Gubernur Sherly Tjoanda terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong kemajuan daerah. Kali ini ia menemui Direktur Utama Terlkomsel, Nugroho, pada Selasa (24/6/2025) di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas langkah konkret percepatan digitalisasi pemerintahan dan penguatan infrastruktur jaringan di wilayah-wilayah blank spot.
Pertemuan ini menandai babak baru kerja sama strategis antara pemerintah daerah dan Telkomsel dalam membangun ekosistem layanan publik berbasis elektronik. Gubernur juga menegaskan perlunya penguatan sinyal di wilayah desa. Saat ini, terdapat 345 titik dengan jaringan lemah, termasuk 139 titik blank spot. “Pemerintah desa harus bisa bertransaksi dan melayani lewat platform digital. Tapi ini mustahil kalau sinyal tidak tersedia,” ujar Gubernur dalam keterangannya, Jumat (27/6/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov juga mendorong agar perusahaan tambang di Maluku Utara turut serta memperluas jaringan sinyal melalui skema kerja sama khusus dengan Telkomsel, minimal untuk menjangkau satu kabupaten. Prioritas penguatan sinyal diarahkan ke Halmahera Tengah, Halmahera Timur, dan Halmahera Selatan. Menanggapi hal ini, CEO Telkomsel, Nugroho menyatakan kesiapannya. Mereka tidak hanya menyediakan jaringan internet namun lebih dari itu.
"Kami tidak sekadar bicara jaringan. Kami ingin memberdayakan masyarakat dan pemerintahan Maluku Utara lewat inovasi digital yang berdampak,” ujarnya. Telkomsel juga menyampaikan dukungan terhadap inisiatif Koperasi Merah Putih, termasuk kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan rencana pembangunan BTS tambahan di titik-titik yang membutuhkan.


Comments powered by CComment