
IR. NOVRIWAN JAYA, S.P.
Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) periode 2025–2030, Ir. Novriwan Jaya, S.P., diusung oleh gabungan 11 partai politik pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024.
Putra sulung dari pasangan H. Rustam dan Hj. Hapipah ini lahir pada 14 November 1974 di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Jenjang pendidikannya dimulai dengan menempuh studi di Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Tanjung Aman, Kotabumi (1981–1987) dan kemudian dilanjutkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Xaverius, Kotabumi (1987–1990).
Selepas SMP, dirinya melanjutkan studi ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3, Bandar Lampung (1990–1993) dan kemudian berkuliah pada program studi Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) hingga memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada tahun 1998, dan kemudian memperoleh gelar profesi Insinyur dari kampus yang sama pada tahun 2021.
Sebelum mendapat amanah menjadi Bupati, dirinya adalah seorang birokrat dengan jenjang karir panjang dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris Daerah di kabupaten yang berjuluk Bumi Ragem Sai Mangi Wawai, daerah asal leluhur yang amat dicintainya ini.
Karirnya sebagai birokrat dimulai sejak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai staf di Kementerian Kehutanan RI (2000–2001), dan kemudian berlanjut di Kabupaten Tulang Bawang menjadi Kepala Sub Bagian Produksi Daerah Bidang I, Bagian Perekonomian (2005–2008) serta menjadi Kepala Seksi Pengolahan dan Verifikasi, Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (2008–2009).
Setelah Tubaba berdiri menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB), hasil pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang, karirnya berlanjut menjadi Kepala Bidang Anggaran dan Perbendaharaan, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Tubaba (2009–2011), lalu menjadi Kepala Bidang Ekonomi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tubaba (2011–2014).
Kemudian, karirnya terus berkembang setelah dipercaya menjadi Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Tubaba (2014–2016) dan lalu menjadi Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Tubaba (2016–2018).
Seiring dengan perjalanan waktu, kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya semakin meningkatkan jenjang karirnya di birokrasi. Dirinya dipercaya memegang jabatan eselon II menjadi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Tubaba (2018–2021) hingga akhirnya mencapai puncak karir sebagai PNS dengan dilantik menjadi Sekretaris Daerah Tubaba berdasarkan Keputusan Bupati Nomor: B/06/III.03/HK/TUBABA/2021 pada tanggal 7 Januari 2021.
Liku perjalanan hidupnya terus bergulir, atas kecintaannya kepada Tubaba dan dorongan para tokoh masyarakat, dirinya mengambil keputusan sulit dengan menanggalkan jabatannya sebagai Sekretaris Daerah serta meninggalkan karir panjangnya sebagai PNS dengan mengundurkan diri untuk mengikuti kontestasi Pilkada serentak di tahun 2024.
Berpasangan dengan Nadirsyah sebagai calon tunggal pada Pilkada serentak tahun 2024, dirinya kemudian terpilih dan dilantik menjadi Bupati Tubaba oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta pada 20 Februari 2025 untuk menunaikan amanah dan memimpin Tubaba hingga tahun 2030.
VISI DAN MISI PEMBANGUNAN
Ir. Novriwan Jaya, S.P. dan Nadirsyah akan meneruskan langkah masa depan Tulang Bawang Barat, dengan Visi Pembangunan untuk mencapai Tubaba yang Sejahtera, Merata, Kreatif, Inovatif dan Maju yang terangkum ke dalam 5 Misi Pembangunan, yakni:
- Meningkatkan Kualitas SDM yang Kreatif dan Inovatif;
- Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Sektor-sektor Ekonomi Produktif;
- Menyelenggarakan Tata Kelola Pemerintahan yang Terintegrasi, Taat Asas, dan Kolaboratif;
- Membangun Kehidupan Masyarakat yang Aman, Harmonis, Berkeadilan, dan Berbudaya; dan
- Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur serta Pengembangan Wilayah yang Merata dan Berkelanjutan.
Bukan sekedar kata tapi langkah nyata,
Yang menghadirkan aksi, bukan janji,
Bekerja, berkarya dalam ketulusan semata”
Merupakan suatu anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwa akhirnya buku “PROFIL INVESTASI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT” dapat kami selesaikan dengan baik.
Terima kasih kami sampaikan kepada Bupati Tulang Bawang Barat, Bapak Ir. Novriwan Jaya, S.P., yang telah memberikan kepercayaan kepada kami beserta Tim untuk melakukan pengumpulan, pengolahan, penyusunan hingga pencetakan dan distribusi dari buku ini.
Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) diresmikan pada 03 April 2009, sebagai pecahan dari Kabupaten Tulang Bawang, dengan ibu kota kabupaten yaitu Panaragan.
Oleh karena itu dalam usia relatif muda, masih banyak yang harus kami benahi, kami kembangkan dan kami sempurnakan. Tentu hal tersebut tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja, melainkan di sana-sini masih memerlukan partisipasi Investor, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Buku ini memberikan gambaran secara singkat tentang kondisi dari Kabupaten Tubaba, dengan berbagai potensi dan peluang Investasi.
Pembangunan sarana dan prasarana masih memerlukan penanganan yang lebih intens, peningkatan dan pengembangan produksi bidang Pertanian juga masih memerlukan berbagai penyempurnaan dari berbagai pihak.
Terima kasih juga kami sampaikan kepada berbagai pihak terkait yang telah membantu kami menyelenggarakan proses pembuatan buku ini. Semoga bermanfaat.
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
Kabupaten Tulang Bawang Barat
VISI DAN MISI
- Meningkatnya Kualitas SDM yang Kreatif dan Inovatif dengan meningkatkan pelayanan Kesehatan dan Pendidikan;
- Meningkatnya Produktivitas dan Daya Saing Sektor-Sektor Ekonomi Produktif;
- Menyelenggarakan Tata Kelola Pemerintahan yang Terintegrasi, Taat Azas, dan Kolaboratif;
- Membangun Kehidupan Masyarakat yang Aman, Harmonis, Berkeadilan, dan Berbudaya; dan
- Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur serta Pengembangan Wilayah yang Merata dan Berkelanjutan.
GAMBARAN UMUM DAERAH
Letak Geografi
Kabupaten Tulang Bawang Barat (selanjutnya disebut: Kabupaten Tubaba) adalah kabupaten di Provinsi Lampung, diresmikan pada 29 Oktober 2008, sebagai pecahan dari Kabupaten Tulang Bawang, dengan ibu kota kabupaten yaitu Panaragan.
Kabupaten Tubaba berada pada posisi 04°10’–04°42’ LS dan 104°55’–105°10’ BT. Kabupaten Tubaba di dasarkan pada sekelompok wilayah yang dibatasi oleh batas alam berupa sungai dan terbagi menjadi dua wilayah.
Pembagian kedua wilayah tersebut dipisahkan oleh dua sungai yaitu Way Kiri dan Way Kanan. Dua kelompok bagian Utara meliputi Kecamatan Lambu Kibang, Gunung Agung, Gunung Terang, Batu Putih, Pagar Dewa dan Way Kenanga dan Bagian Selatan Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kecamatan Tulang Bawang Udik dan Tumijajar.
Topografi dan Geologi
Secara umum gambaran topografi atau kondisi permukaan bumi Kabupaten Tubaba merupakan daerah dataran rendah, dan berdasarkan hasil interprestasi data ketinggian, maka ketinggian wilayah Kabupaten Tubaba dapat terbagi menjadi 2 (dua) kelas ketinggian yakni 0–25 m diatas permukaan laut (m dpl) dan 25–50 mdpl.
Batuan Geologi
Batuan Geologi Kabupaten Tubaba didominasi oleh jenis batuan formasi Muara Enim / Tmpm1 (endapan yang diendapkan formasi Muara Enim yaitu merupakan formasi pembawa batubara utama di Cekungan Sumatera Selatan yang penyebaran formasi ini sangat luas meliputi wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi, dan sedikit di Provinsi Riau dan Provinsi Lampung dengan lokasi tipe dapat dijumpai di wilayah Kabupaten Kabupaten Muara Enim) dengan luas 41.357,18 Ha yang terdapat di Kecamatan Batu Putih, Gunung Agung, Gunung Terang, Lambu Kibang, Pagar Dewa, dan Way Kenanga.
Sedangkan jenis batuan terendah adalah jenis formasi Alluvium (Qa) dengan luas 13.691,17 Ha yang terdapat di Kecamatan Batu Putih, Gunung Agung, Gunung Terang, Pagar Dewa, Tulang Bawang Tengah, dan Tulang Bawang Udik.
Demografi
Penduduk Kabupaten Tubaba Tahun 2025 sebanyak 301.790 jiwa yang terdiri atas 153.445 laki-laki dan 148.345 perempuan. Besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2025 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 103,44. Kepadatan penduduk di Kabupaten Tubaba tahun 2025 mencapai 240,07 jiwa/km². Pertumbuhan penduduk Kabupaten Tubaba pada tahun 2025 terhadap tahun 2020 adalah sebesar 1,04%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat: 70,61; Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 3,71; dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) berada pada angka 71,93.
Iklim dan Penggunaan Lahan
Iklim di Kabupaten Tubaba sama halnya dengan daerah lain di Indonesia. Iklimnya dipengaruhi oleh adanya pusat tekanan rendah dan tekanan tinggi yang berganti di daratan sentra Asia dan Australia pada bulan Januari dan Juli. Akibat pengaruh Angin Muson, maka daerah Tubaba tidak terasa adanya musim peralihan (pancaroba) antara musim kemarau dan musim hujan.
Luas Wilayah dan Perbatasan
Kabupaten Tubaba meliputi areal daratan seluas 1.257,09 km², terletak pada bagian utara Provinsi Lampung, berdekatan dengan Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang. Ibukota Kabupaten Tubaba adalah Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Secara administratif, batas-batas wilayah Kabupaten Tubaba adalah:
Kecamatan, Kelurahan dan Tiyuh
Kabupaten Tubaba terdiri dari 9 kecamatan, 3 kelurahan, dan 100 tiyuh (desa). Semua tiyuh berada di wilayah dataran, bukan di tepi laut.
Kabupaten Tubaba memiliki Peraturan Daerah No 15 Tahun 2014 tentang Penetapan Kampung menjadi Tiyuh. Penggunaan nama Tiyuh merupakan istilah yang berasal dari bahasa Lampung yang berarti Kampung atau Desa yang lebih mencerminkan masyarakat Lampung, serta mengakomodir pemikiran dari Federasi Adat Marga Empat Kabupaten Tubaba.
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
- Kawasan hutan produksi Kabupaten Tubaba.
- Kawasan pertanian mendukung ketahanan pangan pada Kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) seluas 14.907 ha.
- Kawasan perikanan Kabupaten Tubaba.
- Kawasan peruntukan industri Kabupaten Tubaba.
- Kawasan pariwisata di darat Kabupaten Tubaba.
- Kawasan permukiman Kabupaten Tubaba.
Perekonomian
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masyarakat Kabupaten Tubaba atas dasar Harga berlaku mengalami kenaikan dari Rp. 15.594,89-milyar pada tahun 2024 menjadi Rp. 16.862,32-milyar pada tahun 2025.
PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten Tubaba mengalami kenaikan dari Rp. 9.101,70-milyar pada tahun 2024 menjadi Rp. 9.570,33-milyar rupiah pada tahun 2025.
Distribusi terbesar persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku tahun 2025 adalah: 32,11% dari Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; 28,60% dari Sektor Industri Pengolahan; dan 14,85% dari Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor.
Pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan menurut lapangan usaha mengalami peningkatan dari 4,55% pada tahun 2024 menjadi 5,15% pada tahun 2025.
SARANA DAN PRASARANA
Transportasi
Di Kabupaten Tubaba panjang jalan dalam kewenangan Provinsi Lampung tercatat 137,264 km, sedangkan dalam kewenangan Kabupaten Tubaba adalah 596,29 Km, dengan jalan yang sudah diaspal sepanjang 405,80 km, dengan kerikil sepanjang 106,00 km, jalan tanah sepanjang 57,80 km, dan permukaan lainnya sepanjang 26,69 km.
Jalan dengan kondisi baik sepanjang 189,01 Km, kondisi sedang sepanjang 50,45 Km, kondisi rusak sepanjang 37,52 Km, dan kondisi rusak berat sepanjang 319,31 Km.
| Uraian | Panjang |
|---|---|
| Jalan kewenangan Provinsi Lampung | 137,264 km |
| Jalan kewenangan Kabupaten Tubaba | 596,29 km |
| Jalan Aspal | 405,80 km |
| Jalan Kerikil | 106,00 km |
| Jalan Tanah | 57,80 km |
| Permukaan Lainnya | 26,69 km |
| Kondisi Baik | 189,01 km |
| Kondisi Sedang | 50,45 km |
| Kondisi Rusak | 37,52 km |
| Kondisi Rusak Berat | 319,31 km |
Komunikasi
Jumlah Kantor Pos Pembantu adalah 4 unit di Kecamatan Tumijajar (1 unit), Tulang Bawang Tengah (2 unit), dan Gunung Terang (1 unit).
Untuk penerimaan internet, terdata 98 desa dapat menerima sinyal 5G/4G/LTE; dan 5 desa dengan hanya 3G/H/H+/EVDO. Jumlah menara Base Transceiver Station (BTS) tercatat 145 unit tersebar di seluruh Kecamatan.
Perbankan
Kabupaten Tubaba pada tahun 2025 memiliki 12 Bank yang berstatus sebagai Kantor Cabang Pembantu, terdiri dari 10 bank dalam kelompok Bank PERSERO, 1 Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan 1 Bank Umum Syariah.
Jumlah kredit disalurkan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sebesar Rp. 36.310.665.510.
Koperasi
Pada tahun 2025, Kabupaten Tubaba memiliki total 267 koperasi yang tersebar di berbagai kecamatan. Di antara kecamatan-kecamatan tersebut, Tulang Bawang Tengah mencatat jumlah koperasi terbanyak, yaitu 94 koperasi, mencerminkan tingginya aktivitas perekonomian berbasis koperasi di wilayah tersebut.
Sebaliknya, Kecamatan Batu Putih tidak memiliki koperasi, yang dapat menunjukkan minimnya aktivitas koperasi atau adanya potensi pengembangan koperasi di masa mendatang.
Pendidikan
| No. | Jenis Fasilitas Pendidikan | Negeri | Swasta | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Taman Kanak-Kanak | 1 | 193 | 194 |
| Raudatul Athfal | 30 | – | 30 | |
| 2 | Sekolah Dasar (SD) | 164 | 15 | 179 |
| Madrasah Ibtidaiyah (MI) | 1 | 16 | 17 | |
| 3 | Sekolah Menengah Pertama (SMP) | 33 | 29 | 62 |
| Madrasah Tsanawiyah (MTs) | – | 22 | 22 | |
| 4 | Sekolah Menengah Atas (SMA) | 15 | 3 | 18 |
| Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) | 3 | 14 | 17 | |
| Madrasah Aliyah (MA) | 2 | 10 | 12 | |
| 5 | Perguruan Tinggi | – | 2 | |
Kesehatan
Ada 2 Rumah Sakit yaitu di Kecamatan Tumijajar (1 unit); dan Tulang Bawang Tengah (1 unit); 1 unit Rumah Sakit Bersalin (2024) di Kecamatan Tulang Bawang Tengah; 16 Poliklinik (2024); 16 Puskesmas (9 Puskesmas Rawat Inap dan 7 Puskesmas Non Rawat Inap); 38 Puskesmas Pembantu/Pustu; 210 Posyandu; 23 Apotik; dan 1 Klinik Utama (di Kecamatan Tulang Bawang Udik); serta 18 Klinik Pratama tersebar di 7 Kecamatan.
| Fasilitas Kesehatan | Jumlah |
|---|---|
| Rumah Sakit | 2 |
| Rumah Sakit Bersalin | 1 |
| Poliklinik | 16 |
| Puskesmas Rawat Inap | 9 |
| Puskesmas Non Rawat Inap | 7 |
| Puskesmas Pembantu/Pustu | 38 |
| Posyandu | 210 |
| Apotik | 23 |
| Klinik Utama | 1 |
| Klinik Pratama | 18 |
Tenaga Kesehatan
| Tenaga Kesehatan | Jumlah |
|---|---|
| Dokter Spesialis | 30 |
| Dokter Umum | 86 |
| Dokter Gigi | 3 |
| Perawat | 251 |
| Bidan | 453 |
| Tenaga Kefarmasian | 26 |
| Tenaga Kesehatan Masyarakat | 23 |
| Tenaga Kesehatan Lingkungan | 34 |
| Tenaga Gizi | 33 |
| Ahli Teknologi Laboratorium Medik | 25 |
Agama
Penduduk Kabupaten Tubaba terdiri dari berbagai pemeluk agama dan kepercayaan dengan fasilitas peribadatan yang tersebar di wilayah Kabupaten.
394 masjid • 752 musolah
76 gereja
18 gereja
31 pura
7 vihara
Sarana Perdagangan
Data tahun 2024 menunjukkan jumlah pasar tercatat 27 unit dan toko/warung kelontong terdapat sejumlah 3.869 unit.
Sumber Daya Manusia (SDM)
Angkatan Kerja di Kabupaten Tubaba tercatat 163.171 orang yang terdiri dari: bekerja (157.118 orang) dan pengangguran terbuka (6.053 orang).
Sedangkan yang bukan Angkatan Kerja sebanyak 63.685 orang terdiri dari mereka yang bersekolah (14.900 orang); mengurus rumah-tangga (43.722 orang); dan kegiatan lain-lain (5.063 orang).
Tercatat juga ada 587 pekerja migran terdiri dari 200 tenaga kerja laki-laki dan 387 tenaga kerja wanita, dari berbagai Negara.
Taiwan, Hongkong, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Saudi Arabia, Polandia, dan lain-lain.
PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP)
Insentif dan Kemudahan Investasi Kabupaten Tulang Bawang Barat
Insentif yang Diberikan kepada Investor
Peraturan Bupati Tubaba No. 44 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Perizinan Berusaha, antara lain mengatur tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan kepada Calon Investor.
Bentuk Pemberian Insentif
(1) Pemberian Insentif dapat berbentuk:
Bentuk Pemberian Kemudahan
Usaha yang Diprioritaskan Mendapat Insentif dan Kemudahan
Sedangkan dalam Pasal 13 PerBup bersangkutan, diatur bahwa Pemerintah Daerah memprioritaskan pemberian insentif dan/atau pemberian kemudahan untuk jenis usaha tertentu atau kegiatan tertentu, sebagai berikut:
- Usaha mikro, kecil, menengah dan/atau koperasi.
- Usaha yang dipersyaratkan dengan kemitraan.
- Usaha yang dipersyaratkan kepemilikan modalnya.
- Usaha yang dipersyaratkan dengan lokasi tertentu.
- Usaha yang dipersyaratkan dengan perizinan khusus.
- Usaha yang terbuka dalam rangka penanaman modal yang memprioritaskan keunggulan Daerah.
- Usaha yang telah mendapatkan fasilitas penanaman modal dari pemerintah pusat.
Jenis Usaha yang Dimaksud Meliputi:
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI SEKTOR UNGGULAN
Sektor Pertanian • Perkebunan • Peternakan • Tanaman Pangan • Hortikultura
Tanaman Pangan
Luas total lahan sawah, yang terdiri dari sawah irigasi dan tadah hujan, mencapai 11.398 hektar. Potensi tanaman padi, khususnya dalam Sub-Sektor Tanaman Pangan, sangat tinggi dengan luas lahan sawah beririgasi sebesar 7.861 hektar dan lahan non-irigasi sebesar 3.536 hektar.
Lahan sawah beririgasi terutama terpusat di tiga kecamatan, yaitu Tumijajar, Tulang Bawang Tengah, dan Tulang Bawang Udik. Sementara itu, lahan sawah non-irigasi tersebar di tujuh kecamatan dengan konsentrasi terbesar di Kecamatan Tulang Bawang Udik.
Luas panen Sektor Tanaman Pangan di Kabupaten Tubaba tahun 2023 mencapai 42.503 Ha. Luas panen tanaman pangan didominasi oleh tanaman ubi kayu yang mencapai 23.320 Ha, hal menunjukkan potensi produksi pangan di kabupaten.
Hortikultura
Produksi tanaman hortikultura terbesar pada komoditi sayuran di Kabupaten Tubaba adalah terung dengan luas panen sebesar 152,75 ha dengan produksi sebanyak 14.214 kuintal.
Sementara itu, produksi tanaman hortikultura terbesar pada komoditi buah-buahan adalah nangka dengan total produksi sebesar 44.070,50 kuintal.
Tanaman Biofarmaka pada tahun 2025 cukup menjanjikan, antara lain: Jahe (9.795,00 m²; 7.573 kg), kencur (8.810,00 m²; 7.064 kg), kunyit (8.615,00 m²; 5.468 kg), dan lengkuas (7.199,00 m²; 7.468 kg).
Tanaman Biofarmaka
| No. | Jenis Tanaman | Luas Panen | Produksi |
|---|---|---|---|
| 1 | Jahe | 9.795,00 m² | 7.573 kg |
| 2 | Kencur | 8.810,00 m² | 7.064 kg |
| 3 | Kunyit | 8.615,00 m² | 5.468 kg |
| 4 | Lengkuas | 7.199,00 m² | 7.468 kg |
Perkebunan
Produksi dan luas areal tanaman perkebunan terbesar di Kabupaten Tubaba berasal dari komoditi karet dengan total luas panen dan total produksi masing-masing sebesar 25.882,00 Ha dan 13.896,00 ton.
| No. | Jenis Tanaman | Luas (Ha) | Hasil (Ton) |
|---|---|---|---|
| 1 | Kelapa Sawit | 2.741 | 3.783 |
| 2 | Kelapa | 1.032 | 650 |
| 3 | Karet | 25.882 | 13.896 |
| 4 | Kopi | 20 | 13,80 |
| 5 | Kakao | 16 | 6,03 |
| 6 | Tebu | 1.120 | 778 |
| 7 | Tembakau | 3,05 | 1,64 |
Peternakan
Jenis-jenis dan jumlah ternak yang dipelihara di Kabupaten Tubaba adalah: 34.568 ekor sapi potong; 739 ekor kerbau potong; 179.360 ekor kambing potong; 2.715 ekor domba; 1.309 ekor babi; 2 ekor kuda, dan 741 ekor kelinci.
Sedangkan dari kelompok unggas, terdata: 708.951 ekor ayam buras; 123.155 ekor ayam ras petelur; 1.388.897 ekor ayam ras pedaging; 6.145 ekor itik; 18.950 ekor puyuh; dan 17.963 ekor itik Manila.
Populasi Ternak
| No. | Jenis Ternak | Populasi |
|---|---|---|
| 1 | Sapi Potong | 34.568 ekor |
| 2 | Kerbau Potong | 739 ekor |
| 3 | Kambing Potong | 179.360 ekor |
| 4 | Domba | 2.715 ekor |
| 5 | Babi | 1.309 ekor |
| 6 | Kuda | 2 ekor |
| 7 | Kelinci | 741 ekor |
Populasi Unggas
| No. | Jenis Unggas | Populasi |
|---|---|---|
| 1 | Ayam Buras | 708.951 ekor |
| 2 | Ayam Ras Petelur | 123.155 ekor |
| 3 | Ayam Ras Pedaging | 1.388.897 ekor |
| 4 | Itik | 6.145 ekor |
| 5 | Puyuh | 18.950 ekor |
| 6 | Itik Manila | 17.963 ekor |
Kelautan dan Perikanan
Kabupaten Tubaba memiliki peluang pengembangan usaha perikanan budidaya dan perikanan tangkap pada perairan umum, sungai dan rawa-rawa. Keberadaan sumber daya perairan tersebut menjadi bagian dari potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat dan peningkatan kegiatan usaha.
Pengembangan usaha perikanan budidaya dan perikanan tangkap di perairan umum, sungai dan rawa-rawa Kabupaten Tubaba.
Industri, Pertambangan dan Energi
Potensi dan peluang investasi pada sektor industri, pertambangan dan energi diarahkan antara lain pada pengembangan energi kelistrikan dengan memanfaatkan potensi arus deras sungai yang ada di Kabupaten Tubaba.
Pengembangan juga diarahkan pada fasilitas penyediaan air bersih untuk kebutuhan masyarakat luas.
Infrastruktur Ekonomi dan Usaha
Pengembangan potensi investasi Kabupaten Tubaba juga didukung kebutuhan peningkatan jaringan transportasi dan jaringan telekomunikasi sebagai sarana konektivitas kegiatan ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
Pemerintah Daerah bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan dan pengembangan berbagai peluang investasi di Kabupaten Tubaba.
Arah Pengembangan Peluang Investasi
SEKTOR PARIWISATA
Potensi destinasi, wisata buatan, wisata tirta, seni, budaya, sejarah dan kekayaan alam Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Potensi Destinasi dan Kunjungan Wisata
Pada tahun 2025, Kabupaten Tubaba memiliki 18 objek wisata yang tersebar di wilayahnya. Dari 18 objek wisata tersebut, 13 di antaranya merupakan Wisata Buatan dan 5 lainnya merupakan Wisata Tirta.
Kecamatan Tulang Bawang Tengah mendominasi dengan 11 objek wisata, menjadikannya sebagai kecamatan dengan jumlah objek wisata terbanyak di Kabupaten Tubaba.
Dari semua objek wisata di Kabupaten Tubaba, wisata buatan merupakan yang paling banyak dikunjungi dengan jumlah pengunjung mencapai 340.959 orang. Wisata tirta merupakan jenis wisata kedua yang paling banyak dikunjungi dengan jumlah pengunjung mencapai 137.202 orang.
Jumlah penginapan mencapai 8 unit dengan 146 kamar, berada di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, berupa 1 hotel dan 7 Pondok Wisata.
Sedangkan jumlah rumah makan tercatat 41 unit, tersebar di Kecamatan Tumijajar sebanyak 12 unit, Tulang Bawang Tengah sebanyak 25 unit, Pagar Dewa sebanyak 2 unit, dan Way Kenanga sebanyak 2 unit.
Tak sulit untuk mendapatkan penginapan di Kabupaten Tubaba, terutama di Kecamatan Tulang Bawang Tengah dan Tumijajar, seperti Berugo Cottage yang berada di sisi komplek Islamic Center, Kelurahan Panaragan Jaya; Wisma Asri di Tiyuh Tirta Makmur; Hotel Dwi Putra dan Losmen Kencana di Tiyuh Pulung Kencana; serta Penginapan Griya Aulia di Tiyuh Candra Mukti.
Kunjungan wisatawan tahun 2024 mencapai 449.335 orang.
Objek Wisata Kabupaten Tulang Bawang Barat
| No. | Jenis Obyek Wisata | Obyek Wisata | Kecamatan |
|---|---|---|---|
| 1. | Wisata Budaya | Benteng Karang Talang | Tulang Bawang Udik |
| 2. | Wisata Buatan | Water Boom | Tumijajar |
| 3. | Wisata Buatan / Budaya | Pemancingan, Tugu Rato, Makam Minak Indah / Tuan Rio Sanak, Lasengok, Uluan Nugik, Komplek Dunia Akhirat Islamic Center, Patung Megopak | Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Udik |
| 4. | Wisata Alam | Bawang Lambu Way Tulang Bawang, Embung Gunung Sari | |
| 5. | Wisata Budaya | Makam Tuan Rio Mangku Bumi (Raja Tulang Bawang), Makam Tuan Rio Cikai Dilangek (Hulubalang Kerajaan Tulang Bawang), Makam Prajurit Hidayatullah (Putra Mahkota), Makam Tubagus Buang, Makam Tubagus Minak Saleh |
Pagar Dewa, Lambu Kibang |
Festival Tubaba
Festival tahunan di Kabupaten Tubaba, yaitu Festival Tubaba, dilaksanakan setiap tahun dan menjadi salah satu acara utama yang menarik perhatian pengunjung.
Meskipun ada fluktuasi dalam jumlah wisatawan, acara seperti Festival Tubaba berperan penting dalam mempromosikan destinasi wisata dan menarik lebih banyak pengunjung.
Perubahan dalam jumlah objek wisata unggulan dan promosi menunjukkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah.
Paket Perjalanan Wisata
Tersedia paket-paket perjalanan wisata ke Tubaba yang mengajak tour keliling ke beberapa destinasi berikut akomodasi.
Seperti misalnya Qyoko Trip yang menawarkan paket kunjungan, tempat menginap, guide, makan, souvenir, serta dokumentasi, dengan lokasi yang bisa dipilih antara lain Taman Megalitik Las Sengok, Talang Kappung, Benteng Sabuk, Uluan Ughik, Kebun Anggur, Masjid Baitus Sobur, Sentra Labu Botol, Tugu Empat Marga, dan sebagainya.
Nemen, Nedes dan Nerimo
Sejak 2016 Pemerintah Kabupaten Tubaba secara konsisten menggelar program pelatihan kesenian untuk warga. Peserta aktif pada umumnya adalah pelajar usia 7 hingga 17 tahun, meliputi sastra, teater, seni rupa, tari dan film.
Program ini diturunkan dari filosofi Tubaba “Nemen, Nedes dan Nerimo” (Nenemo) yang berarti bekerja keras, konsisten dan ikhlas.
Upacara dan Kegiatan Adat
Upacara Gawi
Upacara adat untuk merayakan ritual kehidupan, baik merayakan kelahiran, menjelang pernikahan atau momen lainnya dalam kehidupan. Salah satu tujuan dari upacara adat ini adalah sebagai bentuk syukur atas segala nikmat dari Yang Kuasa.
Upacara Ngebabali
Upacara jenis ini dilaksanakan saat membuka huma atau perladangan baru, di saat membersihkan lahan untuk ditanami atau pada saat mendirikan rumah dan kediaman yang baru, atau juga untuk membersihkan tempat angker yang mempunyai aura gaib jahat.
Upacara Nayuh / Tayuhan
Dilaksanakan saat acara adat atau perayaan yang dilaksanakan oleh keluarga besar (Kebot). Selain pernikahan, Tayuhan juga dihelat saat khitanan anak, mendirikan rumah, pesta panen dan Nettah Adoq.
Sebelum dilaksanakan Tayuhan dan Pangan, lebih dahulu dilaksanakan rapat keluarga atau rapat adat yang membahas tentang Tayuhan, yang dinamakan Himpun.
Pada saat Nayuh inilah baru dipertunjukkan penggunaan perangkat serta alat-alat adat berupa piranti adat di atas (di lamban) maupun piranti adat di bawah (arak-arakan), yang pemakaiannya disesuaikan dengan ketentuan adat yang berlaku. Penggunaan piranti ini disesuaikan dengan status Adoq atau Gelar Adat yang disandang.
Ngakuk Maju
Tahun 2019 seni pertunjukan Ngakuk Maju mendapat sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ngakuk Maju merupakan bentuk perkawinan yang didahului dengan pertunangan.
Tari Nenemo
Tari Nenemo adalah tarian khas dari Kabupaten Tubaba. Kelahiran tarian ini terinspirasi dari laku hidup petani.
Penciptaan Tari Nenemo terinspirasi dari kata “Nemen, Nedes, Neremo”.
Komposisi Tari Nenemo melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tetua adat hingga ibu-ibu untuk melakukan ritual bersyukur terhadap alam yang telah memberi banyak pada manusia.
Oleh karena struktur Tari Nenemo yang holistik dan disusun dalam lingkaran kerumunan, Tari Nenemo bisa ditampilkan di mana pun dan dalam acara apa pun, seperti khitan dan perkawinan.
Gitar Klasik Lampung
Satu kesenian yang tumbuh di Kabupaten Tubaba adalah gitar klasik Lampung. Kesenian ini dapat ditampilkan secara perorangan maupun secara berkelompok.
Gitar klasik Lampung bila dimainkan seorang diri maka pemetik gitar merangkap menjadi penyanyi atau mengiringi penyanyi lain.
Sedangkan bila mengiringi penyanyi dalam bentuk ansambel, maka gitar, cuk dan botol limun dimainkan bersama-sama.
Peran penyanyi dapat dirangkap oleh satu pemain ataupun orang lain. Tidak ada pembatasan jenis kelamin dalam genre ini, sehingga dapat dimainkan oleh pria dan wanita untuk mengiringi penyanyi pria atau wanita.
Syair yang dinyanyikan dalam kesenian gitar klasik Lampung memiliki makna-makna, di antaranya ada yang bertujuan mendidik masyarakat atau penonton untuk bersikap selaras dengan hal yang dianggap baik dan benar, patut atau tidak patut menurut pandangan hidup masyarakat.
Ada juga syair yang merupakan ungkapan perasaan sang pemain sendiri, atau merupakan tafsiran perasaan dan pemikiran tuan rumah, penonton, atau masyarakat.
Pencak Silat
Seni bela diri pencak silat khas Lampung juga tumbuh di Kabupaten Tubaba. Kesenian ini dikuasai oleh para pemuda di tiyuh-tiyuh pribumi, dan sering kali ditampilkan pada acara-acara adat.
Alat Musik Tubaba
Kabupaten Tubaba memiliki 3 (tiga) buah alat musik khas, yaitu Q-Tik, Q-Way, dan Q-Ret, yang diciptakan oleh seniman Lawe Samagaha.
Alat musik ini merupakan re-design dari alat musik yang sudah tercipta sebelumnya di Provinsi Lampung. Masyarakat Lampung sudah mengenal cetik yang merupakan instrumen asli Lampung.
Satu oktaf cetik berjumlah enam nada tanpa nada fa. Lawe mengembangkan jumlah nadanya menjadi dua oktaf, yaitu 13 nada.
Selain jumlah nada, Lawe Samagaha juga mengembangkan bentuk instrumen cetik menjadi Q-Tik, dengan penambahan tabung resonator untuk setiap bilah nadanya.
Penciptaan ini terinspirasi dari notasi Q, di mana simbol atau tanda ini mewakili bunyi nada yang dihasilkan oleh instrumen musik. Penamaan notasi Q diambil dari aksara Lampung kuno.
Q-Tik
Pengembangan dari cetik dengan jangkauan dua oktaf atau 13 nada dan penambahan tabung resonator pada setiap bilah nada.
Q-Way
Penciptaannya terinspirasi dari soundscape di kawasan Sungai Way Kanan dan Way Kiri.
Q-Ret
Bagian dari tiga instrumen khas Tubaba hasil kreativitas seniman Lawe Samagaha.
Taman Megalitik Las Sengok
Taman Megalitik Las Sengok berada di kawasan Penyiloan, Tiyuh Karta, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tubaba.
Kawasan ini menjadi salah satu tempat yang mempertemukan gagasan seni, budaya, alam, dan lanskap megalitik.
Taman Megalitik di kawasan Las Sengok ditandai oleh keberadaan batu-batu besar yang disusun membentuk sebuah komplek megalitik.
Susunan batu-batu besar tersebut membentuk rasi Bintang Orion, yang dimaknai sebagai bintang-bintang terang yang berada di ekuator langit dan dapat terlihat dari berbagai arah di seluruh dunia.
Kawasan ini dikenal sebagai “Gerbang Selatan Bumi”.
Uluan Nughik
Uluan Nughik adalah sebuah komplek yang berada di Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Komplek Uluan Nughik menjadi salah satu pusat penerapan konsep pembangunan yang bernuansa budaya berbasis ekologis.
Kawasan itu dikembangkan menjadi kota yang artistik namun tetap mengedepankan keseimbangan dengan alam.
Uluan Nughik bermakna “awal kehidupan”. Di lokasi itu pepohonan dan sumber air dirawat sebagai sumber kehidupan.
Di komplek Uluan Nughik terdapat bangunan rumah-rumah panggung yang sebagian besar berusia tua, sengaja dipindahkan dari beberapa lokasi kampung asli Lampung.
Terdapat juga arena pertunjukan yang ditandai adanya batu-batu besar nan indah.
Rumah Suku Badui di Uluan Nughik
Di kawasan Uluan Nughik, Panaragan Jaya, terdapat rumah suku Badui.
Rumah tersebut dibangun dengan mendatangkan pekerja asli suku Badui Banten.
Pembangunan rumah suku Badui dimaksudkan sebagai salah satu sarana untuk penanaman karakter tentang bagaimana menjaga keseimbangan manusia dan kelestarian dengan alam.
Dibangunnya rumah suku Badui di Tubaba juga menjadi simbol ikatan persaudaraan antara masyarakat Lampung dan Banten yang sudah terjalin ratusan atau ribuan tahun lalu, yang sempat dipisahkan oleh meletusnya Gunung Krakatau tahun 1883.
Serombongan tamu suku Badui mendatangi Kabupaten Tubaba pada pertengahan tahun 2018, disambut dengan acara adat di Sessat Agung, Panaragan Jaya.
Pada pertemuan itulah menguat gagasan untuk membangun rumah suku Badui di Tubaba.
Ada banyak nilai-nilai budaya yang bisa diambil dari suku Badui, di antaranya tentang kesederhanaan, dan juga tentang penghormatan yang luar biasa terhadap alam. Mereka menjaga keharmonisan hidup bersama alam dan menjaga kelestarian alam.
Sessat Agung Bumi Gayo Ragem Sai Mangi Wawai
Pemerintah Kabupaten Tubaba membangun Sessat Agung (Balai Adat) yang diberi nama Sessat Agung Bumi Gayo Ragem Sai Mangi Wawai, berlokasi di Kelurahan Panaragan Jaya.
Gedung yang diresmikan pada tahun 2016 tersebut digunakan sebagai pusat kegiatan adat, seni, dan budaya.
Sessat Agung berbentuk rumah panggung dua lantai, berbahan kayu, dinaungi sembilan atap pelana.
Di langit-langitnya berukirkan 11 nama desa tua di Tubaba dalam huruf Kaganga.
Rumah Panggung
Rumah penduduk asli Lampung di Kabupaten Tubaba berbentuk panggung.
Hingga kini rumah panggung masih banyak dijumpai di perkampungan asli atau kampung-kampung tua, seperti di Tiyuh Karta, Tiyuh Panaragan, dan juga tiyuh-tiyuh di Kecamatan Pagar Dewa.
Di Kecamatan Pagar Dewa, rumah-rumah warga masih banyak yang mempertahankan keaslian warisan nenek moyang.
Terdapat keyakinan yang dianut sebagian warga bahwa rumah mereka tidak boleh menghadap ke arah Kota Palembang, sebagai salah satu simbol bahwa dulu Kerajaan Tulang Bawang pernah bermusuhan dengan Kerajaan Palembang.
Usia rumah-rumah warga di Kecamatan Pagar Dewa banyak yang sudah sangat tua, sebagian diperkirakan telah berusia sekitar 100 tahunan.
Masjid Baitus Shobur
Masjid Baitus Shobur adalah bangunan satu lantai dengan tinggi mencapai 30 meter. Dindingnya tak mencapai dasar. Terbuka di sekeliling sehingga udara di dalam masjid sejuk.
Terletak di Kelurahan Panaragan Jaya, berdekatan dengan Sessat Agung.
Langit-langit masjid bertuliskan Asmaul Husna, 99 nama mulia Allah, dalam huruf Arab, ada di sekeliling terluar.
Sedangkan langit-langit di bagian terdalam berbentuk lorong tinggi yang berujung pada 99 lubang kecil di pucuknya.
Jumlah seluruh tiang masjid ada 114, melambangkan jumlah surat dalam Al Quran.
Ukuran masjid 34 meter × 34 meter merujuk pada jumlah sujud dalam sehari semalam yang 34 kali, sedangkan tinggi menara cahaya 30 meter menunjukkan jumlah juz Al Quran.
Masjid sengaja dibuat tanpa kubah bawang dan tanpa ornamen apa pun di bagian luar seperti masjid umumnya di Indonesia.
Unsur Lampung tampak di fasad depan masjid yang berbentuk huruf Kaganga, huruf tradisional Lampung, berlafal “Sabar”, mengacu pada nama masjid, Baitus Shobur.
Masjid Baitus Shobur adalah tempat ibadah umat Islam. Namun, karena suasana yang sejuk dan kawasan di areal masjid yang indah, lokasi ini dimanfaatkan pula untuk wisata religi.
Di sekeliling masjid juga terdapat danau buatan yang indah dan dipenuhi ikan-ikan peliharaan. Pengunjung yang datang biasanya tidak melewatkan kesempatan memberi makanan kepada ikan-ikan tersebut.
Jelajah Sungai
Salah satu aktivitas wisata yang cukup menarik di Tubaba adalah menjelajahi Sungai Way Kiri dan Way Kanan.
Kedua sungai ini bertemu di Pagar Dewa membentuk Sungai Way Tulang Bawang.
Di Tiyuh Pagar Dewa menjadi tempat pertemuan antara Way Kiri dan Way Kanan.
Dari arah Tiyuh Gunung Terang, arus Sungai Way Kanan relatif lebih deras dan menantang sebagai jalur penjelajahan dengan perahu.
Ada beberapa spot yang sangat menarik untuk dijadikan tawaran pada penikmat kearifan lokal yang berkunjung ke Tubaba.
Misalnya berperahu sore hari dari Penumangan ke Panaragan, pengunjung akan disuguhi sunset dan panorama alam.
Menariknya, seperti yang tampak di daerah Penumangan, sungai ini menyatu dengan rawa-rawa yang luas sebagai satu kesatuan.
Dengan berperahu sepanjang sungai, pengunjung juga akan disuguhi aktivitas nelayan penangkap ikan tradisional.
Wisata Sejarah
Obyek wisata sejarah yang ada di Kabupaten Tubaba banyak berkaitan dengan asal-usul penduduk asli dan atau keberadaan Kerajaan Tulang Bawang tempo doeloe.
Makam Minak Indah / Tuan Rio Sanak
Salah satu objek wisata sejarah yang berada di Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Makam Tuan Rio Mangku Bumi
Makam Raja Tulang Bawang yang berada di Kecamatan Pagar Dewa.
Makam Tuan Rio Cikai Dilangek
Makam Hulubalang Kerajaan Tulang Bawang, berada di Kecamatan Pagar Dewa.
Makam Prajurit Hidayatullah
Salah satu objek sejarah yang berada di Kecamatan Pagar Dewa.
Makam Tubagus Buang
Salah satu makam bersejarah yang berada di Kecamatan Pagar Dewa.
Makam Tubagus Minak Saleh
Salah satu makam bersejarah yang berada di Kecamatan Pagar Dewa.
Wisata Buatan
Tugu Rato Nago Besanding berdiri tegak di pertigaan jalan utama Panaragan Jaya–Kagungan Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Tugu ini berwujud sepasang pengantin memakai pakaian adat Lampung menaiki kereta kencana, ditarik oleh sepasang naga.
Rato adalah kendaraan masyarakat adat untuk mendapat gelar sultan, gelar tertinggi masyarakat Lampung.
Naga yang menghela kereta merupakan simbol keberanian. Tugu Rato adalah simbol kekeluargaan masyarakat Lampung, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Kabupaten Tubaba memiliki Taman Agrowisata yang terletak di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Taman tersebut memiliki aneka tanaman buah, seperti buah naga, jambu mutiara, jambu citra, mangga, kelengkeng, rambutan, nangka, durian, dan jambu jamaika.
Taman Agrowisata Tubaba menjadi tempat wisata, area penangkaran bibit tanaman, dan menjadi area edukasi bagi pelajar dan masyarakat.
Taman Kura-Kura Tubaba terletak di komplek Taman Agrowisata, Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, yang memiliki aneka jenis kura-kura.
Taman Kura-Kura Tubaba menjadi tempat wisata dan area edukasi bagi pelajar dan masyarakat.
Patung Empat Marga, sebuah monumen yang menggambarkan empat wajah, berlokasi di Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Patung ini merupakan destinasi wisata dan simbol bahwa penduduk asli Kabupaten Tubaba terdiri atas empat marga atau kelompok masyarakat/keturunan, yaitu:
Tegamoan, Buay Bulan, Suwai Umpu, dan Buay Aji.
Sebagian warga masyarakat Tubaba menyukai aktivitas gowes atau bersepeda.
Mereka melakukannya di sela-sela kesibukan, seperti pada pagi hari, sore hari, ataupun pada hari libur.
Banyak komunitas sepeda yang tumbuh. Beberapa event bersepeda pun acap kali diadakan.
Kabupaten Tubaba juga memiliki trek atau rute bersepeda, berada di Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Rute ini melewati komplek perkebunan, peladangan, persawahan, serta tempat-tempat lain yang menawarkan pemandangan yang cukup indah.
Flora dan Fauna Pagar Dewa
Terdapat sebuah kawasan rawa dan perairan yang cukup indah, yaitu di Kecamatan Pagar Dewa.
Menjadi lokasi pertemuan dua sungai besar, yaitu Sungai Way Kiri dan Sungai Way Kanan.
Kawasan ini memiliki lahan basah yang dihuni satwa-satwa langka dan terdapat kawasan perkampungan tua dengan rumah berarsitektur tradisional yang dihuni penduduk asli Lampung.
Kawasan lahan basah di Kecamatan Pagar Dewa memiliki keanekaragaman flora dan fauna.
Keanekaragaman flora yang ada teridentifikasi sejumlah 24 jenis, berasal dari 20 famili.
Keanekaragaman fauna yang ada antara lain meliputi primata dan mamalia, ikan, herpetofauna, dan burung. Primata yang teridentifikasi adalah monyet ekor panjang.
Jenis ikan yang teridentifikasi sebanyak 27 jenis dari 15 famili, antara lain betok, gurami, sepat, baung, toman, gabus, seluang, lais, buntal, jelabat, sili, dan limbat.
Jenis reptil yang teridentifikasi adalah biawak, kadal, dan ular sanca.
Jenis burung yang teridentifikasi sejumlah 105 jenis dari 33 famili.
Keragaman jenis burung yang cukup tinggi berasal dari famili cangak/kuntul, elang, raja udang, punai, takur, dan tepus.
Beberapa jenis burung yang ada di antaranya terdapat spesies yang telah langka atau bahkan terancam kepunahan, seperti bangau bluwok, bangau tong-tong, pecuk ular Asia, dan elang hitam.
Terdapat 1 jenis spesies yang diklasifikasikan berada pada tingkat prioritas sangat tinggi, 4 spesies berstatus rentan, dan 4 jenis spesies yang terdapat dalam daftar Appendix II CITES.
Ekosistem Lahan Basah Pagar Dewa
Keberadaan ekosistem lahan basah di sekitar kawasan Kecamatan Pagar Dewa memiliki nilai penting secara fisik, ekologis, dan ekonomis.
Secara fisik, lahan basah itu memiliki peran sebagai pengatur aliran air, pelindung dari bencana alam, dan merupakan salah satu ekosistem lahan basah yang masih tersisa di Pulau Sumatera.
Secara ekologis lahan basah tersebut memiliki jenis tumbuhan dan satwa liar kunci yang langka dan terancam punah; sebagai penyokong kehidupan keragaman genetis; sebagai habitat dan populasi jenis burung air; habitat perikanan; dan habitat penting untuk berbiak jenis burung pemangsa.
Secara ekonomis lahan basah tersebut memiliki peran sebagai penyedia sumber makanan dan sumber kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.
Cita Rasa Khas Tubaba
Kabupaten Tubaba memiliki banyak lokasi kuliner yang menyediakan aneka masakan khas Lampung, seperti misalnya seruit dan sekubal.
Lokasi kuliner berada di lokasi-lokasi yang sangat mudah dijangkau, terutama di Panaragan Jaya, Pulungkencana, dan Dayamurni.
Seruit adalah makanan khas daerah Lampung, yaitu masakan ikan yang digoreng atau dibakar dicampur sambal terasi, tempoyak atau olahan durian, atau mangga.
Jenis ikan yang dimasak adalah ikan sungai, ditambah lalapan.
Sekubal adalah makanan yang berbahan dasar beras ketan, yang dibungkus daun pisang. Bentuknya mirip dengan lepat, tetapi cara pembuatannya berbeda. Rasanya pun berbeda.
Makanan khas Lampung ini banyak tersedia pada saat lebaran, dan juga sering disajikan pada acara-acara adat.
Cinderamata Tubaba
Beberapa produk kreatif dihasilkan oleh warga Tubaba, yang dapat dijadikan sebagai cinderamata, seperti aneka kerajinan bambu, kaos, tas, dan berbagai produk labu botol.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Kabupaten Tulang Bawang Barat
Alamat
Jalan Uluan Nughik, Komplek Mal Pelayanan Publik (MPP)
TUBABA, Panaragan Jaya Utama,
Kecamatan Tulang Bawang Tengah,
Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung.
Telp/WhatsApp Layanan Informasi & Pengaduan
0813-7911-1606
Email
dpmptsp@tubaba.go.id
Ptsp.tubaba@gmail.com
Website
dpmptsp.tubaba.go.id
Instagram
@ptsp.tubaba
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT (TUBABA) 2026
Ringkasan sektor, jenis kegiatan, lokasi dan pelaksana pengembangan potensi investasi Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Tabulasi Potensi dan Peluang Investasi 2026
| No. | Sektor / Sub-Sektor | Jenis Kegiatan | Lokasi | Pelaksana |
|---|---|---|---|---|
| 1 |
PERTANIAN
|
|
Tumijajar, Tulang Bawang Tengah,
dan Tulang Bawang Udik
7 Kecamatan dengan konsentrasi
Tulang Bawang Udik
Kabupaten Tubaba
|
Pemerintah Daerah dan Masyarakat |
| 2 |
PERKEBUNAN
|
|
Kabupaten Tubaba
|
Pemerintah Daerah dan Masyarakat |
| 3 |
PETERNAKAN
|
|
Kabupaten Tubaba
|
Pemerintah Daerah dan Masyarakat |
| 4 |
KELAUTAN & PERIKANAN
|
|
Kabupaten Tubaba
|
Pemerintah Daerah dan Masyarakat |
| 5 |
INDUSTRI, PERTAMBANGAN, DAN ENERGI
|
|
Kabupaten Tubaba
|
Pemerintah Daerah dan Masyarakat |
| 6 |
PERHUBUNGAN & KOMUNIKASI
|
|
Kabupaten Tubaba
|
Pemerintah Daerah dan Masyarakat |
| 9 |
PARIWISATA
|
|
Kabupaten Tubaba
|
Pemerintah Daerah dan Masyarakat |
Pengembangan potensi pada sektor-sektor tersebut melibatkan Pemerintah Daerah dan masyarakat, dengan lokasi kegiatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat sesuai karakteristik masing-masing sektor.
Kabupaten Tulang Bawang Barat
Klik nomor pada peta untuk melihat informasi potensi masing-masing wilayah.