
Kabupaten Kepulauan Tanimbar adalah salah satu dari 11 (sebelas) kabupaten Kota di Provinsi Maluku, Indonesia. Kabupaten ini merupakan kabupaten yang terdiri dari gugus pulau Tanimbar dan berbatasan laut dengan Negara Australia. Sebagai Kabupaten Kelautan tentunya memiliki sumber daya alam yang melimpah namun belum di manfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati Kepulauan Tanimbar yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyiapkan data dan informasi dan membentuk artikel tentang wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Semuanya kami publikasikan dan distribusikan dalam buku “Profil Investasi Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2026”.
Buku ini menguraikan sekilas tentang kondisi eksisting Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang mencakup sarana dan prasarana serta potensi sumber daya alam dan peluang invetsasi yang ada di wilayah Kepulauan Tanimbar. Kesemuanya itu merupakan upaya kami untuk memberikan gambaran yang seluas-luasnya kepada semua pihak teristimewa para penanam modal berkenaan dapat bergerak bersama-sama untuk membangun daerah yang kami cintai ini. Investasi masih sangat kami perlukan untuk memajukan daerah kami agar dapat maju dan sejajar dengan daerah-daerah lain di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Akhirnya, dari Bumi Duan Lolat (Tanimbar) kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi besar dalam penyusunan buku ini. Kami sangat berkeyakinan bahwa melalui buku ini akan memberikan informasi dalam meningkatkan daya tarik bagi penanam modal untuk berinvetasi di Tanimbar sehingga Tanimbar akan maju, berkembang dan masyarakatnya sejahtera.
Terima kasih, semoga bermanfaat !!
GAMBARAN UMUM DAERAH
Topografi, Iklim dan Kesesuaian Lahan
Topografi
Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki tingkat ketinggian wilayah yang berkisar antara 2-300 m di atas permukaan laut (m dpl). Kecamatan Nirunmas merupakan kecamatan dengan posisi wilayah tertinggi yang mencapai 300 m dpl diikuti oleh Kecamatan Kormomolin dengan ketinggian 200 m dpl.
Kecamatan Tanimbar Selatan (0 km) berkedudukan di kota Saumlaki, dan menjadi pusat pemerintahan dengan ketinggian 100 m dpl. Kecamatan terjauh adalah Molu Maru (144 km) dan Fordata (120 km), keduanya berada di wilayah pesisir dengan ketinggian sangat rendah (2–4 m dpl). Kecamatan dengan ketinggian tertinggi adalah Nirunmas (300 m dpl), diikuti Kormomolin (200 m dpl), menunjukkan adanya daerah perbukitan.
Kemiringan Lereng
Kabupaten Kepulauan Tanimbar didominasi oleh wilayah dengan kemiringan lereng rendah, yaitu 0–8%, yang mencakup luas 3.285,51 km² atau sebagian besar dari total luas wilayah. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar daerah memiliki karakteristik topografi yang relatif datar hingga landai, yang umumnya lebih sesuai untuk pengembangan permukiman, pertanian, dan infrastruktur.
Kemiringan lereng 8–15% menempati posisi kedua dengan luas 700,06 km², diikuti oleh lereng dengan kemiringan 15–25% yang mencapai 422,12 km². Sementara itu, wilayah dengan kemiringan lereng curam, yaitu 25–45%, memiliki luas yang jauh lebih kecil, hanya 24,64 km². Kemiringan ekstrem dengan lereng lebih dari 45% merupakan kategori yang paling minor, dengan luas hanya 2 km².
Dengan kondisi ini, topografi Kabupaten Kepulauan Tanimbar secara umum cenderung datar hingga berombak. Artinya, secara eksisting topografi Kabupaten Kepulauan Tanimbar mendukung untuk aktivitas pembangunan, meskipun tetap perlu memperhatikan aspek konservasi di wilayah dengan kemiringan yang lebih tinggi.
Geologi
Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki tujuh jenis formasi batuan utama yang tersebar di sepuluh kecamatan. Formasi Bati Lemburi merupakan jenis batuan yang memiliki sebaran terluas mencapai 1.107,12 km² dengan konsentrasi terbesar terdapat di Kecamatan Wermaktian seluas 417,30 km².
Anggota Napal dari Formasi Batimafudi menjadi formasi batuan terluas kedua dengan total area 1.003,26 km² yang dominan di Kecamatan Wuarlabobar seluas 396,38 km². Formasi Saumlaki tersebar seluas 998,73 km² dengan sebaran tertinggi di Kecamatan Selaru mencapai 272,28 km².
Formasi Batimafudi menutupi area seluas 690,07 km² yang terutama terdapat di Kecamatan Nirunmas seluas 235,83 km². Endapan Aluvium memiliki luas 242,11 km² dengan konsentrasi terbesar di Kecamatan Tanimbar Selatan seluas 225,04 km². Komplek Molu tersebar di empat kecamatan dengan total luas 231,14 km², sedangkan Formasi Tangustabun memiliki luas 135,1 km² yang tersebar di tujuh kecamatan. Batugamping Koral merupakan formasi batuan dengan sebaran paling terbatas yaitu hanya seluas 0,52 km² dan hanya ditemukan di Kecamatan Wuarlabobar.
Hidrologi
Daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar terdiri dari 753 aliran sungai yang tersebar di berbagai wilayah. Sungai-sungai ini berperan penting dalam mengalirkan air dari daerah hulu yang umumnya berada di kawasan perbukitan atau dataran tinggi, menuju daerah hilir yang mencakup kawasan pesisir dan wilayah pemukiman.
Keberadaan DAS di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tidak hanya berfungsi sebagai sistem hidrologi alami, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menyediakan sumber air bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Sungai-sungai ini menjadi sumber utama pasokan air bagi berbagai kebutuhan, termasuk keperluan domestik, pertanian, dan ekosistem alami, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap air tanah produktif.
Wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga memiliki sejumlah mata air yang menyuplai kebutuhan air bersih bagi masyarakat di sepanjang garis pantai. Namun, tantangan utama yang dihadapi terkait hidrologi adalah pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, mengingat perubahan iklim yang mempengaruhi curah hujan dan volume aliran sungai yang tidak menentu. Selain itu, penurunan kualitas air akibat sedimentasi dan polusi juga menjadi perhatian dalam menjaga kualitas sumber daya air di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Kabupaten ini juga kaya akan danau-danau yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber air bersih dan objek wisata alam. Danau-danau ini memiliki ekosistem yang mendukung keberagaman hayati dan menjadi salah satu daya tarik wisata utama bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam Kepulauan Tanimbar.
Iklim
Stasiun Mathilda Batlayeri Saumlaki tahun 2025 menunjukkan bahwa suhu udara relatif stabil sepanjang tahun dengan kisaran rata-rata antara 26,4–28,4°C. Suhu maksimum tertinggi tercatat pada bulan Maret sebesar 35,2°C, sedangkan terendah pada bulan Juli sebesar 30,6°C.
Dari sisi kelembaban, rata-rata bulanan berada di kisaran 79–88%, dengan kelembaban maksimum hampir selalu mendekati 98–100%, menandakan kondisi udara yang sangat lembap. Pola iklim ini memperlihatkan adanya periode lebih panas pada awal tahun dan kelembaban yang menurun di pertengahan tahun, khususnya Agustus.
Curah hujan, hari hujan, dan penyinaran matahari tahun 2025 di Saumlaki menunjukkan pola iklim yang cukup kontras sepanjang tahun. Curah hujan tertinggi terjadi pada Februari (574 mm) dan Mei (512 mm), dengan jumlah hari hujan mencapai 28 hari pada Mei, menandakan periode basah yang intens.
Sebaliknya, musim kering terlihat jelas pada Juli hingga Oktober, dengan curah hujan sangat rendah (28 mm di Juli dan hanya 15 mm di Agustus), serta jumlah hari hujan minim (5–8 hari). Pada periode kering ini, penyinaran matahari meningkat tajam, mencapai puncaknya di Oktober dengan rata-rata 8,7 jam per hari. Kecepatan angin rata-rata antara 3 dan 12 knot; dengan rata-rata tekanan udara antara 1005,6 dan 1010,8 mbar.
Kesesuaian Lahan
Penggunaan lahan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dapat dikategorikan ke dalam kawasan hutan, pertanian, permukiman, dan lahan untuk infrastruktur serta aktivitas lainnya. Kawasan hutan mendominasi sebagian besar wilayah, yang mencakup hutan primer maupun sekunder dengan berbagai tipe ekosistem, seperti hutan lahan kering, hutan rawa, dan hutan mangrove.
Terdapat area pertanian yang mencakup pertanian lahan kering dan sawah yang mendukung mata pencaharian masyarakat setempat. Kawasan permukiman serta infrastruktur, seperti bandara dan pelabuhan, juga tersebar di beberapa titik strategis guna mendukung mobilitas dan perkembangan ekonomi. Berikut adalah rincian jenis penggunaan lahan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Luas dan Persentase Penggunaan Lahan Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Komposisi penggunaan lahan berdasarkan kondisi penutupan lahan.
| Penggunaan Lahan | Luas (km²) | Persentase |
|---|---|---|
| Hutan Lahan Kering Sekunder | 2.024,9 |
45,663%
|
| Semak Belukar | 956,1 |
21,561%
|
| Pertanian Lahan Kering Campur | 776,8 |
17,518%
|
| Hutan Mangrove Sekunder | 313,1 |
7,061%
|
| Hutan Lahan Kering Primer | 190,5 |
4,296%
|
| Pertanian Lahan Kering | 63,2 |
1,425%
|
| Savana / Padang Rumput | 37,6 |
0,848%
|
| Permukiman | 19,4 |
0,437%
|
| Hutan Mangrove Primer | 17,7 |
0,399%
|
| Semak Belukar Rawa | 17,5 |
0,395%
|
| Tanah Terbuka | 14,8 |
0,334%
|
| Bandara / Pelabuhan | 1,0 |
0,023%
|
| Hutan Rawa Sekunder | 1,0 |
0,023%
|
| Sawah | 0,5 |
0,011%
|
| Transmigrasi | 0,2 |
0,005%
|
| Hutan Tanaman | 0,1 |
0,002%
|
| Total Penggunaan Lahan | 4.434,4 | 100% |
Demografi, Ketenagakerjaan dan Geo-Strategis
Demografi
Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025 menunjukkan total penduduk sebanyak 134.293 jiwa dengan laju pertumbuhan rata rata 1,48% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah laki-laki (67.314 orang) sedikit lebih banyak dibanding perempuan (66.979 orang), dengan rasio 101. Kepadatan mencapai 13 orang/km2.
Ketenagakerjaan
Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025 menunjukkan total penduduk usia kerja sebanyak 97.966 jiwa, dengan mayoritas termasuk dalam Angkatan Kerja (61.891 orang). Dari jumlah tersebut, 59.286 orang bekerja, sementara 2.605 orang tercatat sebagai pengangguran terbuka.
Di luar angkatan kerja, terdapat 36.075 orang yang terdiri dari 8.808 orang yang masih bersekolah, 15.500 orang mengurus rumah tangga (didominasi perempuan), serta 11.767 orang melakukan kegiatan lain.
Status Pekerjaan Utama
Ketenagakerjaan menurut status pekerjaan utama di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025 menunjukkan bahwa dari total 59.286 orang yang bekerja, mayoritas merupakan pekerja berusaha sendiri (20.793 orang) dan pekerja keluarga/tidak dibayar (13.339 orang).
Selain itu, terdapat 12.901 orang yang bekerja sebagai buruh/karyawan/ pegawai, sementara jumlah pengusaha dengan buruh tetap relatif kecil (722 orang). Data juga memperlihatkan perbedaan peran gender, yaitu bahwa laki-laki lebih dominan sebagai pekerja mandiri dan buruh, sedangkan perempuan lebih banyak tercatat sebagai pekerja keluarga/tidak dibayar.
Geo-Strategis dan Geo-Politik
Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki posisi Geo Strategis yang sangat penting karena terletak di perbatasan Indonesia dengan Australia dan Timor Leste. Lokasi ini membuat Tanimbar menjadi titik strategis untuk perdagangan dan komunikasi internasional. Jarak Saumlaki dengan Darwin, konon lebih dekat daripada Saumlaki ke Ambon. Jalur ALKI III (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang banyak dilalui kapal dagang dan kapal perang asing. Salah satu LNG terbesar di dunia ada di Blok Masela di Kepulauan Tanimbar.
Dalam hal Geo Politik, Tanimbar memiliki potensi besar untuk menjadi pusat administrasi dan ekonomi di kawasan timur Indonesia, terutama dengan adanya Blok Masela yang kaya akan sumber daya migas. Pemerintah daerah telah mengidentifikasi potensi ini dan berencana untuk mengembangkan infrastruktur, seperti pelabuhan dan bandara internasional, untuk meningkatkan konektivitas dan menarik investasi.
Strategi Tanimbar 5 Tahun ke Depan
Perekonomian Daerah
Distribusi persentase Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025 menunjukkan bahwa Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tetap menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB, yaitu 31,07% pada 2025. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami peningkatan kontribusi menjadi 20,05%, menandakan peran yang semakin penting dalam struktur ekonomi daerah. Sektor Konstruksi juga menunjukkan tren naik menjadi 16,09%, sementara Sektor Perdagangan, Jasa Kesehatan, dan Transportasi mencatat pertumbuhan stabil. Sebaliknya, Sektor Jasa Keuangan dan Pendidikan mengalami penurunan persentase kontribusi. Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2021–2025 menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 4–6% per tahun. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami lonjakan signifikan pada 2025 (6,19%), menandakan peran penting Sektor Primer. Industri Pengolahan juga tumbuh pesat (8,08%), mencerminkan peningkatan kapasitas produksi. Sektor Perdagangan, Transportasi, dan Informasi-Komunikasi konsisten mencatat pertumbuhan di atas 5%, sementara Sektor Jasa Kesehatan menunjukkan pertumbuhan tertinggi pada 2023 (8,94%). Sebaliknya, Sektor Keuangan dan Pendidikan mengalami fluktuasi dengan pertumbuhan yang lebih rendah, bahkan sempat negatif pada 2024 untuk jasa keuangan.
Struktur Perekonomian Tahun 2025
Tiga sektor utama menjadi penopang terbesar Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Pertumbuhan Sektor Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi daerah berada pada kisaran rata-rata 4–6% per tahun dengan beberapa sektor tumbuh lebih tinggi.
Perubahan Struktur Ekonomi
Struktur perekonomian Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih ditopang oleh administrasi pemerintahan. Namun, meningkatnya kontribusi pertanian, kehutanan, perikanan, konstruksi, dan industri pengolahan menunjukkan berkembangnya aktivitas ekonomi produktif dan kapasitas produksi daerah.
Arah Pertumbuhan
SARANA DAN PRASARANA
Transportasi dan Infrastruktur Pendukung
Transportasi Darat
Panjang jalan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025 sekitar 608,77 km. Berdasarkan kewenangan, jalan negara sepanjang 225,83 km, jalan provinsi sekitar 39,40 km, dan jalan kabupaten/kota sepanjang 343,54 km pada tahun 2025.
Dari sisi jenis permukaan, jalan Kabupaten/Kota yang beraspal sepanjang 239,01 km pada 2025, jalan kerikil (50,8 km) dan tanah (51,36 km), sementara kategori “lainnya” hanya tersisa 3 km saja. Dari seluruh Panjang jalan Kabupaten tersebut, 121,13 km berada dalam kondisi baik, 55,46 km dalam kondisi sedang, 44,54 km mengalami kerusakan ringan dan 122,42 km dalam kondisi rusak berat.
Kondisi Jalan Kabupaten
Mobilitas Darat Masyarakat
Di pulau-pulau besar seperti Yamdena, mobil sewa menjadi pilihan utama bagi wisatawan dan penduduk lokal. Dengan jalanan yang relatif baik, mobil memberikan kenyamanan dan privasi. Mobil sewa juga menawarkan fleksibilitas dan aksesibilitas tinggi ke berbagai destinasi, mulai dari pantai hingga desa-desa terpencil.
Ojek motor menjadi pilihan transportasi alternatif yang cepat dan efisien bagi penduduk lokal. Selain itu, angkutan umum seperti mikrolet menawarkan layanan berbasis rute dengan biaya rendah, membuatnya menjadi alternatif bagi warga yang ingin bepergian dengan biaya rendah.
Transportasi Laut
Kapal feri adalah moda transportasi utama yang menghubungkan berbagai pulau di Kepulauan Tanimbar. Dengan jaringan rute yang luas, mereka melayani perjalanan antar pulau yang penting untuk perekonomian lokal. Kapal feri mampu menampung penumpang serta kendaraan, mempercepat mobilitas barang dan orang. Waktu tempuh feri bervariasi tergantung jarak antar pulau, namun umumnya berkisar antara 1 hingga 3 jam.
Perahu pompong, juga merupakan moda angkutan laut (rakyat) yang merupakan kapal kayu tradisional, mendominasi aktivitas perikanan dan transportasi. Kapal ini lebih kecil dibandingkan kapal feri dan sering digunakan untuk perjalanan singkat dalam pulau-pulau kecil. Meskipun kapabilitas angkutnya terbatas, kecepatan dan fleksibilitas menjadi keunggulannya, sehingga ideal untuk mengakses lokasi yang sulit dijangkau oleh feri besar.
Pelabuhan yang berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yaitu Pelabuhan Saumlaki yang berada di Kecamatan Tanimbar Selatan dengan skala pelayanan yaitu sebagai pelabuhan pengumpul dan terdapat 11 pelabuhan pengumpan lokal yang tersebar di beberapa kecamatan. Sedangkan untuk konektivitas antar pulau terdapat 6 pelabuhan penyeberangan.
Transportasi Udara
Saat ini terdapat 3 bandara di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yaitu Bandara Utama Mathilda Batlayeri yang berada di Lorulung kecamatan Wer Tamrian, bandara Pengumpan (Bandara Liwur Bunga di Watidal Kecamatan Tanimbar Utara), dan Bandara Khusus (Bandara Olilit di Kecamatan Tanimbar Selatan).
Bandara Mathilda Batlayeri adalah pintu gerbang utama yang menghubungkan Kepulauan Tanimbar dengan wilayah lain di Indonesia. Dengan jadwal penerbangan yang teratur, begitu penting bagi para pelancong bisnis dan wisatawan. Penerbangan domestik menuju Jakarta dan Ambon menyediakan koneksi esensial, namun biaya tiket relatif tinggi, berkisar antara IDR 1.200.000 hingga IDR 3.500.000 per perjalanan, tergantung musim dan ketersediaan.
Telekomunikasi dan Kantor Pos
KANTOR POS
Jumlah Kantor Pos Pembantu ada 2 unit, yaitu di Saumlaki
Kecamatan Tanimbar Selatan dan di Larat Kecamatan Tanimbar
Utara.
TELEKOMUNIKASI
Penerimaan sinyal internet seluler di Kabupaten Kepulauan
Tanimbar tahun 2024–2025 menunjukkan bahwa mayoritas
desa/kelurahan telah terjangkau jaringan 4G/LTE, dengan
total 80 desa pada 2025. Hanya sedikit wilayah yang masih
menerima sinyal 3G, yaitu satu desa di Tanimbar Selatan dan
satu desa di Kormomolin pada 2025.
Koperasi dan Perbankan
Dukungan kelembagaan ekonomi dan layanan perbankan bagi masyarakat serta pelaku usaha Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Jumlah koperasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025 menunjukkan total 304 unit, dengan mayoritas berupa koperasi kategori “lainnya” (291 unit). Kecamatan Tanimbar Selatan mendominasi dengan 123 koperasi, hampir seluruhnya masuk kategori “lainnya,” sementara kecamatan lain seperti Wermaktian dan Tanimbar Utara masing-masing memiliki 32 koperasi dengan variasi jenis, termasuk KUD dan KOPKAR. Molu Maru mencatat jumlah KUD terbanyak (3 unit), sedangkan beberapa kecamatan seperti Wuarlabobar, Nirunmas, dan Kormomolin hanya memiliki koperasi kategori “lainnya”.
Ada 5 Bank yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Bank Pemerintah sebanyak 3 unit yaitu BNI, BRI dan Mandiri, sementara Bank Swasta sebanyak 2 unit, yaitu Bank Maluku – Maluku Utara dan Bank Modern Express.
Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Lainnya
Pendidikan
Pendidikan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar menunjukkan total 275 sekolah dengan distribusi guru dan murid yang cukup beragam.
Jumlah Sekolah Menurut Status Pengelolaan
Data sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
| No. | Jenis Sekolah | Negeri | Swasta | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Taman Kanak-Kanak | 2 | 58 | 60 |
| 2 | Raudatul Athfal | 4 | 0 | 4 |
| 3 | Sekolah Dasar | 43 | 76 | 119 |
| 4 | Madrasah Ibtidaiyah | 0 | 1 | 1 |
| 5 | Sekolah Menengah Pertama | 50 | 16 | 66 |
| 6 | Madrasah Tsanawiyah | 0 | 3 | 3 |
| 7 | Sekolah Menengah Atas | 17 | 4 | 21 |
| 8 | Madrasah Aliyah | 0 | 3 | 3 |
| 9 | Sekolah Menengah Kejuruan | 7 | 2 | 9 |
| 10 | Perguruan Tinggi | 0 | 2 | 2 |
| Total Berdasarkan Penjumlahan Tabel | 123 | 165 | 288 | |
Kesehatan
Kabupaten ini memiliki 4 Rumah Sakit di Tanimbar Selatan (2 unit), dan Tanimbar Utara (2 unit); 1 Klinik Utama di Tanimbar Selatan; 1 Klinik Pratama (di Kormomolin); 13 Puskesmas; 41 Puskesmas Pembantu (Pustu); dan 5 Apotek.
Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025 menunjukkan total 1.019 Tenaga Kesehatan, dengan distribusi terbesar pada Tenaga Keperawatan sebanyak 547 orang dan Tenaga Kebidanan 395 orang. Tenaga medis tercatat 53 orang, sementara Tenaga Kefarmasian relatif kecil dengan 24 orang, 27 Tenaga Kesehatan Masyarakat; 29 Tenaga Kesehatan Lingkungan; 51 Tenaga Gizi; dan 2 Tenaga Keterapian Fisik; serta 30 Tenaga Teknik Medika. Kecamatan Tanimbar Selatan menjadi pusat utama dengan jumlah Tenaga Kesehatan terbanyak, sedangkan kecamatan lain memiliki distribusi lebih kecil.
Distribusi Tenaga Kesehatan
Agama
Jumlah penduduk menurut kecamatan dan agama di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025 menunjukkan dominasi penduduk beragama Protestan dengan total 82.331 jiwa (dengan 111 gereja), diikuti Katolik sebanyak 44.220 jiwa (dengan 37 gereja). Penduduk beragama Islam tercatat hanya 7.683 jiwa (dengan 9 masjid dan 5 musolah), sementara penganut Hindu dan Buddha sangat kecil, masing-masing hanya 40 dan 17 jiwa, serta kategori lainnya hanya 2 jiwa. Kecamatan Tanimbar Selatan menjadi pusat populasi terbesar dengan distribusi lintas agama yang paling beragam, sedangkan kecamatan lain relatif lebih kecil jumlahnya.
Sarana Perdagangan
Jumlah fasilitas perdagangan tahun 2025 adalah 1.743 unit, terdiri dari 26 unit Pasar, 374 toko, 1.260 kios dan 83 warung. Jumlah pedagang yang memiliki Izin Perdagangan sekitar 2.309 pedagang.
tercatat memiliki Izin Perdagangan.
Air Minum
Jumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah 5.192 rumah-tangga di Kecamatan Tanimbar Selatan, Wermaktian, Selaru, dan Tanimbar Utara, dengan jumlah distribusi air mencapai 735.691 m3.
Capaian persentase rumah tangga dengan akses air minum layak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki kecenderungan naik dari 39% pada 2020 menjadi 67,9% pada tahun 2024. Dengan demikian, masih terdapat sebanyak 32,1% rumah tangga di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang belum memiliki akses air minum layak pada tahun 2024.
Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki potensi hidrologi yang cukup besar, yang mencakup sumber daya air permukaan dan air tanah. Potensi sumber daya air di daerah ini terutama berasal dari aliran sungai, danau, dan mata air yang tersebar di berbagai kecamatan. Sungai-sungai yang ada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tidak hanya berfungsi sebagai sumber air bagi masyarakat, tetapi juga menjadi jalur transportasi penting di beberapa daerah pedalaman. Selain itu, beberapa danau juga berfungsi sebagai sumber air bersih dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata alam.
Perkembangan Akses Air Minum Layak
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
Visi dan Misi Penanaman Modal
”Mewujudkan Tanimbar Maju di Wilayah Selatan NKRI melalui Penciptakan Iklim Investasi yang baik guna percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah”.
Meningkatkan iklim kemudahan berinvestasi berupa kepastian hukum, pelayanan prima, kondusif, ketenagakerjaan serta pemerintahan yang bersih, kompeten dan akuntabel;
Mendorong terwujudnya pengembangan promosi guna peningkatan peluang investasi dan penanaman modal melalui kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan dengan tujuan munculnya pengusaha baru yang inovatif, kreatif, produktif, dan berkelanjutan; dan
Mewujudkan pemerataan perekonomian daerah dan kesempatan berusaha berbasis pada potensi unggulan daerah dan berorientasi pada ekonomi kerakyatan yang ditandai dengan pemberdayaan masyarakat lokal, kerjasama antar wilayah dan pengembangan pemasaran yang ditunjang oleh infrastruktur yang memadai.
Ringkasan Realisasi Penanaman Modal
Akumulasi data tahun 2022–2025 dan realisasi Triwulan I tahun 2026.
Realisasi PMDN, PMA dan Tenaga Kerja
Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
| No. | Tahun | PMDN (Rp) | PMA (US$) | TKA | TKI |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2022 | 16.089.360.000,00 | 13.626.285.719,00 | 0 | 263 |
| 2 | 2023 | 44.413.232.225,00 | 1.200.000.000,00 | — | 184 |
| 3 | 2024 | 5.850.261.623,00 | 1.440.000.000,00 | — | 82 |
| 4 | 2025 | 33.988.600.028,00 | 7.858.492.628,00 | — | 214 |
| 5 | 2026* | 7.264.065.800,00 | 965.395.701,00 | — | 44 |
| Akumulasi Data Tabel | 107.605.519.676,00 | 25.090.174.048,00 | 0** | 787 | |
Perbandingan Realisasi Berdasarkan Tahun
PMA: US$13,63 Miliar
PMA: US$1,20 Miliar
PMA: US$1,44 Miliar
PMA: US$7,86 Miliar
PMA: US$965,40 Juta
Posisi Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam RPJMN 2025–2029
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, Kabupaten Kepulauan Tanimbar diposisikan sebagai wilayah strategis dengan peran sentral dalam pembangunan ekonomi Indonesia Timur. Peraturan Presiden No 12 Tahun 2025 mengarahkan Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai Kawasan Pertumbuhan dengan Fokus Kawasan industri Pemanfatan Gas Bumi, Kawasan Swasembada Pangan, Air dan Energi dengan Fokus Potensial Air, dan Kawasan Afirmasi yang diarahkan sebagai PKSN dan Wilayah Pendukung.
Prosedur Perizinan Investasi
Kabupaten Kepulauan Tanimbar berupaya untuk menyelenggarakan pelayanan perizinan terpadu yang mempunyai karakter yang positif yaitu dalam ketepatan waktu, informasi yang akurat, biaya, konsistensi, proses yang jelas, pengarsipan, pelayanan, mekanisme pengaduan dan pelayanan paripurna. Dengan pelayanan yang terpadu, perizinan akan semakin mudah, cepat, dan terdokumentasi dengan baik sehingga geliat investasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar semakin meningkat dan dapat menarik investor.
OSS-RBA
Perizinan yang diselenggarakan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengacu pada mekanisme perizinan sebagaimana telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, yaitu melalui penyelenggaraan OSS-RBA (Online Single Submission – Risk-Based Approach), untuk perizinan berstatus KBLI. OSS-RBA adalah sistem perizinan yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia guna mempermudah proses perizinan usaha berbasis risiko.
SICANTIK Cloud
Perizinan non-KBLI diselenggarakan dengan menggunakan aplikasi SICANTIK Cloud sebagai sistem pendukung pelayanan perizinan elektronik.
Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Sektor Perkebunan, Peternakan, Tanaman Pangan dan Hortikultura
Luas lahan dan hasil panenan sayuran tercatat sebagai berikut: bawang daun (6,40 ha; 205,13 Kuintal); bawang merah (17 ha; 401,19 Kuintal); bayam (17,65 ha; 407,92 Kuintal); buncis (11,40 ha; 437,43 Kuintal); cabai besar (15,90 ha; 375,50 Kuintal); cabai keriting (32,70 ha; 1.034,46 Kuintal); cabai rawit (56,05 ha; 1.635,78 Kuintal); kacang Panjang (25,70 ha; 925,37 Kuintal); kangkong (57,75 ha; 1.810,52 Kuintal); ketimun (16,30 ha; 731,81 Kuintal); kubis (3,40 ha; 84,98 Kuintal); labu Siam (0,50 ha; 8,10 Kuintal); Petsai/kubis cina (32,15 ha; 1.368,93 Kuintal); dan tomat (16,70 ha; 767,42 Kuintal).
Biofarmaka
Luas panen dan produksi tanaman biofarmaka tahun 2025 menunjukkan bahwa jahe, kunyit, lengkuas, dan serai aktif dibudidayakan. Jahe pada lahan 3.260 m² mencapai 10.924 kg; kunyit pada 5.890 m² menghasilkan 17.193 kg; lengkuas pada 3.915 m² menghasilkan 10.601 kg; dan serai pada 4.200 m² menghasilkan 39.862 kg.
Buah dan Perkebunan
Produksi buah tahunan didominasi pisang 83.795,07 kuintal, sukun 6.883,79 kuintal, mangga 5.811,88 kuintal, pepaya 3.356,50 kuintal, jeruk siam 2.667,48 kuintal, serta nangka/cempedak 1.699,13 kuintal. Produksi perkebunan rakyat didominasi kelapa seluas 27.208,13 ha dengan hasil 40.403 ton, disusul jambu mete, kakao, dan pala.






Sektor Kehutanan
Berdasarkan peruntukan fungsi kawasan hutan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 74% didominasi kawasan hutan produksi, meliputi Hutan Produksi Terbatas, Hutan Produksi Tetap, dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi. Pengelolaannya diarahkan pada prinsip keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem.
Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki tutupan hutan seluas 2.547,3 km² atau 57% dari luas wilayah. Tutupan tersebut didominasi hutan lahan kering primer dan sekunder, hutan mangrove primer dan sekunder, hutan rawa sekunder, serta hutan tanaman industri.



Sektor Perikanan dan Kelautan
Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki keanekaragaman hayati tinggi pada ekosistem terumbu karang dan pesisir. Di perairan Tanimbar tercatat sekitar 505 spesies ikan karang dari 48 famili dan 165 genus. Wilayah ini berada di WPPNRI 718 dengan potensi perikanan sebesar 40–50 ribu ton per tahun.
Komoditas utama meliputi ikan pelagis kecil dan besar, udang, kepiting, teripang, sotong, cumi-cumi, gurita, serta budidaya rumput laut Eucheuma. Sentra rumput laut terdapat di Lermatang, Sifnana, Saumlaki, Adaut, Namtabung, Tanimbar Utara, Wermaktian, Wuarlabobar, dan Molu Maru.






Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral
Kebutuhan listrik dipenuhi PT PLN Wilayah IX Cabang Tual melalui Ranting Saumlaki dan Subranting Larat, Adaut, serta Seira. Tahun 2025, daya terpasang mencapai 12.490 KW dengan produksi 44.731.820 KWh. Listrik terjual sebesar 42.232.806 KWh, pemakaian sendiri 662.786 KWh, dan susut/hilang 2.499.015 KWh. Jumlah pelanggan rumah tangga mencapai 32.629.
Fokus Penanaman Modal
- Jaringan minyak dan gas bumi Blok Abadi Masela.
- Fuel Terminal Saumlaki dan fasilitas lapangan Abadi.
- Pembangkit Listrik Tenaga Gas Saumlaki.
- Pembangkit Listrik Tenaga Diesel di sejumlah kecamatan.
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya di berbagai kecamatan.
- Jaringan kabel transmisi listrik seluruh wilayah.
- Infrastruktur telekomunikasi melalui tower BTS.


Sektor Pertambangan dan Blok Masela
Kepulauan Tanimbar memiliki cadangan migas strategis di Blok Masela, ditemukan sejak tahun 2000 dan diperkirakan memiliki cadangan gas sebesar 10,73 TCF. Pengembangan lapangan gas bumi Blok Masela merupakan Proyek Strategis Nasional yang berada di Laut Arafura.
Pengembangan dirancang dengan skema kilang LNG darat berkapasitas 9,5 juta ton per tahun dan gas pipa 150 MMSCFD. Lokasi kilang LNG berada di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan. Pengelolaan melibatkan INPEX Masela Ltd 65%, PHE Masela 20%, dan Petronas Masela Sdn 15%.





Sektor Industri dan Perdagangan
Industri Tenun Ikat
Tenun Ikat Tanimbar dibuat dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Motif dan warnanya beragam, banyak diadaptasi dari alam seperti binatang, tumbuhan, dan manusia. Yamdena merupakan salah satu sentra tenun dengan empat jenis Tais: Tais Matan, Tais Anday, Tais Maran, dan Ule Rati.
Lelumuku, Sair, Tunis, Ulerati, Eman Matan Lihir, Eman Matan Tinemun, Matantur, Ian Natbunan, Wulan Lihir, Luhun Walun, Lakbuka, Kilun Kan Isa, Iniar Tinemun, Katkatan Walun, Kilun Ahit, Lau Nifan, Inelak, Ngalngol Nirun, Lakmatan, Ngengroan, Fadur, Sairdekut, Dubil, Ulat Fanfat, Ian Lurin, Noka, Wat Ra’at, Silan, Lolois, Tasru, Albutlan, Ges, Wulan Sindrak, Tul Saryar, Lolohisi, Sife Kakyeu, dan Manik.
Perdagangan
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi merupakan penggerak perekonomian yang masih menghadapi tantangan infrastruktur, perizinan, pemasaran, distribusi, dan pembiayaan. Pengembangan linkage dengan usaha menengah dan besar, penguatan koperasi, pengamanan mata rantai usaha, serta balai latihan kerja menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing ekonomi lokal.





Budaya Tanimbar: Duan-Lolat
Duan-Lolat adalah sistem adat masyarakat Tanimbar yang menekankan hubungan timbal balik, saling ketergantungan, keseimbangan kehidupan, serta penghormatan antara pihak pemberi dan penerima. Duan melambangkan pihak pemberi dan pelindung, sedangkan Lolat adalah pihak penerima yang menghormati dan melayani Duan.
Sistem ini bukan tentang dominasi, melainkan keseimbangan. Dalam aspek spiritual, Duan-Lolat juga dipandang sebagai cermin hubungan antara Tuhan sebagai Duan Agung dan manusia sebagai Lolat.





Sektor Pariwisata
Sektor Pariwisata
Pariwisata merupakan salah sektor unggulan Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang berperan penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. Ada 93 destinasi wisata yang menjadi prioritas untuk dikembangkan; terdiri dari 27 Wisata Bahari, 44 Wisata Alam, 16 Wisata Sejarah/Budaya dan 6 Wisata Buatan.
01Sejarah & ReligiPatung Kristus Raja Semesta Alam
Awalnya monumen yang dibangun pada tahun 2004 ini berfungsi untuk kegiatan keagamaan umat Katolik. Namun setelah hampir 16 tahun berdiri, warga sekitar akhirnya membuka lokasi ini untuk umum. Tujuannya adalah wisatawan yang berkunjung di tempat ini dapat mempelajari sejarah dan budaya Kepulauan Tanimbar. Terdapat 3 patung Yesus Kristus tepatnya di tempat yang masih satu komplek. Salah satu yang terkenal dari ketiganya adalah patung Yesus dengan pose yang seolah sedang memberkati. Mirip dengan patung Yesus yang berada di Rio De Janerio, Brazil. Memiliki tinggi 25 meter akan terlihat jelas dari arah pantai. Tempatnya yang luas membuat wisatawan betah berlama-lama walau cuaca sedang terik sekalipun. Terdapat banyak spot foto dengan view laut lepas ataupun hamparan pegunungan hijau.
3. Video pendukung :

02BahariPulau Seira
Pulau ini terkenal akan kekayaan hasil lautnya. Sebagian besar penduduk di pulau ini bekerja sebagai nelayan. Perikanan keramba menjadi salah satu komoditas utama para nelayan. Karena arus laut yang cukup tenang dan hangat, maka petani keramba di pulau ini bisa memanen ikan yang cukup banyak. Jenis ikan unggulan dari pulau ini adalah Lobster dan Kerapu. Tempatnya yang terletak di pinggir pantai membuat pengunjung dapat sekaligus melihat momen indah sunset atau sunrise.

03AlamDanau Lorulung
Destinasi ini jaraknya dekat dengan Bandara, yang memudahkan jalur transportasi wisatawan saat akan berkunjung. Danau ini memiliki pemandangan indah, terlebih saat sore hari di waktu yang cerah. Deretan pegunungan hijau menjadi latar belakang pengambilan gambar yang apik. Kawasan yang masih asri ini banyak ditumbuhi oleh pohon Torem. Pohon ini merupakan flora khas Pulau Tanimbar. Bisa dikatakan tumbuhan satu ini masuk dalam kategori tumbuhan langka yang dilindungi. Karena keberadaanya yang hanya ada di Pulau Tanimbar membuat pohon ini sulit untuk berkembang di daerah lain.

04BahariPantai Weluan
Pantai ini juga tak kalah indahnya dengan pantai lain di Kepulauan Tanimbar. Letak pantai ini tepatnya berada di desa olilit paling timur Pulau Yamdena. Sering kali tempat ini dijadikan lokasi untuk pemotretan. Karena lautnya yang biru sangat indah untuk menghiasi latar belakang hasil foto. Penginapan, rumah makan hingga kamar mandi umum disediakan pihak setempat untuk menambah kenyamanan pengunjung. Selain itu kuliner khas pantai ini wajib dijajal wisatawan. Rujak pedas salah satu andalannya, bisa dinikmati bersama segarnya air kelapa muda sambil memandang deburan ombak yang menenangkan hati.

05BahariPintu Batu (Batlosa)
Batlosa berada di Desa Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan, memiliki makna ‘pintu pantai’ menggambarkan sebuah batu karang yang seolah menancap di lautan. Dengan lubang di tengah batu yang tercipta karena erosi air laut. Membuat bentuk dari batu karang yang berdiri kokoh ini tampak seperti pintu yang menuju ke lautan lepas, menjadikan spot yang pas untuk mengambil gambar saat matahari terbenam. Jika beruntung, wisatawan akan menemukan posisi yang pas antara sinar matahari dengan lubang Batlosa tersebut.

06BahariPantai Angwarmas
Hamparan pasir putih terlihat berkilau bak mutiara. Pantai ini memang tidak terlalu ramai dengan wisatawan. Hal ini menjadi nilai lebih bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu tanpa diganggu oleh orang lain. Berjemur di pinggiran pantai juga menjadi pilihan yang tepat. Bagi wisatawan yang suka menggelapkan warna kulit, pantai ini wajib masuk daftar destinasi yang akan dikunjungi. Tak akan ada pengunjung lain yang dapat disapa, karena suasana pantai sangat sepi.

07AlamAir Bomaki
Letaknya terdapat di bagian Utara pulau dengan perjalanan kurang lebih 30 menit dari pusat kota. Suasananya yang tenang akan membuat siapapun yang mengunjungi tempat ini merasa sedang berada pada privat pool. Air yang muncul dari sumber mata air ini menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasinya. Pengunjung akan berendam di berbagai titik lokasi yang dangkal. Selain kesegaran yang didapat dari air, cuaca panas tidak akan terasa karena hawa sejuk yang berasal dari rimbunnya pepohonan di sekitar lokasi. Bahkan terik sinar matahari tertutupi oleh ukuran pohon yang rata-rata besar.

08KonservasiSuaka Margasatwa
09BudayaWisata Desa Tumbur
Desa Wisata Tumbur berada di Kecamatan Tanimbar Selatan, memiliki banyak pengerajin patung khas ini memiliki magnet tersendiri di mata wisatawan. Yang membuatnya seolah tertarik untuk menjelajahi isi desa tersebut. Para warga desa mengatakan bahwa keahlian membuat patung ini secara turun temurun diajarkan kepada anak-anak mereka. Cara ini dipilih agar budaya yang mereka miliki tidak hilang begitu saja. Diharapkan generasi penerusnya dapat mengenalkan budaya ini ke dunia luar. Patung yang mereka buat berbahan dasar kayu. Selain itu, tema dan motif yang mereka pahatkan diatas kayu tersebut mengambil dari berbagai budaya nenek moyang terdahulu. Namun, tak hanya kerajinan seni patung, ada juga tenun ikat khas Desa Tumbur ini.

10BahariPantai Kelyar
Lokasi dari pantai ini berada Desa Olilit Baru, Kecamatan Tanimbar, dan berdekatan dengan sentra bahan bakar milik Pertamina. Terdapat gugusan batu karang yang mengelilingi pantai. Bentuknya juga bermacam-macam, wisatawan dapat melihat batu karang yang hampir mirip dengan patung Sphinx di Mesir. Tiket untuk masuk di kawasan ini dapat dibeli dengan harga yang murah. Bahkan wisatawan dapat menikmati saung-saung kecil yang sengaja disediakan oleh pihak pemelihara setempat. Warga sekitar pantai juga ramah dengan wisatawan, sering juga mereka menawarkan minuman atau makanan.

11Bahari & BudayaPulau Matakus
Pulau Matakus menawarkan pemandangan Pantai yang memukau dengan pasir putih bersih dan air laut yang sangat jernih. Terumbu karang disekitarnya masih alami dan dihuni berbagai jenis ikan, mulai dari ikan hias hingga ikan yang dapat dikonsumsikan. Pulau ini juga dikenal sebagai penghasil teripang, salah satu komoditas laut lokal yang memiliki nilai jual tinggi.
Menuju Pulau Matakus, wisatawan biasanya berangkat dari Pelabuhan Saumlaki dengan speedboat atau motor laut, dengan waktu tempuh sekitar 30-60 menit. Bagi pengunjung dari luar Tanimbar, akses juga bisa melalui Bandar Udara Mathilda Balayeri, kemudian dilanjutkan dengan transportasi laut.
Aktivitas Wisata Pulau Matakus:
- Budaya Tali Koor di Matakus: Merupakan tradisi yang dimanfaatkan untuk penangkapan ikan dengan menggunakan pucuk kelapa (janur) yang disambung dan dibentangkan di laut. Tradisi ini tidak hanya sekedar kegiatan penangkapan ikan, tetapi juga merupakan wujud kebersamaan dan gotong royong Masyarakat setempat. Tali Koor diproyeksikan menjadi daya Tarik wisata unggulan di Kepulauan Tanimbar, dengan pelaksanaan dimomentum penting seperti sail Darwin to Saumlaki Yeacht Race and Rally. Tardisi ini menunjukan kearifan lokal dan diharapkan dapat berdampak positif pada ekonomi masyarakat setempat.
- Snorkling dan Diving: Pulau matakus merupakan bagian dari segitiga pusat diving Bersama Pulau ngormas dan Pulau Nustabun. Lautan yang tenang pada periode Maret-April dan September-Desember cocok untuk snorkling dan menyelam.
- Berenang dan Memancing: Aktivitas air lain yang popular di pulau ini, memanfaatkan keindahan Pantai dan kelimpahan hasil laut.
- Menikmati Pantai: Pengunjung dapat bersantai dipohon rindang atau fasilitas duduk yang tersedia sambil menikmati pemandangan alam yang tenang
- Belanja Kerajinan dan Souvenir: Tersedia kesempatan membeli cendera mata khas lokal, termasuk kain tenun ikat, kerajinan tangan dan produk lokal untuk oleh-oleh.

12BahariPantai Sife
Pantai Sife, terletak di pesisir Selatan paling ujung pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, destinasi wisata ini menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung. Pantai ini dikenal dengan pasir halus yang mirip dengan terigu, dan memiliki ombak yang cukup besar. Untuk mencapai Pantai Sife, pengunjung dapat menggunakan perahu motor nelayan setempat dengan sewa sekitar Rp. 500 ribu, yang memakan waktu perjalanan sekitar 1-1,5 jam dari desa Olilit. Pantai ini juga dikenal dnegan burung pelikan Australia yang bermigrasi dan mencari ikan dipermukaan air. Pengunjung di sarankan untuk membawa air mineral, nasi bungkus dan makanan lainnya karena belum tersedia kedai di Pantai ini

13BahariPulau Nukaha
Pantai Nukaha, terletak di Utara Pulau Tanimbar tepatnya di wilayah Kecamatan Fordata, merupakan destinasi wisata yang dapat menawarkan pesona alam memukau dengan laut biru dan pasir yang lembut. Pantai ini dikenal dengan angin pancaroba musim barat dan timur yang menghasilkan ombak besar serta panorama indah yang belum tersentuh oleh wisatawan. Pantai Nukaha merupakan simbol keindahan dan kekayaan alam Tanimbar yang patut dijaga, dilestarikan dan dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang mengharumkan nama Kepulauan Tanimbar di kancah nasional maupun internasional.

14Sejarah & BudayaPerahu Batu Sangliat Dol
Perahu Batu Sangliat Dol merupakan peninggalan megalitikum yang unik di Kepulauan Tanimbar. Terletak di Desa Sangliat Dol, situs ini berbentuk perahu batu besar yang dipercaya sebagai simbol awal kedatangan leluhur. Struktur batu tersebut disusun menyerupai perahu, menggambarkan migrasi nenek moyang ke Tanah Maluku. Tempat ini sering dijadikan lokasi upacara adat dan menjadi bukti kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

15ReligiGereja Tua Lorulun
Gereja Santo Petrus dan Paulus yang bernama resmi Gereja Paroki Santo Petrus dan Paulus, Lorulun adalah sebuah gereja Paroki Katolik yang terletak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Gereja ini didedikasikan kepada Santo Petrus dan Santo Paulus. Gereja ini berada di bawah naungan yurisdiksi Kuskupan Amboina. .

16Sejarah & NavigasiMercu Suar di Eliasa
Mercusuar Eliasa adalah sebuah objek wisata yang terletak di Desa Eliasa, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Mercusuar ini menjadi ikon dari Desa Eliasa dan menjadi salah satu tanda penghubung antara Desa Eliasa dengan Desa lainnya. Mercusuar Eliasa memiliki tinggi sekitar 25 meter sangat penting sebagai sarana navigasi bagi kapal-kapal yang akan melalui Selat Tanimbar yang berbatasan langsung dengan Negara Australia. Selain itu, mercusuar ini juga menjadi salah satu icon wisata bagi masyarakat yang mau berkunuung kesana dan masih bertahan sampai sekarang.

17Alam & EkowisataWeturleli di Latdalam
Air Weturlely berada di Desa Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar-Maluku. Dalam Bahasa local Yamdena, “Weturlely” berarti “air yang keluar dari dalam tanah”. Menggambarkan sumber mata air alami yang menjadi daya Tarik utama Lokasi ini. Yang menjadi daya Tarik dari wisata Air Weturlely, adalah:
- Air jernih dan sejuk; mata air di weturlely terkenal karena kejernihan dan suhu yang menyegarkan, cocok untuk berenang atau sekedar bersantai di tepi air.
- Panorama Alami; kawasan ini dikelilingi vegetasi yang hijau dan asri, memberikan pengalaman menikmati alam yang menyenangkan dan memukau.
- Potensi Ekowisata; beberapa kegiatan penanaman pohon dan program lingkungan telah dilakukan oleh pemerintah maupun Lembaga swasta untuk mendukung konsep agroforestry dan ekowisata berkelanjutan, sehingga pengunjung bisa belajar tentang konservasi alam saat wisata.
Air Weturlely mudah diakses dari pusat Desa Latdalam dan pengunjung dapat menikmati suasana pedesaan yang tenag sambil menjeklajahi sumber mata air alami yang masih alami. Video dokumentasi dari pengunjung menunjukan bahwa Lokasi ini memiliki potensi untuk dikembangkan menhadi desa wisata yang menarik bagi wisatawan domestic maupun internasional.

Industri Pariwisata
Rumah Makan / Restoran
Jumlah rumah makan/restoran di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025 adalah 96 unit. Kecamatan Tanimbar Selatan mendominasi dengan jumlah restoran terbanyak, yaitu 59 unit, mencerminkan konsentrasi aktivitas ekonomi dan konsumsi di pusat wilayah.
Tanimbar Utara memiliki 20 unit restoran, sedangkan sisanya tersebar di Kecamatan Wermaktian sebanyak 9 unit, Selaru sebanyak 8 unit, dan Kormomolin sebanyak 8 unit.
Distribusi Rumah Makan / Restoran
Hotel / Penginapan
Akomodasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025 menunjukkan total 16 unit dengan 309 kamar, didominasi oleh Kecamatan Tanimbar Selatan yang memiliki 8 akomodasi dan 214 kamar.
Tarif menginap di wilayah ini bervariasi cukup lebar, mulai dari Rp250.000 hingga Rp3.000.000, menandakan adanya pilihan dari kelas menengah hingga premium. Kecamatan Selaru dan Tanimbar Utara masing-masing memiliki 4 akomodasi dengan jumlah kamar lebih sedikit, yaitu 43 dan 52 kamar, serta tarif lebih terjangkau di kisaran Rp200.000–Rp300.000.
Distribusi Hotel, Penginapan dan Kamar
Sebaran fasilitas akomodasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025.
| Kecamatan | Jumlah Akomodasi | Jumlah Kamar | Kisaran Tarif |
|---|---|---|---|
| Tanimbar Selatan | 8 | 214 | Rp250.000–Rp3.000.000 |
| Selaru | 4 | 43 | Rp200.000–Rp300.000 |
| Tanimbar Utara | 4 | 52 | Rp200.000–Rp300.000 |
| Total | 16 | 309 | Rp200.000–Rp3.000.000 |
Lokasi Pengembangan Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang terletak di Provinsi Maluku, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah dan keindahan alam yang menakjubkan. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar akan terus mengembangkan berbagai sektor, termasuk Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Industri dan Pariwisata.
Sektor dan Kawasan Pengembangan
Kawasan Tanaman Pangan mencakup lahan basah beririgasi, rawa pasang surut, lebak, dan lahan kering yang berpotensi untuk pengembangan tanaman pangan. Total luas kawasan sawah mencapai 23,868 hektar, yang tersebar di beberapa kecamatan. Kecamatan Selaru memiliki luas 19,42 hektar dan Kecamatan Tanimbar Selatan menyumbang 4,2 hektar.
Kawasan Perkebunan memiliki total luas 13.176,82 hektar yang tersebar di Kormomolin, Molu Maru, Nirunmas, Selaru, Tanimbar Selatan, Tanimbar Utara, Wer Maktian, Wer Tamrian, dan Wuar Labobar.
Kawasan Perikanan ditetapkan di Kecamatan Tanimbar Selatan seluas 59,92 hektar dan mengacu pada Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Saumlaki.
Kawasan Peruntukan Industri di Kecamatan Tanimbar Selatan direncanakan seluas 95,55 hektar untuk mendukung pengembangan industri, termasuk industri yang terkait dengan Blok Masela.
Kawasan Potensial Pengembangan Pariwisata
Daftar 25 kawasan wisata alam, bahari, sejarah, religi, dan budaya.
| No. | Kawasan | Lokasi |
|---|---|---|
| 1 | Pulau Matakus | Desa Matakus |
| 2 | Pantai Weluan | Desa Olilit |
| 3 | Pantai Kelyaar | Desa Olilit |
| 4 | Pantai Sembunyi | Desa Olilit |
| 5 | Pulau Asutubun | Desa Olilit |
| 6 | Monumen Kristus Raja | Desa Olilit |
| 7 | Batu Yadin | Desa Olilit Lama |
| 8 | Pulau Nustabun | Desa Lematang |
| 9 | Pemandian Air Waturleli | Desa Latdalam |
| 10 | Kampung Nelayan | Desa Latdalam |
| 11 | Danau Lorulun | Desa Lorulun |
| 12 | Monumen Misionaris Omele | Desa Sifnana |
| 13 | Peratu Batu Natar Sori | Desa Sangliat Dol |
| 14 | Perahu Batu Ulututul | Desa Arui Bab |
| 15 | Pulau Angwarmase | Desa Adaut |
| 16 | Pulau Nuyanat | Desa Adut |
| 17 | Pulau Aryama | Desa Werain |
| 18 | Pulau Amalmoli | Desa Watidal |
| 19 | Pantai Kiloon | Desa Romean |
| 20 | Pantai Molu Maru | Kecamatan Molu Maru |
| 21 | Danau Bomaki | Desa Bomaki |
| 22 | Batu Batlosa | Desa Latdalam |
| 23 | Desa Tumbur | — |
| 24 | Pulau Seira | — |
| 25 | Pulau Adaut | — |
Rencana Pola Ruang Kawasan Pariwisata
Kawasan pariwisata tersebar di beberapa kecamatan dengan total luas yang dinyatakan sebesar 1.675,172 hektar.
Pengembangan sektor pariwisata diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, kemitraan industri, sarana-prasarana, sistem informasi pemasaran, serta promosi pariwisata.
Pipeline Project Investasi 2026–2030
Proyek prioritas pada sektor perikanan, pertanian dan perkebunan, energi dan migas, EBT, transportasi dan logistik, serta pariwisata.
| No. | Proyek | Sektor | Nilai Investasi | Lokasi | Status | Tujuan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Sentra Pengolahan Hasil Laut Larat | Perikanan | Rp150 Miliar | Larat | Rencana | Hilirisasi perikanan dan peningkatan ekspor hasil laut. |
| 2 | Pusat Hortikultura & Perkebunan Romean | Pertanian & Perkebunan | Rp80 Miliar | Rumean | Rencana | Diversifikasi komoditas unggulan lokal. |
| 3 | Terminal Migas Lermatang 2 | Energi & Migas | Rp2.500 Miliar | Lermatang | PSN / Berprogres | Peningkatan kapasitas produksi energi nasional. |
| 4 | Pembangunan PLTS Pulau Seira | Energi Baru Terbarukan | Rp120 Miliar | Pulau Seira | Rencana | Kemandirian energi pulau kecil berbasis EBT. |
| 5 | Pelabuhan Industri Saumlaki | Transportasi & Logistik | Rp900 Miliar | Saumlaki | Berjalan | Peningkatan arus logistik dan konektivitas industri. |
| 6 | Kawasan Ekowisata Adaut–Seira | Pariwisata | Rp300 Miliar | Adaut–Seira | Rencana | Peningkatan wisata bahari dan ekonomi lokal. |
| 7 | Resort Bahari Wunlah | Pariwisata | Rp180 Miliar | Wunlah | Rencana | Meningkatkan daya tarik wisata dan PAD daerah. |
| Total Nilai Pipeline Investasi | Rp4.230 Miliar | Periode 2026–2030 | ||||





Tabulasi Data Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Kepulauan Tanimbar 2026
Investment Potential and Opportunities in Tanimbar Islands Regency in 2026
Arah Pengembangan Investasi
Pengembangan investasi Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2026 diarahkan pada lima sektor utama, yaitu tanaman pangan, perkebunan, perikanan, industri, dan pariwisata. Pengelolaan melibatkan Pemerintah Kabupaten bersama masyarakat, kecuali kawasan industri yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten.
Ringkasan Sektor
Lima sektor tersebut mencakup penguatan ketahanan pangan, peningkatan pendapatan petani, hilirisasi hasil perikanan, pengembangan industri terkait Blok Masela, serta peningkatan kualitas dan daya saing pariwisata.
Tabel Potensi dan Peluang Investasi 2026
Tabulasi sektor, proyeksi investasi, lokasi pengembangan, dan pengelola.
| No. | Sektor Sector |
Bidang Usaha / Proyeksi Investasi Business Sector / Investment Project |
Nama Daerah / Kecamatan Location |
Pengelola Administrator |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kawasan Tanaman Pangan Food-Crop Area | Peningkatan Produktivitas Pertanian dan Ketahanan Pangan di Daerah (total luas kawasan sawah: 23,87 ha, tersebar di beberapa kecamatan). Increasing Agricultural Productivity and Food Security in the Region (total area of paddy fields: 23.87 ha, spread across several districts). |
Selaru
19,42 ha Tanimbar Selatan 4,2 ha |
Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat The Regional Government and Community |
| 2 | Kawasan Perkebunan Plantation Area | Peningkatan pendapatan petani perkebunan dan diversifikasi produk perkebunan (total luas: 13.176,82 ha). Increasing the income of plantation farmers and diversifying plantation products (total area: 13,176.82 ha). | Kormomolin, Molu Maru, Nirunmas, Selaru, Tanimbar Selatan, Tanimbar Utara, Wer Maktian, dan Wuar Labobar. | Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat The Regional Government and Community |
| 3 | Kawasan Perikanan Fishery Area | Penguatan sistem bisnis perikanan, peningkatan nilai ekspor hasil perikanan, dan dukungan ekonomi dan pendapatan nelayan. Strengthening the fisheries business system, increasing the export value of fisheries products, and supporting the economy and income of fishers. | Tanimbar Selatan 59,92 ha | Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat The Regional Government and Community |
| 4 | Kawasan Industri Industrial Area | Pengembangan industri terkait Blok Masela, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, serta pembinaan industri rumah tangga (UMKM dan Tenun Ikat Tanimbar). Industrial development related to the Masela Block, job creation and increasing regional economic growth, as well as Home Industry Development (MSMEs and Tanimbar Ikat Weaving). | Tanimbar Selatan 95,55 ha | Pemerintah Kabupaten The Regional Government |
| 5 | Kawasan Pariwisata Tourism Area |
a. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan,
dan pengembangan kemitraan dengan industri serta stakeholder. b. Peningkatan sarana dan prasarana pariwisata, sistem informasi pemasaran, dan promosi pariwisata. a. Improving the quality of human resources, strengthening institutions, and developing partnerships with industry and stakeholders. b. Improvement of tourism facilities and infrastructure, marketing information systems, and tourism promotion. |
Selaru, Tanimbar Selatan, Wermaktin, Wertarin, dan Wuan Labobar. | Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat The Regional Government and Community |
Kontak Investasi
Investment Contact — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Kepulauan Tanimbar
The One-Stop Office of Investment and Integrated Services (DPMPTSP), Tanimbar Islands Regency
Tanimbar Selatan
DPMPTSP Kabupaten Kepulauan Tanimbar
-7.97015234808827, 131.3121816270651 Lihat Rute
Ready to Invest in Tanimbar
Your Trusted Investment Destination in Eastern Indonesia








