Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat daya tarik investasi melalui penawaran insentif fiskal kompetitif dan dukungan infrastruktur terintegrasi. Upaya ini dilakukan untuk mendorong percepatan realisasi investasi di kawasan pariwisata strategis tersebut.
Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, mengatakan KEK Mandalika dirancang sebagai investment-ready ecosystem yang memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor.
“Insentif fiskal yang kompetitif berpadu dengan kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, serta demand yang terus bertumbuh, sehingga memberikan kepercayaan bagi investor untuk masuk lebih cepat dan efisien,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Ia menjelaskan, KEK Mandalika menawarkan berbagai fasilitas fiskal seperti tax holiday untuk kegiatan usaha utama, tax allowance, hingga pengurangan pajak setelah masa insentif berakhir. Selain itu, tersedia pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk impor barang modal tertentu, pembebasan bea masuk, serta pajak penjualan atas barang mewah untuk properti di kawasan KEK.
“Dari sisi nonfiskal, investor juga mendapat kemudahan melalui pelayanan perizinan terpadu satu pintu, kemudahan tenaga kerja asing, serta kepastian hukum hak atas tanah hingga 80 tahun,” imbuhnya.
Pengembangan kawasan dilakukan melalui masterplan terintegrasi yang mencakup sejumlah zona strategis seperti Circuit District, Kuta District, serta kawasan berbasis lifestyle and leisure. Beberapa area unggulan yang ditawarkan antara lain Golf Resort Community seluas 298 hektare, Tanjung Aan Premium Serenity District seluas 146 hektare, dan Eastern Adventure District sekitar 164 hektare.
“pengembangan kawasan juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan alokasi ruang terbuka hijau sekitar 30 persen, termasuk kawasan mangrove seluas 45 hektare,” ujarnya.
Sepanjang 2025, KEK Mandalika mencatat lebih dari 1,4 juta kunjungan wisatawan dengan tingkat okupansi rata-rata sekitar 55 persen dan meningkat hingga 90–100 persen saat penyelenggaraan ajang MotoGP. Berbagai event internasional seperti GT World Challenge Asia dan Asia Road Racing Championship (ARRC) yang digelar di Sirkuit Mandalika turut memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi sportstainment tourism.
“Dengan dukungan kebijakan pemerintah serta pertumbuhan sektor pariwisata yang konsisten, KEK Mandalika semakin menegaskan perannya sebagai destinasi unggulan investasi dan pariwisata di Indonesia, “ tandasnya.


Comments powered by CComment