Pemkot Bandung menetapkan dua fokus besar pembangunan pada tahun 2026 ini. Keduanya yaitu infrastruktur dan pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM).
Untuk infrastruktur, sejumlah perangkat daerah dilibatkan secara langsung, mulai dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, hingga bidang cipta karya dan tata ruang.
“Setelah akselerasi kewilayahan, baru kita kejar kembali perbaikan di ruas-ruas jalan utama. Ini soal keseimbangan pembangunan,” tuturnya.
Di luar itu, Farhan menyatakan, akan kembali menggelar Rapim secara rutin. Rapim akan kembali menjadi agenda rutin sebagai forum pengambilan keputusan strategis dan evaluasi lintas perangkat daerah.
Rapim akan digelar secara berkala setiap Senin pertama pada awal bulan, mulai tahun 2026. “Rapim ini kita hidupkan kembali sebagai ruang konsolidasi. Kita ingin memastikan semua persoalan strategis kota dibahas bersama, diputuskan bersama, dan dikawal bersama,” ujar. ***














Comments powered by CComment