Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 (MIN 2) Kota Malang, Nanang Sukmawan, S.Pd., M.Pd.I menyampaikan, Milad ke-48 ini merupakan usia yang matang. Dua tahun lagi adalah usia emas. Pihaknya pun bertekad mengembangkan dan memajukan MIN 2 lebih berkualitas dan berprestasi.
Bahkan untuk 2026 ini, pihaknya mematok target 1.600 lebih prestasi yang harus diraih. Mulai level lokal hingga internasional. Karena di 2025 kemarin, sudah diraih 1.240 prestasi. Diantaranya dari kejuaraan seperti OSN dan OMI.
Prestasi terakhir di 2025, MIN 2 Kota Malang meraih posisi runner up paduan suara tingkat nasional. Diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KSKK), Dirjen Pendis Kemementerian Agama RI. Serta juara turnamen futsal Jawa Timur.
“Ke depan, kami akan terus berjuang untuk mewujudkan impian anak-anak menorehkan berbagai prestasi. Secara simbolis kami terbangkan balon ke langit, saat peringatan Milad ke-48 pagi tadi. Diiringi doa, harapan dan cita-cita anak-anak kami, agar Allah SWT mengabulkan keinginan mereka,” kata Nanang Sukmawan, di acara Milad ke-48, Selasa (6/1/2026) pagi.
Perkembangan prestasi akademik, yakni lulusan MIN 2 Kota Malang dari tahun ke tahun, tambahnya, juga banyak terserap di sekolah unggulan lanjutan. Baik di SMPN atau MTsN ternama di Malang Raya dan sekitarnya.
“Termasuk peminat yang mendaftar di MIN 2 Kota Malang ini, mengalami peningkatan hingga 500 siswa lebih. Kami berharap tahun-tahun mendatang, bisa tembus diangka seribu lebih. Agar kami bisa mendapatkan calon siswa yang lebih berkualitas,” tegasnya.
Untuk mengimbangi banyaknya minat calon siswa ke MIN 2 Kota Malang, pihaknya berencana mengajukan pembangunan fisik ke Kementerian Agama. Diantaranya dengan mengubah tampilan pintu gerbang sekolah. Serta menambah beberapa fasilitas lain, seperti selasar atau beranda tempat tunggu jemputan, agar siswa lebih nyaman menunggu dijemput, terutama saat musim hujan.
“Kami juga berencana akan membuat dua akses pintu mask. Yakni sisi depan dan belakang. Serta menambah ruang belajar hingga sembilan kelas, dengan cara menaikkan bangunan menjadi tiga tingkat,” tambahnya. Untuk saat ini, total jumlah siswa mulai kelas I hingga VI, mencapai 210 anak. Jika ruang kelasnya bisa ditambah hingga menjadi sembilan kelas, kuota siswa bisa bertambah jadi 254 siswa.
Yang tidak kalah penting, kata Nanang, adalah penguatan, pemberdayaan dan peningkatan pembinaan kepada siswa. Agar mereka bisa lebih berprestasi. Utamanya bisa meraih medali emas di ajang Porseni mendatang. Menjuarai OSN, OMI atau Robotik.
“Termasuk menguatkan komunikasi dan koordinasi, serta binaan sekolah swasta yang selama ini kita jalin. Dengan harapan, kualitas sekolah-sekolah swasta ikut merata, demi pengembangan pendidikan di Kota Malang,” cetusnya.
Di lokasi acara, Kasi Pendidikan Islam (Pendis), Abdul Mughni mewakili Kepala Kemenag Kota Malang, Achmad Sampthon, menyarankan agar MIN 2 segera membuat proposal untuk diusulkan ke Kementerian Agama, terkait rencana pengembangan pendidikan dari sisi peningkatan sarpras atau infrastruktur.
Seperti yang dilakukan madrasah lainnya, yang telah mendapatkan surat berharga syariah negara (SBSN) dari Kemenag Pusat. Ketika sarpras terpenuhinya, tinggal didorong mewujudkan peningkatan prestasinya.
“Terpenting lagi, MIN harus mampu merealisasikan harapan masyarakat, dalam hal ini wali murid. Tentunya peningkatan dan penguatan SDM (tenaga kependidikan) sangatlah utama. Agar bisa membangun karakter dan peradaban pendidikan lebih mulia dan berkualitas,” ucap Mughni.
Mantan Kepala MIN 1 Kota Malang ini menambahkan, pada prinsipnya sepanjang ada inovasi memajukan pengembangan pendidikan maupun infrastruktur sekolah, demi kemajuan pendidikan, Kemenag Kota Malang senantiasa memberikan dukungan dalam bentuk rekomendasi.
“Meski rekomendasi tersebut, harus tetap mengikuti sistem. Atau harus diawali dengan proses pengusulan. Tapi kami yakin, peluang untuk mendapatkannya masih besar. Tergantung kesiapan dan materi pengajuannya,” tambah Abdul Mughni.














Comments powered by CComment