Sektor pariwisata masih menjadi salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Selama Tahun 2025, total PAD dari sektor pariwisata tercatat mencapai Rp60,1 Miliar.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, M. Ridha Fatranta, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari berbagai subsektor pariwisata, tidak hanya yang dikelola langsung oleh Dispar Kukar.
“PAD sektor pariwisata itu cakupannya luas, mulai dari hotel, restoran, rumah makan, retribusi parkir, hingga destinasi wisata. Jadi jangan hanya melihat dari yang dikelola Dispar saja,” jelas Ridha saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (6/1/2026).
Ia menyebutkan, PAD yang dikelola langsung oleh Dispar Kukar mencapai sekitar Rp1,44 miliar, “Kalau dilihat sekilas memang terkesan kecil, tapi itu hanya sebagian. Secara keseluruhan, kontribusi pariwisata terhadap PAD Kukar cukup besar,” ujarnya.
Ridha menambahkan, dibandingkan tahun sebelumnya, kontribusi PAD pariwisata menunjukkan kecenderungan stabil dan mengalami peningkatan. Meski demikian, terjadi perubahan pola pergerakan wisatawan yang turut memengaruhi sebaran pendapatan.
“Pergerakannya berubah. Banyak wisatawan yang bergerak ke arah kawasan sekitar Balikpapan dan IKN, sementara Tenggarong cenderung didominasi wisatawan lokal,” katanya. Menurutnya, efisiensi anggaran serta pembatasan kegiatan di sejumlah daerah juga memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan sektor pariwisata, khususnya pada okupansi hotel dan aktivitas restoran.
Untuk menjaga dan meningkatkan PAD sektor pariwisata ke depan, Dispar Kukar mendorong pengembangan destinasi wisata yang lebih inovatif dan berkelanjutan, baik yang dikelola oleh pemerintah, masyarakat, maupun pihak swasta. “Kami berharap kondisi keuangan daerah ke depan bisa membaik, sehingga sektor pariwisata dapat kembali tumbuh dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD Kukar,” pungkas Ridha. (Dri)














Comments powered by CComment