TPL_PIDII_SKIP_TO_CONTENT
PIDII NATIONAL PORTAL

Jelajahi Potensi Indonesia

Satu Peta, Semua Informasi, Seluruh Peluang

38ProvinsiSeluruh Indonesia
🗺
514Kabupaten/KotaSeluruh Indonesia
25+Kategori DataPotensi & Sektor
1000+Data TerhubungSumber Terintegrasi
Image
Image
Sambutan Pemerintah Kabupaten Cirebon

Cirebon Regency
Investment Showcase 2026

Menampilkan potensi, peluang, serta komitmen pelayanan investasi Kabupaten Cirebon secara komprehensif, akurat, dan transparan.

As-salāmu‘alaikum wa-raḥmatullāhi wa-barakātuh

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menyelesaikan penyusunan “Cirebon Regency Investment Showcase 2026.” Penyusunan dan peluncuran dokumen ini merupakan langkah strategis DPMPTSP Kabupaten Cirebon untuk memberikan gambaran yang komprehensif, akurat, dan transparan mengenai potensi Kabupaten Cirebon kepada para investor.

Di tengah persaingan ekonomi global dan nasional yang semakin ketat, kita menyadari bahwa investasi merupakan salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Cirebon Regency Investment Showcase 2026 menampilkan berbagai sektor unggulan, meliputi budaya dan pariwisata, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, infrastruktur, serta beragam sumber daya potensial lainnya.

Sektor Unggulan Kabupaten Cirebon
🏛️ Budaya
🌴 Pariwisata
🌾 Pertanian
🌱 Perkebunan
🐄 Peternakan
🐟 Perikanan
🏗️ Infrastruktur
📈 Investasi
Komitmen Pelayanan Investasi

Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui DPMPTSP berkomitmen penuh untuk memberikan kemudahan perizinan, kepastian layanan, dan pendampingan dalam setiap tahapan proses investasi di Kabupaten Cirebon.

Kami berharap dokumen ini dapat menjadi sumber informasi dan rujukan bagi para investor dalam mengambil keputusan yang tepat untuk berinvestasi di Kabupaten Cirebon.

Terakhir, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim penyusun, perangkat daerah terkait, serta semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penyusunan dokumen “Cirebon Regency Investment Showcase 2026.”

Mari kita jadikan Kabupaten Cirebon sebagai tujuan utama investasi yang ramah, aman, mudah, dan menguntungkan.

Terima kasih

Wa‘alaikumsalām wa-raḥmatullāhi wa-barakātuh

Pemerintah Kabupaten Cirebon

Visi dan Misi

Arah pembangunan Kabupaten Cirebon untuk mewujudkan tata kelola, masyarakat, lingkungan, dan kehidupan sosial yang semakin baik, maju, serta berkelanjutan.

“CIREBON BERIMAN

Bersih · Inovatif · Maju · Agamis · Aman

B Bersih 01
I Inovatif 02
M Maju 03
A Agamis 04
A Aman 05

Lima Misi Kabupaten Cirebon

Penjabaran visi “Cirebon Beriman” ke dalam lima arah utama pembangunan daerah.

01

Kabupaten Cirebon Bersih

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, melayani, akuntabel, dan profesional.

02

Kabupaten Cirebon Inovatif

Menciptakan ekosistem yang inovatif di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.

03

Kabupaten Cirebon Maju

Menciptakan masyarakat modern yang tidak meninggalkan jati diri, adat, dan budaya.

04

Kabupaten Cirebon Agamis

Menguatkan toleransi antarumat beragama sesuai dengan keyakinan para pemeluknya.

05

Kabupaten Cirebon Aman

Menciptakan lingkungan yang asri, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon.

Profil Kabupaten Cirebon

Letak Geografis, Luas, dan Batas Wilayah

Gambaran posisi geografis, karakteristik wilayah, batas administratif, serta pembagian pemerintahan Kabupaten Cirebon.

Posisi Strategis

Pesisir Laut Jawa dan Lereng Gunung Ciremai

Kabupaten Cirebon memiliki bentang wilayah yang beragam, mulai dari dataran rendah di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa hingga kawasan pegunungan di bagian barat daya pada Lereng Gunung Ciremai.

107.516,83 Ha Luas Wilayah Daratan
79,23 Km Panjang Garis Pantai
6°30′58″–7°00′24″ Lintang Selatan
108°19′30″–108°50′30″ Bujur Timur

Kondisi Geografis dan Bentang Wilayah

Kabupaten Cirebon berada di kawasan pesisir Laut Jawa. Wilayahnya memiliki luas daratan sekitar 107.516,83 hektare dan garis pantai sepanjang 79,23 kilometer. Kabupaten Cirebon terletak di antara koordinat 6°30′58″–7°00′24″ Lintang Selatan dan 108°19′30″–108°50′30″ Bujur Timur.

Bagian utara Kabupaten Cirebon merupakan kawasan dataran rendah, sedangkan bagian barat daya berupa kawasan pegunungan yang merupakan bagian dari Lereng Gunung Ciremai. Bentuk daratan Kabupaten Cirebon memanjang dari arah barat laut menuju tenggara.

Dua Karakter Utama Wilayah

Permukaan daratan Kabupaten Cirebon dapat dibedakan menjadi kawasan dataran rendah di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa dan kawasan dataran tinggi yang berkembang menuju bagian selatan serta barat daya.

Kawasan dataran rendah antara lain meliputi Kecamatan Gegesik, Kaliwedi, Kapetakan, Arjawinangun, Panguragan, Klangenan, Cirebon Utara, Cirebon Barat, Weru, Astanajapura, Pangenan, Karangsembung, Waled, Ciledug, Losari, Babakan, Gebang, Palimanan, Plumbon, Depok, dan Pabedilan. Sementara itu, sebagian wilayah lainnya termasuk dalam kawasan dataran tinggi.

Batas Wilayah Kabupaten Cirebon

Berdasarkan posisi geografisnya, Kabupaten Cirebon berbatasan dengan wilayah berikut.

U

Sebelah Utara

Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, dan Laut Jawa

S

Sebelah Selatan

Kabupaten Kuningan

B

Sebelah Barat

Kabupaten Majalengka

T

Sebelah Timur

Provinsi Jawa Tengah

Wilayah Administratif

Pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon berada di Kecamatan Sumber, yang terletak di sebelah selatan Kota Cirebon. Wilayah administratif Kabupaten Cirebon terdiri atas kecamatan, kelurahan, desa, RW, dan RT.

40 Kecamatan
12 Kelurahan
412 Desa
2.955 Rukun Warga
9.431 Rukun Tetangga
Sumber Pusat Pemerintahan
1482

Sejarah Hari Jadi Kabupaten Cirebon

Peristiwa merdekanya Cirebon dari kekuasaan Pajajaran tercatat dalam sejarah pada tanggal Dwa Dasi Sukla Pakca Cetra Masa Sahasra Patangatus Papat Ikang Sakakala. Tanggal tersebut bertepatan dengan 12 Safar 887 Hijriah atau 2 April 1482 Masehi, yang saat ini diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Cirebon.

Kabupaten Cirebon — Topografi, Iklim & Karakter Wilayah
KABUPATEN CIREBON • JAWA BARAT

Topografi, Iklim dan Kesesuaian Lahan

Gambaran karakter wilayah Kabupaten Cirebon dari bentang alam, iklim dan hidrografi hingga demografi, ketenagakerjaan, budaya dan bahasa.

Profil Karakter Wilayah

Dari Pantai Utara hingga Lereng Gunung Ciremai

Kabupaten Cirebon memiliki karakter ruang yang beragam: dataran rendah Pantura di bagian utara, kawasan yang semakin meninggi ke selatan, jaringan sungai, serta kehidupan sosial budaya yang kuat sebagai identitas Cirebon.

01

Topografi

Letak daratannya memanjang dari Barat Laut ke Tenggara. Dilihat dari permukaan tanah/daratannya dapat dibedakan menjadi dua bagian. Wilayah Kecamatan yang terletak sepanjang jalur pantura termasuk pada dataran rendah dan bagian utara merupakan dataran rendah, sedangkan bagian barat daya berupa pegunungan, yakni Lereng Gunung Ciremai.

Daerah dataran rendah umumnya terletak di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa dengan ketinggian 0–10 m dari permukaan air laut, yaitu Gegesik, Kaliwedi, Kapetakan, Arjawinangun, Panguragan, Klangenan, Cirebon Utara, Cirebon Barat, Weru, Astanajapura, Pangenan, Karangsembung, Waled, Ciledug, Losari, Babakan, Gebang, Palimanan, Plumbon, Depok dan Pabedilan. Sebagian wilayah selatan berada pada dataran tinggi dengan ketinggian 11–130 m dari permukaan laut.

02

Iklim

Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson, keadaan iklim di Kabupaten Cirebon termasuk tipe C dan D. Karakteristik daerah dengan kategori ini beriklim tropis. Suhu udara rata-rata antara 27,57° dan 30,69°C. Rata-rata kelembaban udara naik dari 70,93% pada tahun 2023 menjadi 76,96% di tahun 2024.

Curah hujan tahun 2024 sebesar 2.182,80 mm/tahun, lebih tinggi dari 1.986,70 mm/tahun pada 2023. Jumlah hari hujan naik menjadi 279 hari dari 141 hari. Kecepatan angin rata-rata 2,24–4,94 knot dengan tekanan udara rata-rata 1005,75–1008,96 mbar.

27,57–30,69°CSuhu rata-rata
76,96%Kelembaban 2024
2.182,80mm/tahun
279Hari hujan
Visual Wilayah

Lahan, Pesisir dan Panorama

Kolase visual yang menampilkan karakter lahan, kawasan pesisir, serta panorama Kabupaten Cirebon dalam komposisi modern dan proporsional.

Panorama dan karakter lahan Kabupaten Cirebon Visual Utama
Panorama dan karakter lahan Kabupaten Cirebon
Kawasan perairan dan pesisir
Kawasan perairan dan pesisir
Bentang alam dan vegetasi
Bentang alam dan vegetasi
Panorama kawasan selatan
Panorama kawasan selatan
Topografi pesisir Cirebon
Topografi pesisir Cirebon
03

Kesesuaian Lahan

Untuk memanfaatkan lahan di Kabupaten Cirebon diperlukan kesesuaian dengan jenis tanah yang ada, yaitu Litasol, Aluvial, Grumosol, Mediteran, Latasol, Potsolik, Regosol dan Gleihumus.

04

Hidrografi

Kabupaten Cirebon dilalui 18 aliran sungai yang berhulu di bagian selatan. Sungai besar antara lain Cisanggarung, Ciwaringin, Cimanis, Cipager, Pekik dan Kalijaga. Sungai-sungai tersebut terutama dipergunakan untuk pengairan persawahan serta keperluan masyarakat.

05

Demografi

Cirebon merupakan salah satu kabupaten terpadat di Jawa Barat yang mayoritas dihuni keturunan Jawa Cirebonan. Penduduk terus bertambah, meskipun tren rata-rata laju pertumbuhan penduduk dari sensus ke sensus semakin melambat.

06

Kependudukan

Penduduk Kabupaten Cirebon berdasarkan hasil proyeksi tahun 2024 sebanyak 2.387.961 jiwa, terdiri atas 1.208.758 laki-laki dan 1.179.203 perempuan, dengan laju pertumbuhan penduduk per tahun 2020–2024 sebesar 1,35%. Rasio jenis kelamin tahun 2024 sebesar 103.

Kepadatan penduduk mencapai 2.218 jiwa/km². Dari 40 kecamatan, kepadatan tertinggi berada di Kecamatan Weru sebesar 8.050 jiwa/km² dan terendah di Kecamatan Pasaleman sebesar 667 jiwa/km².

2.387.961Penduduk 2024
1,35%Pertumbuhan
2.218Jiwa/km²
40Kecamatan
07

Ketenagakerjaan

Jumlah Angkatan Kerja Kabupaten Cirebon hasil Survei Angkatan Kerja Nasional Tahun 2025 sebanyak 1.278.803 orang. Di antara angkatan kerja tersebut, 1.196.672 orang (93,57%) bekerja dan 82.131 orang (6,42%) berstatus pengangguran terbuka.

Yang bukan angkatan kerja sebanyak 567.276 orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah 69,28%.

08

Budaya Cirebon

Kebudayaan masyarakat Cirebon merupakan perpaduan berbagai budaya yang membentuk ciri khas tersendiri. Pertunjukan khas antara lain Tarling, Tari Topeng Cirebonan, Wayang Kulit Cirebon, Sintren, Kesenian Gambyung dan Sandiwara Cirebonan. Kerajinan tangan meliputi Topeng Cirebon, Lukisan Kaca, Bunga Rotan dan Batik.

Salah satu ciri khas batik Cirebon adalah motif Mega Mendung, berbentuk seperti awan bergumpal-gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama. Motif Mega Mendung adalah ciptaan Pangeran Cakrabuana (1452–1479). Awalnya seni batik Cirebon dikenal di kalangan keraton; kini motif Mega Mendung telah digunakan berbagai kalangan, disertai motif lain yang disesuaikan dengan ciri khas penduduk pesisir.

09

Bahasa

Pada umumnya masyarakat Kabupaten Cirebon menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan Bahasa Cirebon (Jawa Cirebonan) sebagai bahasa sehari-hari dengan bermacam-macam dialeknya, terutama di wilayah utara dan kawasan yang berbatasan dengan Kota Cirebon.

Masyarakat Cirebon timur atau bagian selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan, Brebes dan Majalengka sebagian besar menggunakan Bahasa Sunda Cirebon. Pendatang dari berbagai daerah juga menggunakan bahasa daerah masing-masing seperti Madura, Minang, Betawi dan lainnya.

Bahasa Sunda Cirebon hampir seluruhnya digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Beber, Susukan, Lebak, Karangwareng, Lemahabang, Ciledug, Dukupuntang, Pabedilan dan Pabuaran. Penutur Bahasa Sunda dalam jumlah lebih sedikit juga ditemukan di beberapa desa/blok di Kecamatan Sumber, Talun, Astanajapura, Gebang, Mundu, Babakan dan Pangenan.

PIDII • Profil Wilayah Kabupaten Cirebon
Perekonomian Kabupaten Cirebon
Kabupaten Cirebon • Jawa Barat

Perekonomian

Struktur ekonomi Kabupaten Cirebon ditopang oleh industri, pertanian, perdagangan, transportasi, konstruksi dan jasa pendidikan dengan pertumbuhan yang kembali menguat hingga 2024.

76,12%Kontribusi gabungan 6 sektor utama terhadap PDRB 2024
20,49%Kontribusi terbesar: Industri Pengolahan
5,83%Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cirebon 2024
20,23%Pertumbuhan sektor Informasi & Komunikasi 2024
Struktur Ekonomi Kabupaten

Enam sektor menjadi penopang utama ekonomi Cirebon

Menurut BPS Kabupaten Cirebon dalam Kabupaten Cirebon Dalam Angka Tahun 2025, selama periode 2020–2024 struktur perekonomian Kabupaten Cirebon didominasi enam kategori lapangan usaha utama.

Aktivitas ekonomi Kabupaten Cirebon
Pertanian Kabupaten Cirebon
PDRB 2024

Fondasi Ekonomi yang Terdiversifikasi

Selama lima tahun terakhir, struktur perekonomian Cirebon didominasi oleh enam kategori lapangan usaha, yaitu Industri Pengolahan; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Konstruksi; Transportasi dan Pergudangan; serta Jasa Pendidikan.

Secara bersama-sama keenam kategori tersebut memiliki peranan sebesar 76,12% terhadap total PDRB Kabupaten Cirebon tahun 2024. Peranan terbesar berasal dari lapangan usaha Industri dengan kontribusi 20,49%.

Kontribusi Lapangan Usaha

Komposisi enam sektor utama

20,49%

Industri Pengolahan

Kontributor terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Cirebon tahun 2024.

14,76%

Pertanian, Kehutanan & Perikanan

Menjadi salah satu fondasi ekonomi utama berbasis sumber daya daerah.

13,06%

Perdagangan Besar & Eceran

Termasuk reparasi mobil dan sepeda motor.

11,36%

Transportasi & Pergudangan

Didukung posisi strategis Cirebon sebagai simpul pergerakan regional.

10,49%

Konstruksi

Menjadi salah satu penopang aktivitas pembangunan wilayah.

5,96%

Jasa Pendidikan

Memberikan kontribusi penting terhadap struktur ekonomi kabupaten.

Perjalanan Pertumbuhan

Ekonomi Cirebon kembali menguat setelah kontraksi 2020

Pertumbuhan ekonomi sempat mengalami perlambatan dan kontraksi pada 2020 akibat pandemi COVID-19, kemudian kembali membaik mulai 2021 dan terus menguat hingga 2024.

4,68%2019
-1,08%2020
2,47%2021
4,09%2022
4,85%2023
5,83%2024
Perdagangan Kabupaten Cirebon
Pertumbuhan Tertinggi 2024

Informasi dan Komunikasi tumbuh 20,23%

Pertumbuhan ekonomi terbesar pada tahun 2024 dicatat oleh lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 20,23%. Capaian tersebut menunjukkan berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis konektivitas, layanan digital dan komunikasi di Kabupaten Cirebon.

Industri Pertanian Perdagangan Transportasi Konstruksi Pendidikan
PIDII • Profil Perekonomian Kabupaten Cirebon
Infrastruktur dan Fasilitas Kabupaten Cirebon
Kabupaten Cirebon • Jawa Barat

Infrastruktur dan Fasilitas

Konektivitas darat, rel, udara, jaringan layanan komunikasi, koperasi dan perbankan menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi dan investasi Kabupaten Cirebon.

1.054,02 kmKondisi jalan mantap tahun 2025
84,98%Persentase jalan mantap
26Kantor Pos Pembantu di 26 kecamatan
767Koperasi aktif di Kabupaten Cirebon
Konektivitas Wilayah

Cirebon berada pada simpul utama pergerakan Pulau Jawa

Posisi Kabupaten Cirebon menjadikannya salah satu titik strategis yang menghubungkan jalur utara dan selatan Jawa, dengan akses jalan tol, terminal, jaringan rel, pelabuhan regional, serta bandara internasional dalam kawasan penyangga.

Transportasi Kabupaten Cirebon
Infrastruktur jalan Kabupaten Cirebon
Transportasi

Jalur Utara dan Selatan Jawa

Kabupaten Cirebon merupakan persimpangan antara kedua jalur utama di Pulau Jawa, yakni jalur selatan serta utara Jawa yang menghubungkan dua kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya.

Untuk transportasi darat, terminal bus utama di kabupaten ini adalah Terminal Sumber di Kecamatan Sumber, tidak jauh dari Kota Cirebon. Meskipun tidak sebesar Terminal Harjamukti, Terminal Sumber juga melayani bus antarkota dan angkutan kota yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan kecamatan lainnya.

Kabupaten Cirebon juga mudah diakses melalui Jalan Tol Trans-Jawa di segmen Cikopo–Palimanan dan Palimanan–Kanci.

Moda Transportasi

Konektivitas multimoda yang saling melengkapi

Jalan & Bus

Terminal Sumber menjadi salah satu simpul layanan bus antarkota dan angkutan perkotaan yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan kecamatan lainnya.

Jalan Tol

Akses melalui segmen Cikopo–Palimanan dan Palimanan–Kanci memperkuat hubungan Kabupaten Cirebon dengan koridor Trans-Jawa.

Kereta Api

Stasiun Ciledug melayani lintas selatan, sedangkan Arjawinangun, Babakan dan Losari mendukung lintas utara. Stasiun utama kawasan Rebana adalah Stasiun Cirebon.

Bandar Udara

Bandar Udara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka melayani penerbangan domestik maupun internasional bagi sebagian besar wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian barat laut.

Kondisi Jalan 2025

Jalan mantap mencapai 84,98%

Pada tahun 2025 kondisi jalan mantap di Kabupaten Cirebon mencapai 1.054,02 km, terdiri dari jalan baik dan jalan dengan kondisi sedang.

1.054,02 kmTotal jalan mantap
920,54 kmKondisi jalan baik • 72,22%
133,48 kmKondisi jalan sedang • 10,76%
Layanan Pendukung

Komunikasi, koperasi dan layanan keuangan

Komunikasi

26 Kantor Pos Pembantu

Jumlah Kantor Pos Pembantu di Kabupaten Cirebon sebanyak 26 unit yang tersebar di 26 kecamatan.

Komunikasi Kabupaten Cirebon
Koperasi

767 Koperasi Aktif

Kabupaten Cirebon memiliki 767 koperasi aktif dengan 25.749 anggota, terdiri dari 48 Koperasi Simpan-Pinjam, 58 Koperasi Produksi, 207 Koperasi Konsumen, 13 Koperasi Pemasaran, 17 Koperasi Jasa, serta 24 Koperasi Merah Putih.

25.749Jumlah anggota
207Koperasi Konsumen
58Koperasi Produksi
48Koperasi Simpan-Pinjam
Perbankan Kabupaten Cirebon
Perbankan

Jaringan perbankan mendukung aktivitas ekonomi

Di Kabupaten Cirebon terdapat 54 Kantor Cabang Bank dan Kantor Cabang Pembantu (KCP), 1 Bank Persero; 1 Kantor Cabang Bank Pembangunan Daerah dengan 19 KCP; 2 Kantor Cabang Bank Swasta dengan 11 KCP; serta 2 Kantor Cabang Bank Umum Syariah dengan 10 KCP.

54Kantor Cabang Bank dan KCP
19KCP Bank Pembangunan Daerah
11KCP Bank Swasta
10KCP Bank Umum Syariah
PIDII • Infrastruktur dan Fasilitas Kabupaten Cirebon
Fasum dan Fasos Lainnya Kabupaten Cirebon
Kabupaten Cirebon • Jawa Barat

Fasum dan Fasos Lainnya

Pendidikan, kesehatan, kehidupan beragama dan aktivitas perdagangan menjadi bagian penting dalam kualitas hidup masyarakat serta daya dukung pembangunan Kabupaten Cirebon.

825Sekolah Dasar (SD)
12 + 2Rumah Sakit dan Rumah Sakit Khusus
60Puskesmas
9Pasar pemerintah daerah
Fasilitas Sosial dan Pelayanan Dasar

Menopang kualitas SDM dan kehidupan masyarakat

Ketersediaan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, sarana keagamaan dan aktivitas perdagangan merupakan bagian penting dari daya dukung sosial-ekonomi Kabupaten Cirebon.

Fasilitas Pendidikan Kabupaten Cirebon
Sekolah di Kabupaten Cirebon
Pendidikan

Investasi pada kualitas sumber daya manusia

Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu daerah adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Karena itu, melalui jalur pendidikan pemerintah secara konsisten berupaya meningkatkan SDM penduduk melalui berbagai program.

Data Satuan Pendidikan

Komposisi sekolah negeri dan swasta

No. Jenis Sekolah Negeri Swasta Jumlah
1Taman Kanak-KanakKindergarten20320340
2Raudatul Athfal (RA)Islamic Kindergarten0336336
3Sekolah Dasar (SD)Elementary School74580825
4Madrasah Ibtidaiyah (MI)Islamic Elementary School9177186
5Sekolah Menengah Pertama (SMP)Junior High School80141221
6Madrasah Tsanawiyah (MTs)Islamic Junior High School12122134
7Sekolah Menengah Atas (SMA)Senior High School233053
8Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)Vocational High School8101109
9Madrasah Aliyah (MA)Islamic Senior High School56873
10Universitas / Sekolah TinggiUniversity / College13
Rumah Sakit Kabupaten Cirebon
Kesehatan

Layanan kesehatan sebagai fondasi produktivitas masyarakat

Kesehatan merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia penduduk Kabupaten Cirebon. Karena itu program-program kesehatan telah dimulai atau diprioritaskan pada calon generasi penerus. Dengan adanya upaya tersebut, diharapkan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang baik yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas.

Puskesmas merupakan sarana kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Jumlah Rumah Sakit di Kabupaten Cirebon sebanyak 12 unit, Rumah Sakit Khusus 2 unit, 125 klinik, 60 Puskesmas yang terdiri dari 11 Rawat Inap dan 49 Puskesmas Non Rawat Inap, 72 Puskesmas Pembantu (Pustu), dan 388 Apotek.

12Rumah Sakit
125Klinik
60Puskesmas
388Apotek
Tenaga kesehatan tahun 2025: 795 Tenaga Medis (117 Dokter Spesialis; 480 Dokter Umum; 194 Dokter Gigi; 4 Dokter Gigi Spesialis); 3.679 Tenaga Keperawatan; 1.727 Tenaga Kebidanan; 1.130 Tenaga Kefarmasian; 156 Tenaga Kesehatan Masyarakat; 86 Tenaga Kesehatan Lingkungan; 159 Tenaga Gizi; dan 346 Ahli Teknologi Laboratorium Medik.
Rumah Sakit: RSUD Arjawinangun, RSUD Waled, RS Mitra Plumbon, RS Permata, RS Pertamina, RS Universitas Muhammadiyah Cirebon, RS Sumber Waras, RS Sumber Hurip, RS Paru Sidawangi, RS Pasar Minggu, RS Jantung Hasna Medika, RS Muhammadiyah, RSIA Khalisah, dan RS Sentra Medika.
Agama

Kehidupan beragama masyarakat

Penduduk yang menganut agama Islam sebanyak 2.478.067 orang dengan 1.104 masjid dan 6.695 musolah; Protestan 7.566 orang dengan 13 gereja; Katolik 2.793 orang dengan 7 gereja; Hindu 69 orang; Konghuchu 11 orang dengan 5 klenteng; serta kepercayaan lainnya 26 orang.

2.478.067Penduduk Muslim
1.104Masjid
6.695Musolah
25Gereja & Klenteng tercatat
Sarana Keagamaan Kabupaten Cirebon
Perdagangan

Pasar dan aktivitas ekonomi masyarakat

Pada tahun 2025 pasar pemerintah daerah Kabupaten Cirebon tercatat sebanyak 9 pasar dengan jumlah pedagang 5.684 orang, terdiri dari 2.127 pedagang laki-laki dan 3.540 pedagang perempuan. Sekitar 57,77% tempat usaha buka setiap hari, sedangkan 42,23% tidak buka setiap hari.

9Pasar pemerintah daerah
5.684Pedagang
57,77%Buka setiap hari
42,23%Tidak buka setiap hari
Pasar Kabupaten Cirebon
Perdagangan Kabupaten Cirebon
Industri Unggulan

Perdagangan dan industri menyerap tenaga kerja besar

Jumlah unit usaha sepuluh industri unggulan yang ada di Kabupaten Cirebon pada tahun 2025 sebanyak 6.165 unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 123.808 orang. Jumlah usaha terbanyak adalah industri mebel/kerajinan rotan dan sekaligus menjadi yang terbesar dalam menyerap tenaga kerja.

6.165Unit usaha industri unggulan
123.808Tenaga kerja terserap
Rp592,43 MNilai investasi
Rp3,838 TNilai produksi
PIDII • Fasum dan Fasos Lainnya Kabupaten Cirebon
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Cirebon
DPMPTSP Kabupaten Cirebon • 2025

Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)

Pelayanan investasi, perizinan berbasis risiko melalui OSS-RBA, serta dukungan Mal Pelayanan Publik menjadi bagian penting dalam membangun iklim investasi Kabupaten Cirebon yang kondusif.

Rp4,019 TRealisasi investasi 2025
119,99%Capaian terhadap target Rp3,35 T
22.126Jumlah tenaga kerja
Rp570,57 MSektor kulit & alas kaki, kontribusi investasi tertinggi
Realisasi Investasi

Kinerja investasi melampaui target tahun 2025

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon mencatat realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp4.019.772.811.098 atau 119,99% dari target Rp3,35 triliun.

DPMPTSP Kabupaten Cirebon
Pelayanan investasi
PTSP

Investasi dan penyerapan tenaga kerja

DPMPTSP Kabupaten Cirebon mencatatkan realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp4.019.772.811.098 (119,99%) dari target Rp3,35 triliun, dengan jumlah tenaga kerja 22.126 orang yang terdiri dari tenaga kerja PMDN 9.739 orang dan PMA 12.387 orang.

Sektor industri barang dari kulit dan alas kaki mencatatkan diri sebagai penyumbang tertinggi investasi, yaitu Rp570.569.460.056. Kabupaten Cirebon memiliki beragam potensi yang perlu dioptimalisasi untuk kemajuan daerah. Dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga memperkuat sinergi untuk mewujudkan iklim investasi daerah yang kondusif.

Mal Pelayanan Publik Cirebon
Sarana Pendukung

Mal Pelayanan Publik dan kebijakan investasi

Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Cirebon telah diresmikan pada 13 Juli 2023 oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, M.Si. di kantor Kementerian PANRB, dan pada 30 Januari 2023 diresmikan oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag. di DPMPTSP Kabupaten Cirebon. Pada 12 November 2024, MPP Digital Nasional diresmikan oleh Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya, S.H., M.Si.

Pelayanan TerpusatIntegrasi proses layanan investasi dan perizinan.
OSS / OSS-RBAPerizinan berusaha terintegrasi secara elektronik dan berbasis risiko.
MPP & MPP DigitalDukungan layanan publik fisik dan digital untuk pelaku usaha.
Prosedur Perizinan Investasi

Alur sederhana perizinan berbasis OSS-RBA

Sejak 2019, proses perizinan usaha telah menggunakan Online Single Submission (OSS), yaitu sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik. Berikut penyederhanaan alurnya untuk tampilan web.

1

Data Usaha

Pelaku usaha menyiapkan dan melengkapi data usaha.

2

Identifikasi Risiko

Kegiatan usaha diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko.

3

Persyaratan

Sistem menentukan kebutuhan persyaratan dasar atau sektoral.

4

Pengajuan OSS

Permohonan diproses secara elektronik melalui OSS-RBA.

5

Terbit Perizinan

NIB dan/atau perizinan berusaha diterbitkan sesuai tingkat risiko.

Diagram 1 • Kewenangan Penerbitan

Kewenangan Penerbitan dan Sektor PBBR

22 Sektor + 4 Sektor
Kewenangan Penerbitan PBBR

Instansi / Pejabat Berwenang

  • Lembaga OSS
  • Lembaga OSS atas nama Menteri/Kepala
  • Menteri/Kepala Lembaga
  • Kepala DPMPTSP Provinsi
  • Kepala DPMPTSP Kabupaten/Kota
  • Administrator KEK
  • Kepala Badan Pengusahaan KPBPB
  • Kepala OIKN
Layanan PBBR
  1. Kelautan dan perikanan
  2. Pertanian
  3. Kehutanan
  4. Energi dan sumber daya mineral
  5. Ketenaganukliran
  6. Perindustrian
  7. Perdagangan dan metrologi legal
  8. Pekerjaan umum dan perumahan rakyat
  9. Transportasi
  10. Kesehatan, obat, dan makanan
  11. Pendidikan dan kebudayaan
  12. Pariwisata
  1. Keagamaan
  2. Pos, telekomunikasi dan penyiaran
  3. Pertahanan dan keamanan
  4. Ekonomi kreatif
  5. Informasi geospasial
  6. Ketenagakerjaan
  7. Perkoperasian
  8. Penanaman modal
  9. Penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik
  10. Lingkungan hidup
Sektor khusus lainnya: sektor keuangan; perdagangan berjangka komoditi, sistem resi gudang dan pasar lelang komoditas; riset dan inovasi; serta infrastruktur digital.
22Sektor layanan utama
4Sektor lainnya

Prinsip

Penerbitan dilakukan sesuai kewenangan pusat, provinsi, kabupaten/kota dan kawasan khusus melalui OSS.

Diagram ini disederhanakan dari referensi visual yang diberikan agar terbaca jelas pada desktop dan perangkat seluler.
Diagram 2 • Proses Pengajuan

Alur Proses Pengajuan PBBR dan PB-UMKU

OSS-RBA
Tahap Memulai Kegiatan Usaha
Pemilihan Bidang Usaha & Pengisian Data Usaha
Risiko Rendah (R)
Risiko Menengah Rendah (MR)
Risiko Menengah Tinggi (MT)
Risiko Tinggi (T)
Persyaratan Dasar
Pemenuhan Persyaratan Dasar
KKPR
Persetujuan Lingkungan
PBG & SLF
NIB
Tahap Menjalankan Kegiatan Usaha
Pemenuhan Persyaratan Sektoral
NIB + Sertifikat Standar / Izin Terverifikasi
Izin Terbit
Sub-Tahap Operasional / Komersial
Pengajuan dan Pemenuhan Persyaratan PB-UMKU
PB-UMKU Terbit
PB-UMKU Terbit
PB-UMKU Terbit
Verifikasi Persyaratan Dasar
Verifikasi Persyaratan Izin / Sertifikat Standar
Verifikasi Persyaratan PB-UMKU
Alur dibuat sebagai diagram HTML/CSS, sehingga teks tetap tajam, responsif, dan tidak bergantung pada resolusi gambar sumber.
Jenis-Jenis Perizinan

Sektor yang dilayani melalui sistem perizinan berusaha

Perizinan menjadi tanggung jawab Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu dengan mengoperasikan OSS-RBA (Online Single Submission – Risk Based Approach). Sistem ini memudahkan pelaku usaha dalam mengurus berbagai izin usaha secara elektronik.

PerikananPertanianPerindustrianPerdagangan Pekerjaan UmumPerusahaan RakyatTransportasiKesehatan PendidikanPariwisataPosTelekomunikasi
Kewenangan dan Alur Perizinan OSS

Referensi alur resmi dari dokumen investasi

Diagram OSS
Diagram Kewenangan dan Alur Perizinan OSS
Gambar ditampilkan dengan mode contain agar diagram tidak dipaksa membesar atau terpotong ketika resolusi sumber terbatas.
Alur Proses Pengajuan

PBBR dan PB-UMKU

Referensi Visual
Alur proses pengajuan PBBR dan PB-UMKU
Realisasi Investasi 2025

Tabel investasi utama

Top 5 Sektor Berdasarkan Tambahan Investasi

2025
No.SektorTambahan Investasi
1Industri Barang dari Kulit dan Alas KakiRp570.569.460.056
2Industri Logam, Mesin dan ElektronikaRp508.104.478.680
3Perdagangan dan ReparasiRp111.774.668.932
4Industri TekstilRp85.273.880.233
5Industri MakananRp77.904.998.144

Top 5 Negara Berdasarkan Tambahan Investasi

PMA 2025
No.NegaraTambahan Investasi
1Korea SelatanRp588.375.074.832
2R.R. TiongkokRp239.101.673.857
3Kepulauan CaymanRp205.000.000.000
4Kepulauan MarshallRp132.709.282.464
5SingapuraRp97.802.951.619

Top 5 Perusahaan PMA

2025
No.PerusahaanTambahan Investasi
1Dynamic Design IndonesiaRp506.829.823.367
2Victory Chingluh IndonesiaRp205.000.000.000
3Long Rich IndonesiaRp130.809.282.464
4Indonesia Dreamers SportsRp66.348.788.046
5Hwa Fong Rubber IndonesiaRp66.178.491.903

Top 5 Perusahaan PMDN

2025
No.PerusahaanTambahan Investasi
1Indofood CBP Sukses MakmurRp243.747.815.331
2Jaya Biokimil IndonesiaRp171.508.814.394
3Pertamina Bina Medika IHCRp107.799.359.057
4Dharma PolimetalRp94.057.642.115
5Indocement Tunggal PrakarsaRp92.856.978.094
PIDII • Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Cirebon
Perkembangan Sektor Utama Kabupaten Cirebon
Kabupaten Cirebon • Jawa Barat

Perkembangan Sektor Utama Kabupaten Cirebon

Potensi pertanian, perikanan, industri, perdagangan, energi dan pariwisata membentuk basis ekonomi daerah yang beragam dan saling mendukung.

Sektor Ekonomi Strategis

Empat kelompok sektor utama dalam pengembangan wilayah

Halaman ini menyajikan perkembangan sektor utama Kabupaten Cirebon dalam format web yang lebih ringkas, visual dan mudah dibaca, dengan tabel komoditas pertanian disatukan dalam satu blok data.

Pertanian tanaman pangan Kabupaten Cirebon
Komoditas pertanian Cirebon
01 • Sektor Pertanian

Pertanian Tanaman Pangan

Kawasan Tanaman Pangan berada di seluruh kecamatan dengan luas sekitar 48.683 ha. Pada tahun 2024, luas tanam padi sebesar 91.395 ha dan luas panen padi sebesar 90.587 ha, dengan produksi 683.880 ton Gabah Kering Panen.

Luas panen jagung sebesar 4.630 ha dengan produksi 44.581 ton. Ubi jalar memiliki luas panen 124 ha dengan produksi 2.730 ton. Kedelai memiliki luas panen 56,5 ha dengan produksi 48,9 ton.

Hortikultura

Kawasan Hortikultura seluas sekitar 6.050 ha berada di 26 kecamatan. Pada tahun 2024, produksi buah-buahan terbesar adalah mangga sebesar 422.801 kuintal, diikuti pisang sebesar 58.485 kuintal. Produksi sayuran didominasi bawang merah dan cabai besar, masing-masing sebesar 320.944 kuintal dan 41.537 kuintal.

48.683 haKawasan tanaman pangan
90.587 haLuas panen padi 2024
683.880 tonProduksi GKP
6.050 haKawasan hortikultura
Tabel Komoditas Pertanian

Tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan

Seluruh data komoditas disajikan dalam satu tabel utuh dengan empat kolom: No., Jenis Komoditi, Luas Lahan / Populasi, dan Produksi.

Geser tabel ke kanan pada layar HP untuk melihat seluruh kolom.
No. Jenis Komoditi Luas Lahan / Populasi Produksi
ATanaman Pangan
1Padi90.587 haGKP 683.880 ton
2Jagung4.630 ha44.581 ton
3Kedelai56,5 ha48,9 ton
4Kacang Hijau1.887 ha1.540 ton
5Kacang Tanah10 ha13,7 ton
6Ubi Jalar124 ha2.730 ton
7Ubi Kayu48,25 ha969 ton
BHortikultura – Sayuran
1Bawang Merah3.205 ha320.994 kuintal
2Bayam11 ha417 kuintal
3Cabai Besar372 ha41.537 kuintal
4Cabai Keriting2 ha87 kuintal
5Cabai Rawit13 ha944 kuintal
6Jamur Tiram2.750 m²218 kg
7Jamur Merang141.148 m²16.502 kg
8Kacang Panjang18 ha1.144 kuintal
9Kangkung31 ha2.806 kuintal
10Ketimun18 ha2.702 kuintal
11Petsai20 ha1.836 kuintal
12Terung7 ha1.119 kuintal
13Tomat1 ha10 kuintal
14Melon15 ha2.020 kuintal
15Semangka17 ha1.730 kuintal
BHortikultura – Biofarmaka
1Jeruk Nipis535 pohon14.482 kg
2Mahkota Dewa60 pohon720 kg
3Serai61.380 m²396.240 kg
4Jahe6.800 m²28.000 kg
5Kapulaga300 m²360 kg
6Kencur3.700 m²12.920 kg
7Kunyit5.500 m²9.678 kg
8Lengkuas5.580 m²14.720 kg
9Mengkudu180 pohon3.785 kg
10Temulawak800 m²2.800 kg
11Sambiloto200 m²735 kg
BHortikultura – Buah-BuahanProduksi dalam kuintal
1Alpukat384
2Belimbing963
3Duku / Langsat / Kokosan / Lansium743
4Durian6.738
5Jambu Biji9.179
6Jambu Air16.944
7Jeruk Siam / Keprok87
8Mangga422.801
9Manggis6
10Nangka / Cempedak5.543
11Pepaya10.313
12Pisang54.485
13Rambutan2.624
14Salak248
15Sawo4.421
16Sirsak938
17Sukun1.713
18Anggur34
19Buah Naga13
20Jeruk Lemon155
21Lengkeng591
22Melinjo5.919.233
23Petai9.668
CPerkebunan
1Kelapa (tahunan)770,83 ha239,68 ton
2Tebu (semusim)4.571,55 ha21.305,68 ton
DPeternakan
1Sapi Perah100 ekorDaging: 3.025 kg; Susu: 263.906 liter
2Sapi Potong4.200 ekorDaging: 3.739.706 kg
3Kerbau1.749 ekorDaging: 2.287 kg
4Kuda127 ekor
5Kambing21.745 ekorDaging: 16.249 kg
6Domba308.482 ekorDaging: 1.930.252 kg
7Kelinci2.559 ekorDaging: 1.827 kg
DUnggas
1Ayam Buras1.387.653 ekorDaging: 1.335.689 kg; Telur: 2.972.441 kg
2Ayam Petelur69.907 ekorDaging: 71.800 kg; Telur: 881.684 kg
3Ayam Pedaging4.06.744 ekorDaging: 26.090.311 kg
4Itik / Entog215.475 ekorDaging: 129.541 kg; Telur: 1.187.869 kg

Catatan tabel

  • Satuan populasi peternakan menggunakan ekor.
  • Produksi peternakan disajikan dalam daging, susu, dan telur sesuai data sumber.
  • Angka tabel mengikuti bahan visual sumber dan tidak direkonsiliasi dengan angka narasi bila terdapat perbedaan.

Ringkasan Pertanian Lanjutan

  • Kawasan Peternakan ±82 ha di Ciledug, Karangwareng, Pasaleman dan Waled.
  • KP2B ±44.093 ha di 39 kecamatan.
  • Kawasan Perkebunan Rakyat ±2.543 ha.
  • Hutan Produksi Tetap 1.872 ha dan Hutan Produksi Terbatas 3.332 ha.
Peternakan dan perkebunan Cirebon
Komoditas kelapa Cirebon
Pertanian Lanjutan

Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan

Peternakan. Kawasan Peternakan seluas sekitar 82 ha berada di Kecamatan Ciledug, Karangwareng, Pasaleman, dan Waled. Tiga kawasan—Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan—ditetapkan sebagai Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) dengan luas sekitar 44.093 ha di 39 kecamatan.

Perkebunan. Kawasan Perkebunan Rakyat seluas sekitar 2.543 ha berada di Kecamatan Astanajapura, Beber, Ciledug, Ciwaringin, Depok, Dukupuntang, Gempol, Karangwareng, Lemahabang, Pabedilan, Pangenan, Pasaleman, Sedong, Susukan, Susukan Lebak, Talun, dan Waled.

Kehutanan. Kawasan Hutan Produksi Tetap seluas 1.872 ha berada di Kecamatan Dukupuntang, Karangwareng, Pasaleman, Sedong, dan Waled. Kawasan Hutan Produksi Terbatas seluas 3.332 ha berada di Kecamatan Ciwaringin, Dukupuntang, Gempol, dan Pasaleman.

Sektor perikanan Kabupaten Cirebon
02 • Sektor Perikanan

Budidaya perikanan dan produksi garam

Kawasan Perikanan Budidaya seluas sekitar 2.546 ha berada di Kecamatan Gebang, Gunung Jati, Kapetakan, Losari, dan Suranenggala.

Produksi Perikanan Budidaya tahun 2025 berjumlah 46.785,98 ton, terdiri dari Budidaya Laut 13.809,20 ton, Budidaya Air Payau 27.330,02 ton, dan Budidaya Air Tawar 5.711,76 ton, didukung SDM sebanyak 10.145 pembudidaya ikan.

Produksi garam didukung lahan aktif seluas 1.308 ha, produksi tahun 2025 sebesar 3.985 ton, dan jumlah petambak garam sebesar 1.1.069 orang. Seluruh kawasan penggaraman berjumlah sekitar 2.974 ha dan berada di Kecamatan Astanajapura, Gebang, Gunung Jati, Kapetakan, Mundu, Pangenan, dan Suranenggala.

46.785,98 tonTotal produksi budidaya 2025
27.330,02 tonBudidaya air payau
10.145Pembudidaya ikan
2.974 haKawasan penggaraman
03 • Industri, Perdagangan dan Energi

Basis industri dan utilitas wilayah

Jumlah unit usaha industri unggulan di Kabupaten Cirebon tahun 2025 sebanyak 6.353 unit dan menyerap tenaga kerja 128.444 orang. Usaha terbanyak adalah industri meubel/kerajinan rotan dan juga menjadi yang terbesar dalam menyerap tenaga kerja. Nilai investasi mencapai Rp607.955.870 dengan nilai produksi Rp3.959.590.735.

Pelayanan kelistrikan tercatat 12.432.736.020 KW daya terpasang; 2.086.194.732 KWh produksi; dan 1.916.028.160 KWh listrik terjual kepada 748.697 pelanggan.

Pelanggan air bersih PDAM sebanyak 42.026 pelanggan, 157 desa telah terlayani, dengan distribusi 7.584.834 m³.

Kawasan pertambangan batuan seluas sekitar 438 ha berada di Astanajapura, Beber, Dukupuntang, Gempol, Greged, Palimanan, dan Susukan Lebak. Kawasan pembangkitan tenaga listrik seluas sekitar 334 ha berada di Astanajapura, Mundu, dan Pangenan. Kawasan peruntukan industri seluas sekitar 4.988 ha berada di 22 kecamatan.

6.353Unit usaha industri unggulan
128.444Tenaga kerja terserap
748.697Pelanggan listrik
42.026Pelanggan PDAM
Pariwisata Kabupaten Cirebon
Bukit Golf Ciperna
Agrowisata Cirebon
04 • Sektor Pariwisata

Kawasan pariwisata sekitar 277 ha

Kawasan Pariwisata Kabupaten Cirebon memiliki luas kurang lebih 277 ha dan mencakup beberapa kawasan unggulan.

1. Bukit Golf Ciperna — Kecamatan Beber dan Talun.
2. Kawasan Agro Wisata Sedong — Kecamatan Sedong.
3. Kawasan Batik Trusmi — Kecamatan Plered dan Weru.
4. Pantai Baro — Kecamatan Gebang.
5. Setu Patok — Kecamatan Mundu.
6. Lokasi Pariwisata — pengembangan destinasi lainnya di Kabupaten Cirebon.
Galeri Sektor Utama

Komoditas, budidaya, industri dan pariwisata

Sektor Pariwisata Kabupaten Cirebon - Wisata Belanja
SEKTOR PARIWISATA KABUPATEN CIREBON

A. WISATA BELANJA

Ragam sentra belanja khas Kabupaten Cirebon yang mempertemukan kekuatan budaya, kerajinan, industri rumahan, dan produk oleh-oleh daerah.

A

Wisata Belanja

Batik Trusmi

Batik Trusmi

Di Desa Trusmi dan Panembahan, dapat dijumpai banyak home industry yang menjual batik khas Cirebon. Sentra batik ini akan lebih ramai pada akhir pekan oleh pembeli yang datang dari luar kota dan luar negeri. Motif batik yang terkenal dari kawasan ini adalah motif Mega Mendung.

Pasar Kue Setu

Pasar Kue Setu

Pasar Kue Setu terletak di Kecamatan Plered. Kue-kue yang penjualannya tersebar hingga ke hampir seluruh Indonesia dan kebanyakan berupa camilan ini diproduksi oleh industri rumahan di Desa Setu dan sekitarnya. Camilan khas Cirebon yang sangat cocok dijadikan oleh-oleh ini mayoritas bernama unik, di antaranya kerupuk kulit kerbau/rambak, kerupuk melarat, kerupuk geol, kerupuk upil, kerupuk gendar, kerupuk jengkol, jagung marning, rengginang mini, emping, kelitik, kue atom, maypilow, kembang andul, ladu, simpil, gapit, otokowok, opak, welus, sagon, dan masih banyak lagi. Di sekitar Plered, banyak pula ditemui penjual sandal karet, yang penjualannya sudah menyebar ke seluruh Nusantara.

Video Pariwisata Kabupaten Cirebon

Materi video pendukung sektor pariwisata.

Wisata Religi Kabupaten Cirebon
SEKTOR PARIWISATA KABUPATEN CIREBON

B. Wisata Religi

Rangkaian situs ziarah, petilasan, makam keramat, dan tempat bersejarah yang menjadi bagian penting dari kekayaan wisata religi Kabupaten Cirebon.

B

Wisata Religi Kabupaten Cirebon

Situs dan Destinasi Religi

Makam Sunan Gunung Jati; Situs Batu Tulis Huludayeuh; Petilasan Cimandung (Situs Keramat Cimandung di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, merupakan tempat petilasan Raden Walangsungsang. Selain sebagai situs sejarah, tempat ini juga menjadi tujuan wisata religi yang populer di wilayah tersebut. Area persawahan di situs ini menjadi obat untuk menggugurkan kepenatan. Wisatawan bisa berduduk santai sembari menikmati suasana keramat dan menenangkan); Situs Pasanggrahan Balong Biru; Balong Keramat Tuk; Makam Keramat Megu; Situs Lawang Gede; Makam Nyi Mas Gandasari; Makam Syekh Magelung Sakti; Makam Talun; Makam Buyut Trusmi; Makam P. Jakatawa dan Syekh Bentong; dan Makam Nyi Mas Pakungwati Warujaya.

Wisata Religi Kabupaten Cirebon

Destinasi Wisata Religi

Makam Sunan Gunung Jati
Situs Batu Tulis Huludayeuh
Petilasan Cimandung
Situs Pasanggrahan Balong Biru
Balong Keramat Tuk
Makam Keramat Megu
Situs Lawang Gede
Makam Nyi Mas Gandasari
Makam Syekh Magelung Sakti
Makam Talun
Makam Buyut Trusmi
Makam P. Jakatawa dan Syekh Bentong
Makam Nyi Mas Pakungwati Warujaya
Wisata Alam Kabupaten Cirebon
SEKTOR PARIWISATA KABUPATEN CIREBON

WISATA ALAM

Empat belas destinasi wisata alam Kabupaten Cirebon, mulai dari kawasan perbukitan, agrowisata, mata air panas, hutan wisata, waduk, hingga ekowisata mangrove.

01
WISATA ALAM

Lapangan Golf Ciperna

Kawasan ini berada di tepi jalan raya Cirebon-Kuningan dengan kontur tanah berbukit berjarak 5 km ke selatan dari Kota Cirebon, berada pada ketinggian 200 m di atas permukaan laut. Daya tarik utama kawasan ini adalah keindahan pemandangan Kota Cirebon dengan latar belakang laut lepas ke arah utara, sedangkan ke arah selatan Gunung Ciremai menghadirkan suasana yang menarik. Berdasarkan Perda Nomor 25 Tahun 1996, kawasan wisata Ciperna ditetapkan seluas 300 ha yang diperuntukkan bagi lima ruang kawasan pengembangan: Kawasan Wisata Agro Griya; Kawasan Wisata Agro Tirta; Kawasan Agro Wisata I; Kawasan Agro Wisata II; dan Kawasan Landmark.

Lapangan Golf Ciperna 1
Lapangan Golf Ciperna 2
Video Lapangan Golf Ciperna
02
WISATA ALAM

Belawa

Lokasi wisata ini berjarak kira-kira 25 km dari Kota Sumber ke arah timur. Objek wisata ini memiliki daya tarik kura-kura yang mempunyai ciri khusus di punggung dengan nama latin Aquatic Tortose: Ortilia Norneensis. Keberadaannya di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, menyimpan legenda menarik. Menurut penelitian, kura-kura ini merupakan spesies langka dan patut dilindungi. Objek wisata ini direncanakan untuk dikembangkan menjadi taman kura-kura atau taman reptilia.

Belawa 1
Belawa 2
Video Belawa
03
WISATA ALAM

Kawasan Agrowisata Sedong

Terletak di Kecamatan Sedong sekitar 26 km dari pusat Kota Sumber, dengan luas lahan 62,5 ha. Selain mempunyai panorama yang indah, situ ini juga disebut situ pengasingan yang merupakan tempat rekreasi air dan pemancingan.

Kawasan Agrowisata Sedong 1
Kawasan Agrowisata Sedong 2
Video Kawasan Agrowisata Sedong
04
WISATA ALAM

Banyu Panas Palimanan

Objek wisata ini terletak di Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, sekitar 16 km dari Kota Cirebon ke arah Bandung. Destinasi ini merupakan pemandian air panas dengan kadar belerang yang dipercaya dapat membantu mengatasi penyakit kulit. Pemandian air panas berada di sekitar bukit Gunung Kapur, Gunung Kromong, dengan keistimewaan mata air yang selalu berpindah-pindah.

Banyu Panas Palimanan 1
Banyu Panas Palimanan 2
Video Banyu Panas Palimanan
05
WISATA ALAM

Batu Lawang

Berlokasi di Desa Cupang, Kecamatan Gempol, Batu Lawang merupakan destinasi wisata alam dengan kontur wilayah yang masih sangat alami. Terdapat area perbukitan serta lereng hijau yang asri, cocok untuk kegiatan hiking dan fotografi alam.

Batu Lawang 1
Batu Lawang 2
Video Batu Lawang
06
WISATA ALAM

Hutan Wisata Plangon

Objek wisata Plangon berlokasi di Desa Babakan, Kecamatan Sumber, sekitar 10 km dari Kota Cirebon. Tempat rekreasi ini memiliki panorama alam yang indah dan dihuni sekelompok monyet liar. Selain tempat rekreasi, terdapat makam Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan. Puncak kegiatan ziarah Plangon biasa berlangsung pada 2 Syawal, 11 Dzulhijjah, dan 27 Rajab. Untuk pengembangan wisata ini tersedia lahan sekitar 10 ha dengan status tanah milik Kesultanan. Kapasitas pengunjung rata-rata sekitar 58.000 pengunjung per tahun.

Hutan Wisata Plangon 1
Hutan Wisata Plangon 2
Video Hutan Wisata Plangon
07
WISATA ALAM

Setu Patok

Kawasan Wisata Setu Patok memiliki luas 175 hektar. Setu Patok terletak di Desa Setu, Kecamatan Mundu, sekitar 6 km dari Kota Cirebon ke arah Tegal. Selain panorama indah, tersedia sarana rekreasi air dan pemancingan. Waduk Setu Patok menawarkan pemandangan tenang dengan latar perbukitan hijau. Lahan negara seluas 7 hektar di lokasi ini berpotensi dikembangkan. Prasarana yang diperlukan antara lain pembuatan dermaga, pengadaan perahu motor, sarana pemancingan, dan pembangunan rumah makan artistik.

Setu Patok 1
Setu Patok 2
Video Setu Patok
08
WISATA ALAM

Cikalahang dan Situ Pejaten

Kawasan Cikalahang berkembang dengan daya dukung alam dan perikanan. Akses menuju Telaga Remis melalui Desa Cikalahang memberi keuntungan bagi masyarakat sekitar. Kawasan ini berkembang menjadi tujuan wisata kuliner, khususnya rumah makan ikan bakar. Sumber air dari kaki Gunung Ciremai membuka peluang pengembangan kolam renang alami dengan fasilitas modern serta bumi perkemahan. Kawasan ini terletak sekitar 6 km dari Kota Sumber dan 1 km dari jalan alternatif Cirebon–Majalengka.

Cikalahang dan Situ Pejaten 1
Cikalahang dan Situ Pejaten 2
Video Cikalahang dan Situ Pejaten
09
WISATA ALAM

Wana Wisata Ciwaringin

Hutan wisata yang menampilkan keindahan alam dan banyak ditumbuhi pohon kayu putih. Menyediakan lokasi bagi penggemar jalan kaki dan arena motor cross. Di lokasi ini juga terdapat Danau Ciranca bagi penggemar memancing. Berlokasi di Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, 17 km dari Kota Sumber.

Wana Wisata Ciwaringin 1
Wana Wisata Ciwaringin 2
Video Wana Wisata Ciwaringin
10
WISATA ALAM

Cikabon Ciledug Kulon

Berlokasi di Desa Cikulak Kidul, Kecamatan Waled, Cikabon Ciledug Kulon merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan kolam renang dan area bermain anak. Tempat ini ideal untuk rekreasi keluarga dengan suasana alam yang menyegarkan.

Cikabon Ciledug Kulon 1
Cikabon Ciledug Kulon 2
Video Cikabon Ciledug Kulon
11
WISATA ALAM

Bukit Maneungteung (Ajimut)

Terletak di Kecamatan Waled, Bukit Maneungteung atau dikenal juga sebagai Bukit Ajimut menawarkan pemandangan alam yang memukau. Namun, perlu diwaspadai bahwa kawasan ini rawan longsor saat musim hujan.

Bukit Maneungteung (Ajimut) 1
Bukit Maneungteung (Ajimut) 2
Video Bukit Maneungteung (Ajimut)
12
WISATA ALAM

Taman Raden Benadi

Berlokasi di Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Taman Raden Benadi merupakan taman wisata berbasis danau dengan latar belakang Gunung Ciremai. Tempat ini cocok untuk rekreasi keluarga dan menikmati keindahan alam.

Taman Raden Benadi 1
Taman Raden Benadi 2
Video Taman Raden Benadi
13
WISATA ALAM

Mangrove Pangenan

Ekowisata mangrove ini berada di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangenan. Destinasi ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian kawasan pesisir Kabupaten Cirebon dan memiliki walking track sepanjang 100 meter. Hutan mangrove di Pangarengan menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi saat berwisata di Cirebon.

Mangrove Pangenan 1
Mangrove Pangenan 2
Video Mangrove Pangenan
14
WISATA ALAM

Mangrove Kasih Sayang

Terletak di Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Wisata Zona Mangrove Kasih Sayang menawarkan keindahan alam muara sungai dan ekosistem mangrove. Fasilitas yang tersedia antara lain balai pertemuan, kafetaria, dan jalur tracking.

Mangrove Kasih Sayang 1
Mangrove Kasih Sayang 2
Video Mangrove Kasih Sayang
Tabel Lokasi Pariwisata Kabupaten Cirebon

Tabel Lokasi Pariwisata Kabupaten Cirebon

Daftar lokasi pariwisata dan kecamatan berdasarkan data pada gambar sumber.

No. Lokasi Pariwisata Kecamatan
1Agrowisata Gedong GincuKecamatan Sedong
2Agrowisata Mata Air Jambe RacakKecamatan Pasaleman
3Agrowisata Pepaya CaliforniaKecamatan Pasaleman
4Banyu Panas GempolKecamatan Gempol
5Batu LawangKecamatan Gempol
6Bukit BambuKecamatan Beber
7Bukit KawasimemutKecamatan Dukupuntang
8Bukit Pasir ParatKecamatan Dukupuntang
9Curug CigentongKecamatan Dukupuntang
10Curug CigetrukKecamatan Dukupuntang
11Danau CirancaKecamatan Gempol
12Embung SarwadadiKecamatan Talun
13Ex Pabrik Gula KarangsuwungKecamatan Karangsembung
14Gedung KesenianKecamatan Gegesik
15Gerabah SitiwinangunKecamatan Jamblang
16Goa PatapanKecamatan Mundu
17Goa SimacanKecamatan Mundu
18Hutan Kota SumberKecamatan Sumber
19Hutan Mangroove MundupesisirKecamatan Mundu
20IpukanKecamatan Gempol
21Kawasan Agrowisata KamarangKecamatan Greged
22Kawasan Bahari MertasingaKecamatan Gunung Jati
23Kawasan Batik CiwaringinKecamatan Ciwaringin
24Kawasan Bukit AjimutKecamatan Waled
25Kawasan Bukit GronggongKecamatan Beber
26Kawasan CikalahangKecamatan Dukupuntang
27Kawasan Kota Tua JamblangKecamatan Jamblang
28Kawasan Kuliner Empal GentongKecamatan Tengah Tani
29Kawasan Puser Bumi Gunung JatiKecamatan Gunung Jati
30Kawasan Sindang JawaKecamatan Dukupuntang
31Kerajinan Kerang MultidimensiKecamatan Tengah Tani
32Kerajinan Rotan GalmantroKecamatan Weru
33Makam Ki Buyut TrusmiKecamatan Plered
34Makam Mbah Kuwu SangkanKecamatan Talun
35Makam Nyi Mas GandasariKecamatan Panguragan
36Makam Sunan Gunung JatiKecamatan Gunung Jati
37Makam Syeh Magelung SaktiKecamatan Kapetakan
38Makam Syekh Datul KafiKecamatan Gunung Jati
39Mangrove BondetKecamatan Gunung Jati
40Mangrove Caplok BarongKecamatan Losari
41Masjid KeramatKecamatan Depok
42Masjid Kuno GamelKecamatan Plered
43Mesjid Keramat KebagusanKecamatan Jamblang
44Pantai EnderKecamatan Pangenan
45Pantai BaroKecamatan Gebang
46Paralayang Pasir SalaweKecamatan Sedong
47Persawahan CijelaweKecamatan Mundu
48Petilasan Sunan BonangKecamatan Gempol
49PlangonKecamatan Sumber
50River Tubing KubangKecamatan Talun
51Setu SedongKecamatan Sedong
52Situs Balong SumberKecamatan Sumber
53Situs Buyut GerudaKecamatan Gegesik
54Situs Nyimas Endang GeulisKecamatan Klangenan
55Taman Ayunan JatiKecamatan Karangsembung
56Taman Cikuya BelawaKecamatan Lemahabang
57Taman CiledugKecamatan Ciledug
58Taman KabuyutanKecamatan Ciledug
59Taman Kebon JatiKecamatan Ciledug
60Taman SiwalkKecamatan Mundu
Sektor Kuliner Kabupaten Cirebon
KABUPATEN CIREBON • PARIWISATA

2. SEKTOR KULINER

Kawasan kuliner dan ragam makanan khas Cirebon yang menjadi bagian penting dari pengalaman wisata daerah.

Kawasan dan Kuliner Khas Cirebon

Disajikan dalam format kartu non-accordion agar tetap mudah dibaca namun tidak terasa terlalu memanjang.

Kawasan Gronggong Beber
01Kawasan Kuliner

Kawasan Gronggong Beber

Kawasan Gronggong terletak di sepanjang jalan Cirebon-Kuningan, berada di Desa Patapan, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Kawasan ini memiliki kontur berbukit sehingga cocok dikembangkan sebagai wisata alam, akomodasi, dan kuliner dengan panorama Cirebon dari ketinggian.

Kawasan Jalan Tuparev Kedawung
02Kawasan Kuliner

Kawasan Jalan Tuparev Kedawung

Kawasan ini terletak di sepanjang Jalan Tuparev, berada di Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Kawasan industri dan perdagangan yang berbatasan dengan Kota Cirebon ini cocok dikembangkan sebagai wisata urban/perkotaan, akomodasi, dan kuliner.

Nasi Jamblang
03Kuliner Khas

Nasi Jamblang

Sejarah nasi jamblang dimulai pada tahun 1847 ketika Pemerintah Kolonial Belanda membangun pabrik gula di wilayah Gempol Palimanan, pabrik gula Plumbon, dan pabrik spiritus di Palimanan. Kehadiran pabrik menarik tenaga kerja dari luar daerah. Ki Antara atau H. Abdulatif dan istrinya Ny. Pulung atau Ny. Tan Diaw Lun kemudian memberikan sedekah beberapa bungkus nasi menggunakan daun jati. Daun jati dipilih karena tidak mudah sobek dan membuat nasi tidak cepat basi.

Empal Gentong
04Kuliner Khas

Empal Gentong

Sejarah empal gentong berasal dari Desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Istilah empal di Cirebon adalah gulai. Disebut empal gentong karena dimasak paling sedikit lima jam dalam gentong atau kuali dengan bahan bakar khusus berupa kayu dari pohon asam. Tradisi turun-temurun ini menciptakan cita rasa dan tingkat kematangan daging yang khas.

Tahu Gejrot
05Kuliner Khas

Tahu Gejrot

Tahu gejrot pertama kali dibuat di Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Bahan utamanya adalah tahu gembos yang disajikan bersama kuah kecap, cabai rawit, bawang merah, dan gula merah. Kekhasannya juga terletak pada alat santap alami menggunakan biting dan piring dari tanah liat.

Mie Koclok
06Kuliner Khas

Mie Koclok

Mie koclok dibuat dari mie kuning yang dicampur kol, kubis, tauge, suwiran daging ayam, dan irisan telur, lalu disiram kuah santan dan bubur beras.

Bubur Sop Ayam
07Kuliner Khas

Bubur Sop Ayam

Makanan ini merupakan kombinasi bubur ayam dan sayur sop. Bubur disajikan dalam mangkuk dengan bumbu dan isian berupa kol, daun bawang, tauco, kuah sop dari kaldu sapi, suwiran ayam, serta kerupuk. Hidangan ini disajikan panas dan sangat cocok disantap pada malam hari.

Docang
08Kuliner Khas

Docang

Docang merupakan makanan khas yang memadukan lontong, daun singkong, tauge, dan kerupuk dengan kuah berbumbu oncom atau dage, yaitu semacam tempe gembos yang dihancurkan, lalu diberi parutan kelapa muda.

Nasi Lengko
09Kuliner Khas

Nasi Lengko

Makanan ini merupakan campuran nasi putih, tempe, tahu, mentimun, tauge, irisan daun kucai, bawang goreng, dan sambal kacang, lalu bagian atasnya diberi kecap manis.

4. Sektor Peternakan Kabupaten Cirebon
KABUPATEN CIREBON • SEKTOR POTENSIAL

4. SEKTOR PETERNAKAN

Kawasan peternakan potensial Kabupaten Cirebon mencakup pengembangan kambing/domba, sapi, ayam, dan itik/bebek, didukung ketersediaan lahan serta sumber pakan alami.

Kawasan/Sektor Potensial yang Dapat Dikembangkan

Pengembangan peternakan diarahkan pada kecamatan-kecamatan yang memiliki potensi lahan, hijauan pakan, dukungan tenaga kerja, infrastruktur, dan kesesuaian arah pengembangan wilayah.

A

Kawasan Potensial Berdasarkan Komoditas

Kambing / Domba

Kawasan peternakan kambing/domba diarahkan pada kecamatan yang memiliki dukungan pakan hijauan dan potensi pengembangan ternak.

MunduKarangsembungPabuaran

Sapi

Kawasan peternakan sapi potensial dikembangkan pada beberapa kecamatan yang memiliki daya dukung lahan dan akses yang memadai.

BabakanTengah TaniTalunWaledPabuaran

Ayam

Pengembangan peternakan ayam diarahkan pada kawasan yang memiliki potensi produksi dan dukungan lingkungan peternakan.

CiledugPabuaranWaled

Itik / Bebek

Kawasan peternakan itik/bebek memiliki potensi terutama di wilayah dengan karakter lahan dan sumber air yang mendukung.

KapetakanPanguraganSuranenggalaGunungjati
B

Kesimpulan dan Prioritas Pengembangan

  1. Ketersediaan hijauan pakan ternak cukup besar. Mayoritas pakan hijau ternak berasal dari limbah padi atau jerami.
  2. Prioritas pengembangan investasi dibagi menjadi tiga kawasan prioritas berdasarkan ketersediaan hijauan, kesesuaian RTRW, tenaga kerja, dan infrastruktur.

Kawasan Prioritas 1

Kawasan ini memiliki lahan dengan hijauan yang luas sebagai pakan alami, memiliki potensi untuk dikembangkan, sesuai arahan RTRW, memiliki jumlah tenaga kerja yang cukup dan infrastruktur yang memadai. Meliputi Kecamatan Ciwaringin, Gempol, Gegesik, Kaliwedi, Susukan, Arjawinangun, Panguragan, Kapetakan, Gunungjati, Suranenggala, Dukupuntang, Sumber, Depok, Beber, Talun, Waled, Pabuaran, Pasaleman, Pabedilan, dan Losari.

Kawasan Prioritas 2

Kawasan ini memiliki lahan dengan hijauan yang cukup sebagai pakan alami, namun kurang memiliki potensi untuk dikembangkan karena sudah terdapat kegiatan yang lebih dominan. Dalam RTRW kawasan masih diperbolehkan, tetapi tidak menjadi prioritas utama pengembangan wilayah. Meliputi Kecamatan Palimanan, Klangenan, Jamblang, Plumbon, Weru, Plered, Tengah Tani, dan Kedawung.

Kawasan Prioritas 3

Kawasan ini memiliki lahan dengan hijauan yang relatif kurang sebagai pakan alami, kurang memiliki potensi untuk dikembangkan, dan tidak sesuai dengan arahan RTRW karena peruntukan wilayah diarahkan untuk pengembangan bidang lain. Meliputi Kecamatan Astanajapura, Pangenan, Lemah Abang, Susukan Lebak, Sedong, dan Ciledug.

C

Lahan Potensial Pengembangan Peternakan

Sapi Potong

Lahan potensial terdapat di Kecamatan Gunungjati ±30 ha, Gegesik ±40 ha, Waled ±10 ha, dan Susukan ±20 ha.

Total indikatif ±100 ha

Domba dan Kambing

Lahan potensial pengembangan terdapat di Kecamatan Mundu, Gunungjati, Gegesik, Sumber, Jamblang, Talun, Losari, dan Pabedilan.

Luas ±100 ha

Ayam Ras

Lahan potensial pengembangan terdapat di Kecamatan Karangwareng, Talun, Beber, dan Gegesik.

Luas ±32 ha

Itik

Lahan potensial terdapat di Kecamatan Kapetakan, Gebang, Losari, Gunungjati, dan Panguragan.

Luas ±17 ha
5. Sektor Perikanan Kabupaten Cirebon
KABUPATEN CIREBON • SEKTOR POTENSIAL

5. SEKTOR PERIKANAN

Potensi perikanan budidaya dan produksi garam Kabupaten Cirebon didukung kawasan pesisir, tambak, kolam, sumber daya pembudidaya, serta peluang pengembangan industri pengolahan dan cold storage.

Produksi Perikanan dan Garam Tahun 2024

Produksi perikanan budidaya pada tahun 2024 berjumlah 43.772,56 ton, terdiri dari budidaya laut, tambak, dan kolam. Kabupaten Cirebon juga memiliki lahan tambak garam yang luas dengan produksi yang signifikan.

43.772,56 tonTotal produksi perikanan budidaya 2024
17.426,96 tonBudidaya laut
24.138,70 tonTambak
7.048,29 tonKolam
1

Budidaya Laut

Budidaya ikan laut di Kabupaten Cirebon sangat potensial dengan panjang pantai 54 km. Wilayah pantai yang dikembangkan meliputi Kecamatan Kapetakan, Gunungjati, Mundu, Astanajapura, Pangenan, Babakan, dan Losari.

Pengembangan tambak udang, tambak bandeng, dan rumput laut tersebar di Kecamatan Kapetakan, Gebang, Losari, Astanajapura, Pangenan, Cirebon Utara, dan Mundu.

Aktivitas Perikanan Laut Cirebon
Tambak Udang dan Bandeng

Peluang Investasi Budidaya Laut

Budidaya Kerang HijauPeluang pengembangan komoditas laut bernilai ekonomi.
Budidaya Rumput LautPotensi bahan baku untuk produk pangan dan industri.
Industri Pengolahan IkanDidukung ketersediaan potensi lahan sekitar 7.500 ha.
Cold StorageMendukung rantai dingin, distribusi, dan kualitas hasil perikanan.

Peluang

Industri pengolahan ikan dan industri cold storage yang didukung potensi lahan sekitar 7.500 ha.

Pemasaran

Pasar lokal dan ekspor.

Pola Investasi

Kemitraan.

2

Budidaya Air Payau

Budidaya air payau/tambak di Kabupaten Cirebon memiliki potensi sebesar 7.500 ha, meliputi Kecamatan Kapetakan, Gunungjati, Mundu, Astanajapura, Pangenan, Babakan, dan Losari.

Budidaya air payau di tambak Kabupaten Cirebon memiliki peluang pengembangan yang tersebar di wilayah pesisir Cirebon.

Tambak Air Payau
Potensi Tambak Cirebon

Peluang

Bibit ikan air tawar didukung potensi lahan yang cukup dan sumber air yang memadai.

Pemasaran

Pasar lokal.

Pola Investasi

Kemitraan.

Potensi Garam: luas lahan tambak garam mencapai 1.283,20 ha dengan produksi 91.459,00 ton dan didukung oleh 1.017 orang petambak garam.
6. Sektor Pertanian Kabupaten Cirebon
KABUPATEN CIREBON • SEKTOR POTENSIAL

6. SEKTOR PERTANIAN

Komoditas pertanian unggulan Kabupaten Cirebon mencakup buah, hortikultura, pangan, dan komoditas bernilai ekonomi dengan dukungan lahan potensial di berbagai kecamatan.

Komoditas Unggulan dan Lahan Potensial

Enam komoditas utama berikut menunjukkan potensi pengembangan pertanian Kabupaten Cirebon berdasarkan lokasi andalan dan luas lahan potensial yang tersedia.

Gedong Gincu
01 KOMODITAS UNGGULAN

Gedong Gincu

Lokasi andalan yang dikembangkan berada di Kecamatan Babakan, Ciledug, Pabedilan, Losari, Waled, dan Karangsembung, dengan luas lahan ±7.735 ha, serta di Kecamatan Sedong ±10.000 ha.

Potensi Lahan: ±17.735 ha
Bawang Merah
02 KOMODITAS UNGGULAN

Bawang Merah

Lokasi andalan berada di Kecamatan Losari, Babakan, Waled, dan Ciledug, dengan luas lahan potensial ±2.547 ha.

Potensi Lahan: ±2.547 ha
Cabai Merah
03 KOMODITAS UNGGULAN

Cabai Merah

Lokasi andalan berada di Kecamatan Babakan, Waled, Ciledug, dan Astanajapura, dengan luas lahan potensial ±703 ha.

Potensi Lahan: ±703 ha
Jamur
04 KOMODITAS UNGGULAN

Jamur

Wilayah potensial dikembangkan di Kecamatan Sumber, Dukupuntang, Palimanan, Susukan, Gegesik, Suranenggala, Sedong, Kapetakan, Klangenan, Jamblang, Panguragan dan Arjawinangun. Jamur merang di Kecamatan Susukan memiliki lahan potensial ±9,4 ha.

Potensi Lahan: ±9,4 ha
Jambu Biji
05 KOMODITAS UNGGULAN

Jambu Biji

Lokasi andalan yang dikembangkan berada di Kecamatan Panguragan, Ciwaringin, Gegesik, Klangenan, Dukupuntang, Mundu dan Gunungjati dengan luas lahan ±592 ha.

Potensi Lahan: ±592 ha
Jagung
06 KOMODITAS UNGGULAN

Jagung

Lokasi andalan yang bisa dikembangkan berada di Kecamatan Babakan, Ciledug, Pabedilan, Losari, Waled, dan Karangsembung dengan luas lahan ±2.463 ha. Jagung pipilan kering di Kecamatan Pasaleman, Gempol, dan Susukan memiliki luas sekitar ±11 ha.

Potensi Lahan: ±2.474 ha
7. Sektor Industri Kabupaten Cirebon
KABUPATEN CIREBON • SEKTOR POTENSIAL

7. SEKTOR INDUSTRI

Kawasan peruntukan industri Kabupaten Cirebon tersebar hampir di seluruh kecamatan, terutama pada koridor yang dilalui jalan arteri primer atau jalan nasional Pantura.

Kawasan Peruntukan Industri

Kawasan peruntukan industri di Kabupaten Cirebon tersebar hampir di seluruh kecamatan. Potensi utama pengembangan berada pada koridor-koridor yang dilalui ruas jalan arteri primer atau jalan nasional Pantura. Pola ruang kawasan industri diklasifikasikan menurut kegiatan industri besar, menengah, serta kecil dan mikro.

A

Kawasan Peruntukan Industri Besar

Kecamatan Mundu

Industri manufaktur.

Kecamatan Astanajapura

Industri manufaktur dan industri hasil tambang.

Kecamatan Pangenan

Industri manufaktur dan industri hasil tambang.

Kecamatan Babakan

Industri gula.

Kecamatan Lemahabang

Industri gula.

Kecamatan Gempol

Industri semen dan industri hasil tambang.

Kecamatan Gebang

Industri manufaktur dan industri penunjang wisata bahari.

Kecamatan Losari

Industri manufaktur, industri penunjang pertanian, dan industri penunjang perikanan.

B

Industri Menengah

Ciwaringin

Industri penunjang pariwisata.

Palimanan

Industri manufaktur.

Plumbon

Industri rotan.

Weru

Industri rotan.

Plered

Industri rotan.

Tengah Tani

Industri makanan.

Kedawung

Industri makanan.

Depok

Industri rotan.

Mundu

Industri soun.

C

Industri Kecil dan Mikro

Plered

BatikSandalMebeuler

Kapetakan

Perikanan Budidaya

Arjawinangun

Pertanian Tanaman PanganKonveksi

Weru

Makanan Olahan

Depok

MebeulerBatu Alam

Losari

Perikanan BudidayaBata Merah

Karangsembung

Bata MerahGenteng

Dukupuntang

Batu Alam

Gebang

Perikanan Tangkap

Pangenan

Garam

Astanajapura

Garam

Mundu

Garam

Plumbon

Sandal

Ciwaringin

Genteng Merah

Beber

Anyaman Bambu

Jamblang

Gerabah

Ringkasan: Pengembangan sektor industri Kabupaten Cirebon memiliki spektrum yang luas, mulai dari industri besar berbasis manufaktur, semen, tambang, gula, pertanian, dan perikanan hingga industri menengah dan industri kecil-mikro berbasis rotan, makanan, batik, sandal, mebeuler, batu alam, garam, genteng, anyaman bambu, dan gerabah.

Tabel Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Cirebon

TABEL POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN CIREBON

Tabulasi Data Potensi dan Peluang Investasi

No. Sektor Bidang Usaha / Proyek Investasi Lokasi Keterangan Peluang / Arah Pengembangan
1 Kawasan Wisata Pengembangan kawasan yang meliputi:
  • Pengembangan wisata minat khusus.
  • Zona Budaya dan Religi (±1.600 m²).
  • Zona Perdagangan dan Jasa.
  • Zona Wahana Permainan (±29.000 m²).
  • Zona Kuliner (±4.000 m²).
  • Zona Olahraga (±24.000 m²).
  • Zona Outbound (±3.000 m²).
  • Zona Perhotelan (±39.200 m²).
  • Zona Pengembangan lain (±24.000 m²).
Desa Gebang, Kecamatan Gebang. Infrastruktur yang mendukung yaitu:
  • Support transportasi jalan.
  • Dekat dengan Pelabuhan.
  • Dekat dengan Bandara.
  • Jaringan listrik dan telekomunikasi.
  • Sarana pendukung lainnya.
Pengembangan kawasan wisata dan fasilitas pendukung pariwisata.
2 Bidang Peternakan
  • Kawasan Peternakan Kambing/Domba.
  • Kawasan Peternakan Sapi.
  • Kawasan Peternakan Ayam.
  • Kawasan Peternakan Itik/Bebek.
Mundu, Karangsembung dan Pabuaran; Babakan, Tengah Tani, Talun, Waled dan Pabuaran; Ciledug, Pabuaran dan Waled; Kapetakan, Panguragan, Suranenggala dan Gunungjati. Prioritas pengembangan investasi dibagi menjadi 3 kawasan prioritas pengembangan. Pengembangan peternakan dengan dukungan ketersediaan hijauan pakan ternak dan kawasan potensial sesuai arahan pengembangan wilayah.
3 Zona Industri
  • Kawasan Peruntukan Industri Koridor Timur.
  • Kawasan Peruntukan Industri Koridor Barat.
  • Kawasan Peruntukan Industri Koridor Lain.
Jalur Arteri Mundu–Losari; jalur Arjawinangun–Weru; jalur Palimanan–Plumbon dan koridor industri lainnya. Pengembangan kawasan industri sebagai pusat kegiatan industri dan investasi pada koridor strategis Kabupaten Cirebon. Pengembangan industri memiliki potensi positif bagi investasi di Kabupaten Cirebon terutama pada koridor Mundu–Losari.
4 Sektor Pertanian Pengembangan pertanian:
  • Mangga Gedong Gincu ±7.735 ha dan Sedong ±10.000 ha.
  • Bawang Merah ±2.547 ha.
  • Cabai Merah ±703 ha.
  • Jamur ±9,4 ha.
  • Jambu Biji ±592 ha.
  • Jagung ±2.463 ha.
  • Jagung Pipilan ±11 ha.
Babakan, Ciledug, Pabedilan, Losari, Waled, Karangsembung, Sedong, Palimanan, Sumber, Dukupuntang, Susukan, Gegesik, Suranenggala, Kapetakan, Klangenan, Jamblang, Panguragan, Arjawinangun, Ciwaringin, Mundu, Gunungjati, Pasaleman dan Gempol. Komoditas unggulan pertanian meliputi mangga Gedong Gincu, bawang merah, cabai merah, jamur, jambu biji dan jagung. Pengembangan agribisnis, pengolahan hasil pertanian, peningkatan produktivitas, pemasaran, dan kemitraan investasi.
5 Sektor Perikanan
  • Budidaya Perikanan Laut/Marine Aquaculture.
  • Budidaya Perikanan Air Payau ±7.500 ha.
Kapetakan, Gunungjati, Mundu, Astanajapura, Pangenan, Babakan, Gebang dan Losari. Peluang investasi:
  • Budidaya kerang hijau.
  • Budidaya rumput laut.
  • Industri pengolahan ikan.
  • Industri cold storage.
Pemasaran: lokal dan ekspor.
Pola investasi: kemitraan.
Pengembangan budidaya laut dan air payau, pengolahan hasil perikanan, cold storage serta kemitraan usaha.
6 Sektor Industri Pengembangan Industri:
  • Rotan dan Furniture.
  • Batu Alam.
  • Kerajinan Kulit Kerang.
  • Kerajinan Batik.
  • Pakaian Jadi.
  • Makanan Ringan.
Plumbon, Weru, Depok, Palimanan, Plered, Dukupuntang, Pangenan, Astanajapura, Ciwaringin, Jamblang, Arjawinangun, Sumber, Kedawung dan Tengah Tani. Pengembangan industri berbasis potensi lokal, bahan baku, keterampilan masyarakat dan sentra produksi Kabupaten Cirebon. Peluang investasi industri pengolahan dan industri kreatif berbasis rotan, batu alam, batik, kerajinan, pakaian jadi serta makanan olahan.
7 Sektor Pariwisata Pengembangan dan penyempurnaan berbagai objek wisata yang meliputi Batu Lawang, Bukit Ajimut, Setu Patok, Plangon, Setu Sedong, Batik Trusmi, Bukit Gronggong, Siwalk, makam-makam keramat, serta objek wisata lainnya di Kabupaten Cirebon. Kabupaten Cirebon. Pengembangan dan peningkatan kualitas berbagai objek wisata, fasilitas pendukung, aksesibilitas, amenitas dan daya tarik wisata. Pengembangan destinasi wisata alam, religi, budaya, belanja, kuliner dan wisata buatan.
8 Sektor Kuliner Berbagai jenis makanan khas Cirebon banyak ditemukan di Kabupaten Cirebon, antara lain Nasi Jamblang, Empal Gentong, Tahu Gejrot, Mie Koclok, Bubur Sop Ayam, Docang, Nasi Lengko dan lainnya. Kabupaten Cirebon. Kuliner khas merupakan bagian dari daya tarik wisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Cirebon. Pengembangan sentra kuliner, peningkatan kualitas produk, kemasan, pemasaran, serta integrasi dengan kawasan wisata.
9 Sektor Kerajinan Lukisan Kaca, Kedok Topeng, Gerabah serta berbagai produk kerajinan khas Cirebon. Kabupaten Cirebon. Kerajinan merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif dan identitas budaya Kabupaten Cirebon. Pengembangan sentra kerajinan, peningkatan desain dan kualitas produk, pemasaran serta penguatan akses pasar.
Peta Interaktif Potensi Kabupaten Cirebon

Peta Interaktif Potensi Kabupaten Cirebon

Klik angka pada peta untuk menampilkan kotak potensi. Kotak tidak tampil sebelum titik dipilih.

Peta Potensi Kabupaten Cirebon
Posisi 40 hotspot mengikuti referensi gambar. Popup point 1–8 memakai gbr01, 9–16 gbr02, 17–24 gbr03, 25–32 gbr04, dan 33–40 gbr05.