Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat realisasi investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido yang dikelola PT MNC Land Lido, anak usaha dari PT MNC Land Tbk. (KPIG) mencapai Rp5,9 triliun sepanjang 2025.
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengatakan hingga akhir 2025, KEK Lido telah merealisasikan investasi sebesar Rp5,9 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 4.935 orang.
"Berbagai fasilitas yang telah beroperasi antara lain Lido Lake Resort, Movieland, Trump International Golf Course & Club House, LMAC, serta Lido Adventure Park," kata Edwin dalam keterangan pers, Rabu (28/1/2026).
Selain fasilitas yang telah beroperasi, KEK Lido juga tengah dikembangkan melalui pengembangan akomodasi wisata dengan kapasitas hingga 5.000 kamar, mulai dari hotel bintang tiga hingga luxury hotel. Pengembangan kawasan itu disebut akan ditunjang oleh fasilitas MICE serta infrastruktur pendukung lainnya.
Edwin juga menyampaikan harapannya agar KEK Lido dapat menjadi destinasi unggulan, salah satunya pada fungsi meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).
“Kami berharap Lido Music and Art Center ini dapat menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai macam konser, baik nasional maupun internasional, juga beragam hiburan lainnya yang dapat tersedia di KEK Lido,” ujarnya.
Di samping menjadi lokasi kegiatan berskala nasional, keberadaan LMAC disebut dapat mendukung penyelenggaraan berbagai agenda seni, hiburan, dan kegiatan nasional secara tertib dan terintegrasi.
Adapun, KEK Lido merupakan proyek strategis nasional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 69/2021.
Sementara itu, KEK Lido menjadi lokasi penyelenggaraan Pesta Retail 2026 Sampoerna Retail Community (SRC) yang digelar oleh PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) pada Senin (26/1/2026). Pemanfaatan KEK Lido ini dinilai mencerminkan kesiapan fasilitas dan infrastruktur kawasan dalam mendukung penyelenggaraan agenda strategis.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang membuka pergelaran tersebut menegaskan bahwa penguatan UMKM merupakan bagian penting dari strategi pembangunan nasional.
“Penguatan UMKM menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Airlangga.
Airlangga lantas mengapresiasi SRC yang telah membangun ekosistem pemberdayaan UMKM ritel selama 18 tahun. Menurutnya, omzet toko SRC secara nasional mencapai Rp236 triliun per tahun atau setara 11,3% dari total PDB ritel nasional.
“Uang receh di warung-warung rakyat inilah yang menjadi fondasi ekonomi Indonesia, bahkan saat badai global datang,” ujarnya.
Pesta Retail 2026 juga menjadi ajang bagi 7.000 UMKM terpilih yang tergabung dalam SRC untuk memperingati 18 tahun program berjalan, sekaligus memfasilitasi jejaring pelaku usaha ritel dari berbagai wilayah.














Comments powered by CComment