Pembangunan infrastruktur berkelanjutan kini menjadi fokus utama di Indonesia, bukan hanya sekadar membangun, tetapi juga memikirkan dampak jangka panjang bagi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Infrastruktur jenis ini dirancang untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan, lebih efisien, produktif, dan mampu bertahan terhadap perubahan iklim. Keterlibatan masyarakat dalam perencanaan juga menjadi kunci utama.
Konsep infrastruktur berkelanjutan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tetapi juga melibatkan peran aktif dari sektor swasta. Salah satu perusahaan yang gencar membangun infrastruktur berkelanjutan adalah PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).
"IIF telah mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh kegiatan operasionalnya, termasuk dalam menentukan prioritas dampak dan melakukan penilaian dampak sosial-lingkungan," ujar Direktur Utama & CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Hingga saat ini, IIF telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang signifikan. Diantaranya adalah penyediaan akses air minum yang aman bagi 1,39 juta rumah tangga dan penyediaan energi bersih untuk 693.900 rumah tangga dengan kapasitas mencapai 699,9 MW.
Proyek-proyek ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan semakin banyak proyek serupa yang dapat direalisasikan di masa depan.


Comments powered by CComment