Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri sesi roundtable dalam Business Summit yang digelar di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026), dalam rangka kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat.
Mengawali sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya dapat berada di Washington DC untuk berdialog langsung dengan para pelaku usaha dari kedua negara. “Saya sangat senang berada di Washington DC pada momen yang sangat penting dalam hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk diundang ke sini, berada di antara Anda, para pemimpin bisnis dari Amerika Serikat dan Indonesia,” kata Presiden.
Presiden menjelaskan bahwa kunjungannya ke Washington DC tidak semata-mata dalam rangka penguatan kerja sama ekonomi. Kepala Negara menyebut, kehadirannya juga untuk memenuhi undangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. “Seperti yang Anda ketahui, saya diundang oleh Presiden Amerika Serikat untuk, saya rasa, pertemuan Dewan Perdamaian yang sangat penting,” ujar Presiden.
Menurut Presiden Prabowo, pertemuan tersebut merupakan pertemuan resmi pertama Dewan Perdamaian yang dibentuk guna memastikan implementasi dan keberlanjutan gencatan senjata di Gaza. Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus mengambil peran aktif dalam mendorong tercapainya solusi yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.“Kami berupaya untuk terus membuka jalan menuju solusi nyata dan abadi untuk masalah Palestina,” kata dia.
Partisipasi Presiden dalam Roundtable Business Summit tersebut sekaligus mempertegas pendekatan diplomasi Indonesia yang komprehensif. Pendekatan itu memadukan kepentingan ekonomi nasional, penguatan investasi, serta peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.
Forum bisnis tersebut diharapkan dapat membuka babak baru kemitraan Indonesia–Amerika Serikat, tidak hanya sebagai mitra dagang, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama. (BPMI Setpres)














Comments powered by CComment