

Cirebon Regency
Investment Showcase 2026
Menampilkan potensi, peluang, serta komitmen pelayanan investasi Kabupaten Cirebon secara komprehensif, akurat, dan transparan.
As-salāmu‘alaikum wa-raḥmatullāhi wa-barakātuh
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat menyelesaikan penyusunan “Cirebon Regency Investment Showcase 2026.” Penyusunan dan peluncuran dokumen ini merupakan langkah strategis DPMPTSP Kabupaten Cirebon untuk memberikan gambaran yang komprehensif, akurat, dan transparan mengenai potensi Kabupaten Cirebon kepada para investor.
Di tengah persaingan ekonomi global dan nasional yang semakin ketat, kita menyadari bahwa investasi merupakan salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Cirebon Regency Investment Showcase 2026 menampilkan berbagai sektor unggulan, meliputi budaya dan pariwisata, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, infrastruktur, serta beragam sumber daya potensial lainnya.
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui DPMPTSP berkomitmen penuh untuk memberikan kemudahan perizinan, kepastian layanan, dan pendampingan dalam setiap tahapan proses investasi di Kabupaten Cirebon.
Kami berharap dokumen ini dapat menjadi sumber informasi dan rujukan bagi para investor dalam mengambil keputusan yang tepat untuk berinvestasi di Kabupaten Cirebon.
Terakhir, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim penyusun, perangkat daerah terkait, serta semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penyusunan dokumen “Cirebon Regency Investment Showcase 2026.”
Wa‘alaikumsalām wa-raḥmatullāhi wa-barakātuh
Visi dan Misi
Arah pembangunan Kabupaten Cirebon untuk mewujudkan tata kelola, masyarakat, lingkungan, dan kehidupan sosial yang semakin baik, maju, serta berkelanjutan.
“CIREBON BERIMAN”
Bersih · Inovatif · Maju · Agamis · Aman
Lima Misi Kabupaten Cirebon
Penjabaran visi “Cirebon Beriman” ke dalam lima arah utama pembangunan daerah.
Kabupaten Cirebon Bersih
Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, melayani, akuntabel, dan profesional.
Kabupaten Cirebon Inovatif
Menciptakan ekosistem yang inovatif di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.
Kabupaten Cirebon Maju
Menciptakan masyarakat modern yang tidak meninggalkan jati diri, adat, dan budaya.
Kabupaten Cirebon Agamis
Menguatkan toleransi antarumat beragama sesuai dengan keyakinan para pemeluknya.
Kabupaten Cirebon Aman
Menciptakan lingkungan yang asri, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon.
Cirebon Beriman
Semangat pembangunan Kabupaten Cirebon yang bersih, inovatif, maju, agamis, dan aman.
Letak Geografis, Luas, dan Batas Wilayah
Gambaran posisi geografis, karakteristik wilayah, batas administratif, serta pembagian pemerintahan Kabupaten Cirebon.
Pesisir Laut Jawa dan Lereng Gunung Ciremai
Kabupaten Cirebon memiliki bentang wilayah yang beragam, mulai dari dataran rendah di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa hingga kawasan pegunungan di bagian barat daya pada Lereng Gunung Ciremai.
Kondisi Geografis dan Bentang Wilayah
Kabupaten Cirebon berada di kawasan pesisir Laut Jawa. Wilayahnya memiliki luas daratan sekitar 107.516,83 hektare dan garis pantai sepanjang 79,23 kilometer. Kabupaten Cirebon terletak di antara koordinat 6°30′58″–7°00′24″ Lintang Selatan dan 108°19′30″–108°50′30″ Bujur Timur.
Bagian utara Kabupaten Cirebon merupakan kawasan dataran rendah, sedangkan bagian barat daya berupa kawasan pegunungan yang merupakan bagian dari Lereng Gunung Ciremai. Bentuk daratan Kabupaten Cirebon memanjang dari arah barat laut menuju tenggara.
Permukaan daratan Kabupaten Cirebon dapat dibedakan menjadi kawasan dataran rendah di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa dan kawasan dataran tinggi yang berkembang menuju bagian selatan serta barat daya.
Kawasan dataran rendah antara lain meliputi Kecamatan Gegesik, Kaliwedi, Kapetakan, Arjawinangun, Panguragan, Klangenan, Cirebon Utara, Cirebon Barat, Weru, Astanajapura, Pangenan, Karangsembung, Waled, Ciledug, Losari, Babakan, Gebang, Palimanan, Plumbon, Depok, dan Pabedilan. Sementara itu, sebagian wilayah lainnya termasuk dalam kawasan dataran tinggi.
Batas Wilayah Kabupaten Cirebon
Berdasarkan posisi geografisnya, Kabupaten Cirebon berbatasan dengan wilayah berikut.
Sebelah Utara
Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, dan Laut Jawa
Sebelah Selatan
Kabupaten Kuningan
Sebelah Barat
Kabupaten Majalengka
Sebelah Timur
Provinsi Jawa Tengah
Wilayah Administratif
Pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon berada di Kecamatan Sumber, yang terletak di sebelah selatan Kota Cirebon. Wilayah administratif Kabupaten Cirebon terdiri atas kecamatan, kelurahan, desa, RW, dan RT.
Sejarah Hari Jadi Kabupaten Cirebon
Peristiwa merdekanya Cirebon dari kekuasaan Pajajaran tercatat dalam sejarah pada tanggal Dwa Dasi Sukla Pakca Cetra Masa Sahasra Patangatus Papat Ikang Sakakala. Tanggal tersebut bertepatan dengan 12 Safar 887 Hijriah atau 2 April 1482 Masehi, yang saat ini diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Cirebon.
Gambaran Wilayah Kabupaten Cirebon
Informasi visual mengenai posisi geografis, topografi, iklim, pesisir, dan kesesuaian lahan Kabupaten Cirebon.
Topografi, Iklim dan Kesesuaian Lahan
Gambaran karakter wilayah Kabupaten Cirebon dari bentang alam, iklim dan hidrografi hingga demografi, ketenagakerjaan, budaya dan bahasa.
Dari Pantai Utara hingga Lereng Gunung Ciremai
Kabupaten Cirebon memiliki karakter ruang yang beragam: dataran rendah Pantura di bagian utara, kawasan yang semakin meninggi ke selatan, jaringan sungai, serta kehidupan sosial budaya yang kuat sebagai identitas Cirebon.


Topografi
Letak daratannya memanjang dari Barat Laut ke Tenggara. Dilihat dari permukaan tanah/daratannya dapat dibedakan menjadi dua bagian. Wilayah Kecamatan yang terletak sepanjang jalur pantura termasuk pada dataran rendah dan bagian utara merupakan dataran rendah, sedangkan bagian barat daya berupa pegunungan, yakni Lereng Gunung Ciremai.
Daerah dataran rendah umumnya terletak di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa dengan ketinggian 0–10 m dari permukaan air laut, yaitu Gegesik, Kaliwedi, Kapetakan, Arjawinangun, Panguragan, Klangenan, Cirebon Utara, Cirebon Barat, Weru, Astanajapura, Pangenan, Karangsembung, Waled, Ciledug, Losari, Babakan, Gebang, Palimanan, Plumbon, Depok dan Pabedilan. Sebagian wilayah selatan berada pada dataran tinggi dengan ketinggian 11–130 m dari permukaan laut.


Iklim
Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson, keadaan iklim di Kabupaten Cirebon termasuk tipe C dan D. Karakteristik daerah dengan kategori ini beriklim tropis. Suhu udara rata-rata antara 27,57° dan 30,69°C. Rata-rata kelembaban udara naik dari 70,93% pada tahun 2023 menjadi 76,96% di tahun 2024.
Curah hujan tahun 2024 sebesar 2.182,80 mm/tahun, lebih tinggi dari 1.986,70 mm/tahun pada 2023. Jumlah hari hujan naik menjadi 279 hari dari 141 hari. Kecepatan angin rata-rata 2,24–4,94 knot dengan tekanan udara rata-rata 1005,75–1008,96 mbar.
Lahan, Pesisir dan Panorama
Kolase visual yang menampilkan karakter lahan, kawasan pesisir, serta panorama Kabupaten Cirebon dalam komposisi modern dan proporsional.
Visual Utama
Kesesuaian Lahan
Untuk memanfaatkan lahan di Kabupaten Cirebon diperlukan kesesuaian dengan jenis tanah yang ada, yaitu Litasol, Aluvial, Grumosol, Mediteran, Latasol, Potsolik, Regosol dan Gleihumus.
Hidrografi
Kabupaten Cirebon dilalui 18 aliran sungai yang berhulu di bagian selatan. Sungai besar antara lain Cisanggarung, Ciwaringin, Cimanis, Cipager, Pekik dan Kalijaga. Sungai-sungai tersebut terutama dipergunakan untuk pengairan persawahan serta keperluan masyarakat.
Demografi
Cirebon merupakan salah satu kabupaten terpadat di Jawa Barat yang mayoritas dihuni keturunan Jawa Cirebonan. Penduduk terus bertambah, meskipun tren rata-rata laju pertumbuhan penduduk dari sensus ke sensus semakin melambat.


Kependudukan
Penduduk Kabupaten Cirebon berdasarkan hasil proyeksi tahun 2024 sebanyak 2.387.961 jiwa, terdiri atas 1.208.758 laki-laki dan 1.179.203 perempuan, dengan laju pertumbuhan penduduk per tahun 2020–2024 sebesar 1,35%. Rasio jenis kelamin tahun 2024 sebesar 103.
Kepadatan penduduk mencapai 2.218 jiwa/km². Dari 40 kecamatan, kepadatan tertinggi berada di Kecamatan Weru sebesar 8.050 jiwa/km² dan terendah di Kecamatan Pasaleman sebesar 667 jiwa/km².

Ketenagakerjaan
Jumlah Angkatan Kerja Kabupaten Cirebon hasil Survei Angkatan Kerja Nasional Tahun 2025 sebanyak 1.278.803 orang. Di antara angkatan kerja tersebut, 1.196.672 orang (93,57%) bekerja dan 82.131 orang (6,42%) berstatus pengangguran terbuka.
Yang bukan angkatan kerja sebanyak 567.276 orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah 69,28%.



Budaya Cirebon
Kebudayaan masyarakat Cirebon merupakan perpaduan berbagai budaya yang membentuk ciri khas tersendiri. Pertunjukan khas antara lain Tarling, Tari Topeng Cirebonan, Wayang Kulit Cirebon, Sintren, Kesenian Gambyung dan Sandiwara Cirebonan. Kerajinan tangan meliputi Topeng Cirebon, Lukisan Kaca, Bunga Rotan dan Batik.
Salah satu ciri khas batik Cirebon adalah motif Mega Mendung, berbentuk seperti awan bergumpal-gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama. Motif Mega Mendung adalah ciptaan Pangeran Cakrabuana (1452–1479). Awalnya seni batik Cirebon dikenal di kalangan keraton; kini motif Mega Mendung telah digunakan berbagai kalangan, disertai motif lain yang disesuaikan dengan ciri khas penduduk pesisir.
Bahasa
Pada umumnya masyarakat Kabupaten Cirebon menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan Bahasa Cirebon (Jawa Cirebonan) sebagai bahasa sehari-hari dengan bermacam-macam dialeknya, terutama di wilayah utara dan kawasan yang berbatasan dengan Kota Cirebon.
Masyarakat Cirebon timur atau bagian selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan, Brebes dan Majalengka sebagian besar menggunakan Bahasa Sunda Cirebon. Pendatang dari berbagai daerah juga menggunakan bahasa daerah masing-masing seperti Madura, Minang, Betawi dan lainnya.
Bahasa Sunda Cirebon hampir seluruhnya digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Beber, Susukan, Lebak, Karangwareng, Lemahabang, Ciledug, Dukupuntang, Pabedilan dan Pabuaran. Penutur Bahasa Sunda dalam jumlah lebih sedikit juga ditemukan di beberapa desa/blok di Kecamatan Sumber, Talun, Astanajapura, Gebang, Mundu, Babakan dan Pangenan.

Perekonomian
Struktur ekonomi Kabupaten Cirebon ditopang oleh industri, pertanian, perdagangan, transportasi, konstruksi dan jasa pendidikan dengan pertumbuhan yang kembali menguat hingga 2024.
Enam sektor menjadi penopang utama ekonomi Cirebon
Menurut BPS Kabupaten Cirebon dalam Kabupaten Cirebon Dalam Angka Tahun 2025, selama periode 2020–2024 struktur perekonomian Kabupaten Cirebon didominasi enam kategori lapangan usaha utama.
Fondasi Ekonomi yang Terdiversifikasi
Selama lima tahun terakhir, struktur perekonomian Cirebon didominasi oleh enam kategori lapangan usaha, yaitu Industri Pengolahan; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Konstruksi; Transportasi dan Pergudangan; serta Jasa Pendidikan.
Secara bersama-sama keenam kategori tersebut memiliki peranan sebesar 76,12% terhadap total PDRB Kabupaten Cirebon tahun 2024. Peranan terbesar berasal dari lapangan usaha Industri dengan kontribusi 20,49%.
Komposisi enam sektor utama
Industri Pengolahan
Kontributor terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Cirebon tahun 2024.
Pertanian, Kehutanan & Perikanan
Menjadi salah satu fondasi ekonomi utama berbasis sumber daya daerah.
Perdagangan Besar & Eceran
Termasuk reparasi mobil dan sepeda motor.
Transportasi & Pergudangan
Didukung posisi strategis Cirebon sebagai simpul pergerakan regional.
Konstruksi
Menjadi salah satu penopang aktivitas pembangunan wilayah.
Jasa Pendidikan
Memberikan kontribusi penting terhadap struktur ekonomi kabupaten.
Ekonomi Cirebon kembali menguat setelah kontraksi 2020
Pertumbuhan ekonomi sempat mengalami perlambatan dan kontraksi pada 2020 akibat pandemi COVID-19, kemudian kembali membaik mulai 2021 dan terus menguat hingga 2024.
Industri, pertanian, perikanan dan perdagangan





Informasi dan Komunikasi tumbuh 20,23%
Pertumbuhan ekonomi terbesar pada tahun 2024 dicatat oleh lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 20,23%. Capaian tersebut menunjukkan berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis konektivitas, layanan digital dan komunikasi di Kabupaten Cirebon.
Infrastruktur dan Fasilitas
Konektivitas darat, rel, udara, jaringan layanan komunikasi, koperasi dan perbankan menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi dan investasi Kabupaten Cirebon.
Cirebon berada pada simpul utama pergerakan Pulau Jawa
Posisi Kabupaten Cirebon menjadikannya salah satu titik strategis yang menghubungkan jalur utara dan selatan Jawa, dengan akses jalan tol, terminal, jaringan rel, pelabuhan regional, serta bandara internasional dalam kawasan penyangga.
Jalur Utara dan Selatan Jawa
Kabupaten Cirebon merupakan persimpangan antara kedua jalur utama di Pulau Jawa, yakni jalur selatan serta utara Jawa yang menghubungkan dua kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya.
Untuk transportasi darat, terminal bus utama di kabupaten ini adalah Terminal Sumber di Kecamatan Sumber, tidak jauh dari Kota Cirebon. Meskipun tidak sebesar Terminal Harjamukti, Terminal Sumber juga melayani bus antarkota dan angkutan kota yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan kecamatan lainnya.
Kabupaten Cirebon juga mudah diakses melalui Jalan Tol Trans-Jawa di segmen Cikopo–Palimanan dan Palimanan–Kanci.
Konektivitas multimoda yang saling melengkapi
Jalan & Bus
Terminal Sumber menjadi salah satu simpul layanan bus antarkota dan angkutan perkotaan yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan kecamatan lainnya.
Jalan Tol
Akses melalui segmen Cikopo–Palimanan dan Palimanan–Kanci memperkuat hubungan Kabupaten Cirebon dengan koridor Trans-Jawa.
Kereta Api
Stasiun Ciledug melayani lintas selatan, sedangkan Arjawinangun, Babakan dan Losari mendukung lintas utara. Stasiun utama kawasan Rebana adalah Stasiun Cirebon.
Bandar Udara
Bandar Udara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka melayani penerbangan domestik maupun internasional bagi sebagian besar wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian barat laut.
Jalan mantap mencapai 84,98%
Pada tahun 2025 kondisi jalan mantap di Kabupaten Cirebon mencapai 1.054,02 km, terdiri dari jalan baik dan jalan dengan kondisi sedang.
Jalan, terminal dan simpul pelayanan





Komunikasi, koperasi dan layanan keuangan
26 Kantor Pos Pembantu
Jumlah Kantor Pos Pembantu di Kabupaten Cirebon sebanyak 26 unit yang tersebar di 26 kecamatan.
767 Koperasi Aktif
Kabupaten Cirebon memiliki 767 koperasi aktif dengan 25.749 anggota, terdiri dari 48 Koperasi Simpan-Pinjam, 58 Koperasi Produksi, 207 Koperasi Konsumen, 13 Koperasi Pemasaran, 17 Koperasi Jasa, serta 24 Koperasi Merah Putih.
Jaringan perbankan mendukung aktivitas ekonomi
Di Kabupaten Cirebon terdapat 54 Kantor Cabang Bank dan Kantor Cabang Pembantu (KCP), 1 Bank Persero; 1 Kantor Cabang Bank Pembangunan Daerah dengan 19 KCP; 2 Kantor Cabang Bank Swasta dengan 11 KCP; serta 2 Kantor Cabang Bank Umum Syariah dengan 10 KCP.
Fasum dan Fasos Lainnya
Pendidikan, kesehatan, kehidupan beragama dan aktivitas perdagangan menjadi bagian penting dalam kualitas hidup masyarakat serta daya dukung pembangunan Kabupaten Cirebon.
Menopang kualitas SDM dan kehidupan masyarakat
Ketersediaan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, sarana keagamaan dan aktivitas perdagangan merupakan bagian penting dari daya dukung sosial-ekonomi Kabupaten Cirebon.


Investasi pada kualitas sumber daya manusia
Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu daerah adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Karena itu, melalui jalur pendidikan pemerintah secara konsisten berupaya meningkatkan SDM penduduk melalui berbagai program.
Komposisi sekolah negeri dan swasta
| No. | Jenis Sekolah | Negeri | Swasta | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Taman Kanak-KanakKindergarten | 20 | 320 | 340 |
| 2 | Raudatul Athfal (RA)Islamic Kindergarten | 0 | 336 | 336 |
| 3 | Sekolah Dasar (SD)Elementary School | 745 | 80 | 825 |
| 4 | Madrasah Ibtidaiyah (MI)Islamic Elementary School | 9 | 177 | 186 |
| 5 | Sekolah Menengah Pertama (SMP)Junior High School | 80 | 141 | 221 |
| 6 | Madrasah Tsanawiyah (MTs)Islamic Junior High School | 12 | 122 | 134 |
| 7 | Sekolah Menengah Atas (SMA)Senior High School | 23 | 30 | 53 |
| 8 | Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)Vocational High School | 8 | 101 | 109 |
| 9 | Madrasah Aliyah (MA)Islamic Senior High School | 5 | 68 | 73 |
| 10 | Universitas / Sekolah TinggiUniversity / College | — | — | 13 |



Layanan kesehatan sebagai fondasi produktivitas masyarakat
Kesehatan merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia penduduk Kabupaten Cirebon. Karena itu program-program kesehatan telah dimulai atau diprioritaskan pada calon generasi penerus. Dengan adanya upaya tersebut, diharapkan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang baik yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas.
Puskesmas merupakan sarana kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Jumlah Rumah Sakit di Kabupaten Cirebon sebanyak 12 unit, Rumah Sakit Khusus 2 unit, 125 klinik, 60 Puskesmas yang terdiri dari 11 Rawat Inap dan 49 Puskesmas Non Rawat Inap, 72 Puskesmas Pembantu (Pustu), dan 388 Apotek.
Kehidupan beragama masyarakat
Penduduk yang menganut agama Islam sebanyak 2.478.067 orang dengan 1.104 masjid dan 6.695 musolah; Protestan 7.566 orang dengan 13 gereja; Katolik 2.793 orang dengan 7 gereja; Hindu 69 orang; Konghuchu 11 orang dengan 5 klenteng; serta kepercayaan lainnya 26 orang.

Pasar dan aktivitas ekonomi masyarakat
Pada tahun 2025 pasar pemerintah daerah Kabupaten Cirebon tercatat sebanyak 9 pasar dengan jumlah pedagang 5.684 orang, terdiri dari 2.127 pedagang laki-laki dan 3.540 pedagang perempuan. Sekitar 57,77% tempat usaha buka setiap hari, sedangkan 42,23% tidak buka setiap hari.


Perdagangan dan industri menyerap tenaga kerja besar
Jumlah unit usaha sepuluh industri unggulan yang ada di Kabupaten Cirebon pada tahun 2025 sebanyak 6.165 unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 123.808 orang. Jumlah usaha terbanyak adalah industri mebel/kerajinan rotan dan sekaligus menjadi yang terbesar dalam menyerap tenaga kerja.
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
Pelayanan investasi, perizinan berbasis risiko melalui OSS-RBA, serta dukungan Mal Pelayanan Publik menjadi bagian penting dalam membangun iklim investasi Kabupaten Cirebon yang kondusif.
Kinerja investasi melampaui target tahun 2025
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon mencatat realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp4.019.772.811.098 atau 119,99% dari target Rp3,35 triliun.


Investasi dan penyerapan tenaga kerja
DPMPTSP Kabupaten Cirebon mencatatkan realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp4.019.772.811.098 (119,99%) dari target Rp3,35 triliun, dengan jumlah tenaga kerja 22.126 orang yang terdiri dari tenaga kerja PMDN 9.739 orang dan PMA 12.387 orang.
Sektor industri barang dari kulit dan alas kaki mencatatkan diri sebagai penyumbang tertinggi investasi, yaitu Rp570.569.460.056. Kabupaten Cirebon memiliki beragam potensi yang perlu dioptimalisasi untuk kemajuan daerah. Dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga memperkuat sinergi untuk mewujudkan iklim investasi daerah yang kondusif.

Mal Pelayanan Publik dan kebijakan investasi
Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Cirebon telah diresmikan pada 13 Juli 2023 oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, M.Si. di kantor Kementerian PANRB, dan pada 30 Januari 2023 diresmikan oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag. di DPMPTSP Kabupaten Cirebon. Pada 12 November 2024, MPP Digital Nasional diresmikan oleh Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya, S.H., M.Si.
Alur sederhana perizinan berbasis OSS-RBA
Sejak 2019, proses perizinan usaha telah menggunakan Online Single Submission (OSS), yaitu sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik. Berikut penyederhanaan alurnya untuk tampilan web.
Data Usaha
Pelaku usaha menyiapkan dan melengkapi data usaha.
Identifikasi Risiko
Kegiatan usaha diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko.
Persyaratan
Sistem menentukan kebutuhan persyaratan dasar atau sektoral.
Pengajuan OSS
Permohonan diproses secara elektronik melalui OSS-RBA.
Terbit Perizinan
NIB dan/atau perizinan berusaha diterbitkan sesuai tingkat risiko.
Kewenangan Penerbitan dan Sektor PBBR
Alur Proses Pengajuan PBBR dan PB-UMKU
Sektor yang dilayani melalui sistem perizinan berusaha
Perizinan menjadi tanggung jawab Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu dengan mengoperasikan OSS-RBA (Online Single Submission – Risk Based Approach). Sistem ini memudahkan pelaku usaha dalam mengurus berbagai izin usaha secara elektronik.
Referensi alur resmi dari dokumen investasi
PBBR dan PB-UMKU
Tabel investasi utama
Top 5 Sektor Berdasarkan Tambahan Investasi
2025| No. | Sektor | Tambahan Investasi |
|---|---|---|
| 1 | Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki | Rp570.569.460.056 |
| 2 | Industri Logam, Mesin dan Elektronika | Rp508.104.478.680 |
| 3 | Perdagangan dan Reparasi | Rp111.774.668.932 |
| 4 | Industri Tekstil | Rp85.273.880.233 |
| 5 | Industri Makanan | Rp77.904.998.144 |
Top 5 Negara Berdasarkan Tambahan Investasi
PMA 2025| No. | Negara | Tambahan Investasi |
|---|---|---|
| 1 | Korea Selatan | Rp588.375.074.832 |
| 2 | R.R. Tiongkok | Rp239.101.673.857 |
| 3 | Kepulauan Cayman | Rp205.000.000.000 |
| 4 | Kepulauan Marshall | Rp132.709.282.464 |
| 5 | Singapura | Rp97.802.951.619 |
Top 5 Perusahaan PMA
2025| No. | Perusahaan | Tambahan Investasi |
|---|---|---|
| 1 | Dynamic Design Indonesia | Rp506.829.823.367 |
| 2 | Victory Chingluh Indonesia | Rp205.000.000.000 |
| 3 | Long Rich Indonesia | Rp130.809.282.464 |
| 4 | Indonesia Dreamers Sports | Rp66.348.788.046 |
| 5 | Hwa Fong Rubber Indonesia | Rp66.178.491.903 |
Top 5 Perusahaan PMDN
2025| No. | Perusahaan | Tambahan Investasi |
|---|---|---|
| 1 | Indofood CBP Sukses Makmur | Rp243.747.815.331 |
| 2 | Jaya Biokimil Indonesia | Rp171.508.814.394 |
| 3 | Pertamina Bina Medika IHC | Rp107.799.359.057 |
| 4 | Dharma Polimetal | Rp94.057.642.115 |
| 5 | Indocement Tunggal Prakarsa | Rp92.856.978.094 |
Perusahaan, kawasan industri dan aktivitas investasi







Perkembangan Sektor Utama Kabupaten Cirebon
Potensi pertanian, perikanan, industri, perdagangan, energi dan pariwisata membentuk basis ekonomi daerah yang beragam dan saling mendukung.
Empat kelompok sektor utama dalam pengembangan wilayah
Halaman ini menyajikan perkembangan sektor utama Kabupaten Cirebon dalam format web yang lebih ringkas, visual dan mudah dibaca, dengan tabel komoditas pertanian disatukan dalam satu blok data.


Pertanian Tanaman Pangan
Kawasan Tanaman Pangan berada di seluruh kecamatan dengan luas sekitar 48.683 ha. Pada tahun 2024, luas tanam padi sebesar 91.395 ha dan luas panen padi sebesar 90.587 ha, dengan produksi 683.880 ton Gabah Kering Panen.
Luas panen jagung sebesar 4.630 ha dengan produksi 44.581 ton. Ubi jalar memiliki luas panen 124 ha dengan produksi 2.730 ton. Kedelai memiliki luas panen 56,5 ha dengan produksi 48,9 ton.
Hortikultura
Kawasan Hortikultura seluas sekitar 6.050 ha berada di 26 kecamatan. Pada tahun 2024, produksi buah-buahan terbesar adalah mangga sebesar 422.801 kuintal, diikuti pisang sebesar 58.485 kuintal. Produksi sayuran didominasi bawang merah dan cabai besar, masing-masing sebesar 320.944 kuintal dan 41.537 kuintal.
Tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan
Seluruh data komoditas disajikan dalam satu tabel utuh dengan empat kolom: No., Jenis Komoditi, Luas Lahan / Populasi, dan Produksi.
| No. | Jenis Komoditi | Luas Lahan / Populasi | Produksi |
|---|---|---|---|
| A | Tanaman Pangan | ||
| 1 | Padi | 90.587 ha | GKP 683.880 ton |
| 2 | Jagung | 4.630 ha | 44.581 ton |
| 3 | Kedelai | 56,5 ha | 48,9 ton |
| 4 | Kacang Hijau | 1.887 ha | 1.540 ton |
| 5 | Kacang Tanah | 10 ha | 13,7 ton |
| 6 | Ubi Jalar | 124 ha | 2.730 ton |
| 7 | Ubi Kayu | 48,25 ha | 969 ton |
| B | Hortikultura – Sayuran | ||
| 1 | Bawang Merah | 3.205 ha | 320.994 kuintal |
| 2 | Bayam | 11 ha | 417 kuintal |
| 3 | Cabai Besar | 372 ha | 41.537 kuintal |
| 4 | Cabai Keriting | 2 ha | 87 kuintal |
| 5 | Cabai Rawit | 13 ha | 944 kuintal |
| 6 | Jamur Tiram | 2.750 m² | 218 kg |
| 7 | Jamur Merang | 141.148 m² | 16.502 kg |
| 8 | Kacang Panjang | 18 ha | 1.144 kuintal |
| 9 | Kangkung | 31 ha | 2.806 kuintal |
| 10 | Ketimun | 18 ha | 2.702 kuintal |
| 11 | Petsai | 20 ha | 1.836 kuintal |
| 12 | Terung | 7 ha | 1.119 kuintal |
| 13 | Tomat | 1 ha | 10 kuintal |
| 14 | Melon | 15 ha | 2.020 kuintal |
| 15 | Semangka | 17 ha | 1.730 kuintal |
| B | Hortikultura – Biofarmaka | ||
| 1 | Jeruk Nipis | 535 pohon | 14.482 kg |
| 2 | Mahkota Dewa | 60 pohon | 720 kg |
| 3 | Serai | 61.380 m² | 396.240 kg |
| 4 | Jahe | 6.800 m² | 28.000 kg |
| 5 | Kapulaga | 300 m² | 360 kg |
| 6 | Kencur | 3.700 m² | 12.920 kg |
| 7 | Kunyit | 5.500 m² | 9.678 kg |
| 8 | Lengkuas | 5.580 m² | 14.720 kg |
| 9 | Mengkudu | 180 pohon | 3.785 kg |
| 10 | Temulawak | 800 m² | 2.800 kg |
| 11 | Sambiloto | 200 m² | 735 kg |
| B | Hortikultura – Buah-Buahan | Produksi dalam kuintal | |
| 1 | Alpukat | 384 | |
| 2 | Belimbing | 963 | |
| 3 | Duku / Langsat / Kokosan / Lansium | 743 | |
| 4 | Durian | 6.738 | |
| 5 | Jambu Biji | 9.179 | |
| 6 | Jambu Air | 16.944 | |
| 7 | Jeruk Siam / Keprok | 87 | |
| 8 | Mangga | 422.801 | |
| 9 | Manggis | 6 | |
| 10 | Nangka / Cempedak | 5.543 | |
| 11 | Pepaya | 10.313 | |
| 12 | Pisang | 54.485 | |
| 13 | Rambutan | 2.624 | |
| 14 | Salak | 248 | |
| 15 | Sawo | 4.421 | |
| 16 | Sirsak | 938 | |
| 17 | Sukun | 1.713 | |
| 18 | Anggur | 34 | |
| 19 | Buah Naga | 13 | |
| 20 | Jeruk Lemon | 155 | |
| 21 | Lengkeng | 591 | |
| 22 | Melinjo | 5.919.233 | |
| 23 | Petai | 9.668 | |
| C | Perkebunan | ||
| 1 | Kelapa (tahunan) | 770,83 ha | 239,68 ton |
| 2 | Tebu (semusim) | 4.571,55 ha | 21.305,68 ton |
| D | Peternakan | ||
| 1 | Sapi Perah | 100 ekor | Daging: 3.025 kg; Susu: 263.906 liter |
| 2 | Sapi Potong | 4.200 ekor | Daging: 3.739.706 kg |
| 3 | Kerbau | 1.749 ekor | Daging: 2.287 kg |
| 4 | Kuda | 127 ekor | |
| 5 | Kambing | 21.745 ekor | Daging: 16.249 kg |
| 6 | Domba | 308.482 ekor | Daging: 1.930.252 kg |
| 7 | Kelinci | 2.559 ekor | Daging: 1.827 kg |
| D | Unggas | ||
| 1 | Ayam Buras | 1.387.653 ekor | Daging: 1.335.689 kg; Telur: 2.972.441 kg |
| 2 | Ayam Petelur | 69.907 ekor | Daging: 71.800 kg; Telur: 881.684 kg |
| 3 | Ayam Pedaging | 4.06.744 ekor | Daging: 26.090.311 kg |
| 4 | Itik / Entog | 215.475 ekor | Daging: 129.541 kg; Telur: 1.187.869 kg |
Catatan tabel
- Satuan populasi peternakan menggunakan ekor.
- Produksi peternakan disajikan dalam daging, susu, dan telur sesuai data sumber.
- Angka tabel mengikuti bahan visual sumber dan tidak direkonsiliasi dengan angka narasi bila terdapat perbedaan.
Ringkasan Pertanian Lanjutan
- Kawasan Peternakan ±82 ha di Ciledug, Karangwareng, Pasaleman dan Waled.
- KP2B ±44.093 ha di 39 kecamatan.
- Kawasan Perkebunan Rakyat ±2.543 ha.
- Hutan Produksi Tetap 1.872 ha dan Hutan Produksi Terbatas 3.332 ha.


Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan
Peternakan. Kawasan Peternakan seluas sekitar 82 ha berada di Kecamatan Ciledug, Karangwareng, Pasaleman, dan Waled. Tiga kawasan—Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan—ditetapkan sebagai Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) dengan luas sekitar 44.093 ha di 39 kecamatan.
Perkebunan. Kawasan Perkebunan Rakyat seluas sekitar 2.543 ha berada di Kecamatan Astanajapura, Beber, Ciledug, Ciwaringin, Depok, Dukupuntang, Gempol, Karangwareng, Lemahabang, Pabedilan, Pangenan, Pasaleman, Sedong, Susukan, Susukan Lebak, Talun, dan Waled.
Kehutanan. Kawasan Hutan Produksi Tetap seluas 1.872 ha berada di Kecamatan Dukupuntang, Karangwareng, Pasaleman, Sedong, dan Waled. Kawasan Hutan Produksi Terbatas seluas 3.332 ha berada di Kecamatan Ciwaringin, Dukupuntang, Gempol, dan Pasaleman.

Budidaya perikanan dan produksi garam
Kawasan Perikanan Budidaya seluas sekitar 2.546 ha berada di Kecamatan Gebang, Gunung Jati, Kapetakan, Losari, dan Suranenggala.
Produksi Perikanan Budidaya tahun 2025 berjumlah 46.785,98 ton, terdiri dari Budidaya Laut 13.809,20 ton, Budidaya Air Payau 27.330,02 ton, dan Budidaya Air Tawar 5.711,76 ton, didukung SDM sebanyak 10.145 pembudidaya ikan.
Produksi garam didukung lahan aktif seluas 1.308 ha, produksi tahun 2025 sebesar 3.985 ton, dan jumlah petambak garam sebesar 1.1.069 orang. Seluruh kawasan penggaraman berjumlah sekitar 2.974 ha dan berada di Kecamatan Astanajapura, Gebang, Gunung Jati, Kapetakan, Mundu, Pangenan, dan Suranenggala.



Basis industri dan utilitas wilayah
Jumlah unit usaha industri unggulan di Kabupaten Cirebon tahun 2025 sebanyak 6.353 unit dan menyerap tenaga kerja 128.444 orang. Usaha terbanyak adalah industri meubel/kerajinan rotan dan juga menjadi yang terbesar dalam menyerap tenaga kerja. Nilai investasi mencapai Rp607.955.870 dengan nilai produksi Rp3.959.590.735.
Pelayanan kelistrikan tercatat 12.432.736.020 KW daya terpasang; 2.086.194.732 KWh produksi; dan 1.916.028.160 KWh listrik terjual kepada 748.697 pelanggan.
Pelanggan air bersih PDAM sebanyak 42.026 pelanggan, 157 desa telah terlayani, dengan distribusi 7.584.834 m³.
Kawasan pertambangan batuan seluas sekitar 438 ha berada di Astanajapura, Beber, Dukupuntang, Gempol, Greged, Palimanan, dan Susukan Lebak. Kawasan pembangkitan tenaga listrik seluas sekitar 334 ha berada di Astanajapura, Mundu, dan Pangenan. Kawasan peruntukan industri seluas sekitar 4.988 ha berada di 22 kecamatan.



Kawasan pariwisata sekitar 277 ha
Kawasan Pariwisata Kabupaten Cirebon memiliki luas kurang lebih 277 ha dan mencakup beberapa kawasan unggulan.
Komoditas, budidaya, industri dan pariwisata












A. WISATA BELANJA
Ragam sentra belanja khas Kabupaten Cirebon yang mempertemukan kekuatan budaya, kerajinan, industri rumahan, dan produk oleh-oleh daerah.
Wisata Belanja
Batik Trusmi
Di Desa Trusmi dan Panembahan, dapat dijumpai banyak home industry yang menjual batik khas Cirebon. Sentra batik ini akan lebih ramai pada akhir pekan oleh pembeli yang datang dari luar kota dan luar negeri. Motif batik yang terkenal dari kawasan ini adalah motif Mega Mendung.
Pasar Kue Setu
Pasar Kue Setu terletak di Kecamatan Plered. Kue-kue yang penjualannya tersebar hingga ke hampir seluruh Indonesia dan kebanyakan berupa camilan ini diproduksi oleh industri rumahan di Desa Setu dan sekitarnya. Camilan khas Cirebon yang sangat cocok dijadikan oleh-oleh ini mayoritas bernama unik, di antaranya kerupuk kulit kerbau/rambak, kerupuk melarat, kerupuk geol, kerupuk upil, kerupuk gendar, kerupuk jengkol, jagung marning, rengginang mini, emping, kelitik, kue atom, maypilow, kembang andul, ladu, simpil, gapit, otokowok, opak, welus, sagon, dan masih banyak lagi. Di sekitar Plered, banyak pula ditemui penjual sandal karet, yang penjualannya sudah menyebar ke seluruh Nusantara.
Video Pariwisata Kabupaten Cirebon
Materi video pendukung sektor pariwisata.
B. Wisata Religi
Rangkaian situs ziarah, petilasan, makam keramat, dan tempat bersejarah yang menjadi bagian penting dari kekayaan wisata religi Kabupaten Cirebon.
Wisata Religi Kabupaten Cirebon
Situs dan Destinasi Religi
Makam Sunan Gunung Jati; Situs Batu Tulis Huludayeuh; Petilasan Cimandung (Situs Keramat Cimandung di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, merupakan tempat petilasan Raden Walangsungsang. Selain sebagai situs sejarah, tempat ini juga menjadi tujuan wisata religi yang populer di wilayah tersebut. Area persawahan di situs ini menjadi obat untuk menggugurkan kepenatan. Wisatawan bisa berduduk santai sembari menikmati suasana keramat dan menenangkan); Situs Pasanggrahan Balong Biru; Balong Keramat Tuk; Makam Keramat Megu; Situs Lawang Gede; Makam Nyi Mas Gandasari; Makam Syekh Magelung Sakti; Makam Talun; Makam Buyut Trusmi; Makam P. Jakatawa dan Syekh Bentong; dan Makam Nyi Mas Pakungwati Warujaya.
Destinasi Wisata Religi
Galeri Wisata Religi




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4029808/original/065445600_1653194775-IMG-20220421-WA0020.jpg)






















:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/lelang-ikan1.jpg)



:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Potret-cabai-merah-yang-dijual-di-Pasar-Harjamuktifw.jpg)

/2021/05/21/1484199915.jpg)





