
Sambutan

As-salāmuʿalaykum wa-raḥmatullāhi wa-barakātuh.
Puji Syukur Allah SWT Tuhan yang Maha Esa,atas Rahmat dan karunia nya,kita dapat menyelesaikan. Penyusunan ”Cirebon Regency Investment Showcase 2026”. Penyusun dan peluncuran Cirebon Invesment Showcase ini merupakan langkah strategis DPMPTSP Kabupaten Cirebon untuk memberikan gambaran komprehensif akurat,dan,transparan mengenai`proses Kabupaten Cirebon kepada para Investor.
Ditengah persaingan Ekonomi Global dan Nasional yang semakin ketat,kita menyadari bahwa Investor adalah penggerak utama pertumbuhan Ekonomi oleh karena itu, penyusunan Cirebon Regency Invesment Showcase 2026 ini menonjolkan sektor sektor unggulan seperti Budaya dan Pariwisata, Pertanian, Perkebunan, Pertenakan, Perikanan, Infrakstuktur dan Sumber Daya lainnya.
Pemerintah daerah melalui DPMPTSP berkomitmen penuh untuk mempermudah Perizinan dan memberikan Pendampingan dalam proses erinvestasi di Kabupaten Cirebon. Harapan kami bahwa dokumen ini dapat dijadikan rujukan para investor dalam mengambil keputusan yang tepat untuk berinvestasi Di Kabupaten Cirebon.
Terakhir,saya mengucapkan terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Tim Penyusun,,Dinas terkait dan seluruh pihak yang telah membantu menyelesaikan Penyusunan Dokumen “Cirebon Regency Investment Showcase 2026”. Mari jadikan Kabupaten Cirebon sebagai tujuan utama Investasi yang ramah,aman,dan menguntungkan, Terimakasih.
Wa-alaikumsalam wa-rahmatullahi wa-barakatuh
VISI DAN MISI
Visi:
"Cirebon Beriman"
(BERSIH INOVATIF MAJU AGAMIS AMAN)
"Cirebon Beriman"
- Kabupaten Cirebon BERSIH, Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, melayani, akuntabel, dan profesional.
- Kabupaten Cirebon INOVATIF, Menciptakan ekosistem inovatif di Pemerintahan dan Masyarakat.
- Kabupaten Cirebon MAJU, Menciptakan Masyarakat modern yang tidak meninggalkan Jati Diri Adat dan Budaya.
- Kabupaten Cirebon AGAMIS, Menguatkan Toleransi antar umat beragama sesuai dengan keyakinan para pemeluknya.
- Kabupaten Cirebon AMAN, Menciptakan Lingkungan yang asri, aman dan nyaman.
GAMBARAN UMUM DAERAH
GAMBARAN UMUM DAERAH
Letak Geografis, Luas dan Batas Wilayah
Kabupaten Cirebon berada di daerah pesisir Laut Jawa. Luas wilayah Kabupaten Cirebon, adalah berupa daratan seluas 107.516.83 hektar wilayah daratan dan wilayah pesisir dengan panjang garis pantai 79,23 kilometer. Kabupaten Cirebon terletak diantara kordinat 6°30’58”–7°00’24” Lintang Selatan dan 108°19’30”-108°50’30” Bujur Timur. Bagian utara merupakan dataran rendah, sedangkan bagian barat daya berupa pegunungan, yakni Lereng Gunung Ciremai. Letak daratannya memanjang dari barat laut ke Tenggara. Letak daratannya memanjang dari Barat Laut ke Tenggara. Dilihat dari permukaan tanah/daratannya dapat dibedakan menjadi dua bagian, pertama daerah dataran rendah umumnya terletak disepanjang Pantai Utara Pulau Jawa, yaitu Kecamatan Gegesik, Kaliwedi, Kapetakan, Arjawinangun, Panguragan, Klangenan, Cirebon Utara, Cirebon Barat, Weru, Astanajapura, Pangenan, Karangsembung, Waled, Ciledug, Losari, Babakan, Gebang, Palimanan, Plumbon, Depok dan Kecamatan Pabedilan. Sedangkan sebagian lagi termasuk pada daerah dataran tinggi.
Batas Wilayah
Berdasarkan posisi geografisnya, Kabupaten Cirebon memiliki batas-batas: Utara – Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon dan Laut Jawa; Selatan – Kabupaten Kuningan; Barat – Kabupaten Majalengka; Timur – Provinsi Jawa Tengah.
Peristiwa merdekanya Cirebon keluar dari kekuasaan Pajajaran, dicatat dalam sejarah tanggal Dwa Dasi Sukla Pakca Cetra Masa Sahasra Patangatus Papat Ikang Sakakala, bertepatan dengan 12 Shafar 887 Hijiriah atau 2 April 1482 Masehi yang sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Cirebon.
Kabupaten Cirebon terdiri dari 40 kecamatan, 12 kelurahan, dan 412 desa, 2.955 Rukun Warga (RW) dan 9.431 Rukun Tetangga (RT). Pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon di Kecamatan Sumber, yang berada di sebelah Selatan Kota Cirebon.
Topografi
Letak daratannya memanjang dari Barat Laut ke Tenggara. Dilihat dari permukaan tanah/daratannya dapat dibedakan menjadi dua bagian. Wilayah Kecamatan yang terletak sepanjang jalur pantura termasuk pada dataran rendah dan Bagian utara merupakan dataran rendah, sedangkan bagian barat daya berupa pegunungan, yakni Lereng Gunung Ciremai. Dilihat dari permukaan tanah/daratannya dapat dibedakan menjadi dua bagian, pertama daerah dataran rendah umumnya terletak di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa, yang memiliki letak ketinggian antara 0–10 m dari permukaan air laut, yaitu Kecamatan Gegesik, Kaliwedi, Kapetakan, Arjawinangun, Panguragan, Klangenan, Cirebon Utara, Cirebon Barat, Weru, Astanajapura, Pangenan, Karangsembung, Waled, Ciledug, Losari, Babakan, Gebang, Palimanan, Plumbon, Depok dan Kecamatan Pabedilan. Sedangkan sebagian lagi termasuk pada daerah dataran tinggi yaitu wilayah kecamatan yang terletak di bagian Selatan yang memiliki letak ketinggian antara 11–130 m dari permukaan laut.
Iklim
Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson, keadaan iklim di Kabupaten Cirebon termasuk tipe C dan D. Karakteristik daerah dengan kategori ini beriklim tropis. Adapun iklim di Kabupaten Cirebon terjadi perubahan dibanding tahun lalu. Suhu udara rata-rata antara 27,57o dan 30,69oC. Rata-rata kelembaban udara naik, yaitu dari 70,93% pada tahun 2023 menjadi 76,96% di tahun 2024. Hal ini menyebabkan naiknya curah hujan, tercatat pada tahun 2024 curah hujan di Kabupaten Cirebon sebesar 2.182,80 mm/tahun, lebih tinggi dari tahun 2023 dengan curah hujan 1.986,70 mm/tahun. Begitu juga dengan jumlah hari hujan tercatat naik pada tahun 2024 sebanyak 279 hari, lebih tinggi dari tahun 2023 tercatat 141 hari. Kecepatan angin rata-rata antara 2,24 knot dan 4,94 knot dengan tekanan udara rata-rata antara 1005,75 mbar dan 1008,96 mbar.
Kesesuaian Lahan
Untuk dapat memanfaatkan lahan di Kabupaten Cirebon, perlu adanya kesesuaian lahan dengan jenis tanah yang ada, yaitu Litasol; Aluvial; Grumosol; Mediteran; Latasol; Potsolik; Regosol; dan Gleihumus.
Hidrografi
Kabupaten Cirebon dilalui oleh 18 aliran sungai yang berhulu di bagian selatan. Sungai – Sungai yang ada di Kabupaten Cirebon yang tergolong besar antara lain Cisanggarung, Ciwaringin, Cimanis, Cipager, Pekik, dan Kalijaga. Pada umumnya, sungai – sungai besar tersebut dipergunakan untuk pengairan pesawahan di samping untuk keperluan mandi, cuci, dan sebagai kakus umum.
Demografi
Cirebon merupakan salah satu kabupaten terpadat di Jawa Barat yang mayoritas dihuni keturunan Jawa Cirebonan menggunakan bahasa Jawa Cirebonan yang mirip dialek jawa Banyumasan/ Tegal. Penduduk Kabupaten Cirebon terus bertambah, meski demikian dari sensus ke sensus, tren rata-rata laju pertumbuhan penduduk dari sensus ke sensus semakin melambat.
Kependudukan
Penduduk Kabupaten Cirebon berdasarkan hasil proyeksi tahun 2024 sebanyak 2.387.961 jiwa yang terdiri atas 1.208.758 laki-laki dan 1.179.203 perempuan, dengan laju pertumbuhan pendudukan per tahun 2020-2024 sebesar 1,35%. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2024 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 103. Kepadatan penduduk di Kabupaten Cirebon tahun 2024 mencapai 2.218 jiwa/km2. Kepadatan Penduduk di 40 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kecamaan Weru dengan kepadatan sebesar 8.050 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Pasaleman sebesar 667 jiwa/km2.
Ketenagakerjaan
Jumlah Angkatan Kerja Kabupaten Cirebon hasil Survei Angkatan Kerja Nasional Tahun 2025 adalah sebanyak 1.278.803 orang. Di antara angkatan kerja tersebut ada yang bekerja sebanyak 1.196.672 (93,57%) dan yang berstatus sebagai pengangguran terbuka ada sebanyak 82.131 (6,42%). Yang bukan angkatan kerja sebanyak 567.276 orang.Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah 69,28%.
Budaya
Kebudayaan yang melekat pada masyarakat Cirebon merupakan perpaduan berbagai budaya yang datang dan membentuk ciri khas tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pertunjukan khas masyarakat Cirebon antara lain Tarling, Tari Topeng Cirebonan, Wayang Kulit Cirebon, Sintren, Kesenian Gambyung dan Sandiwara Cirebonan. Kabupaten ini juga memiliki beberapa kerajinan tangan di antaranya Topeng Cirebon, Lukisan Kaca, Bunga Rotan dan Batik. Salah satu ciri khas batik asal Cirebon yang tidak ditemui di tempat lain adalah motif Mega Mendung, yaitu motif berbentuk seperti awan bergumpal-gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama.
Motif Mega Mendung adalah ciptaan Pangeran Cakrabuana (1452-1479), yang hingga kini masih kerap digunakan. Motif tersebut didapat dari pengaruh keraton-keraton di Cirebon. Karena pada awalnya, seni batik Cirebon hanya dikenal di kalangan keraton. Sekarang di Cirebon, batik motif mega mendung telah banyak digunakan berbagai kalangan. Selain itu terdapat juga motif-motif batik yang disesuaikan dengan ciri khas penduduk pesisir.
Bahasa
Pada umumnya Masyarakat Kabupaten Cirebon menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan Bahasa Cirebon (Jawa Cirebonan) sebagai bahasa sehari-hari dengan bermacam-macam dialeknya di wilayah bagian utara kabupaten dan berbatasan dengan Kota Cirebon. Sedangkan masyarakat Kabupaten Cirebon timur atau bagian selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Majalengka sebagian besar menggunakan Bahasa Sunda Cirebon sebagai bahasa sehari-hari, selain itu karena faktor wilayah orang Sunda Brebes yang berasal dari Kabupaten Brebes yang selalu berbelanja ke wilayah Ciledug, Cirebon Timur. Sedangkan orang-orang yang merantau ke Kabupaten Cirebon dari berbagai daerah di Indonesia menggunakan bahasa daerahnya masing-masing, seperti : Bahasa Madura, Bahasa Minang, Bahasa Betawi dan lain-lain.
Bahasa Sunda Cirebon hampir seluruhnya digunakan oleh masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Beber, Susukan, Lebak, Karangwareng, Lemahabang, Ciledug, Dukupuntang, Pabedilan dan Pabuaran. Sebaliknya Bahasa Sunda dapat ditemukan dalam jumlah yang lebih sedikit penuturnya di beberapa desa/blok di Kecamatan Sumber, Talun, Astanajapura, Gebang, Mundu, Babakan dan Pangenan.
PEREKONOMIAN
PEREKONOMIAN

Menurut data dari BPS Kabupaten Cirebon (pada Kabupaten Cirebon Dalam Angka Tahun 2025), selama lima tahun terakhir (2020 - 2024) struktur perekonomian Cirebon didominasi oleh 6 (enam) kategori lapangan usaha, yaitu: Industri Pengolahan; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Konstruksi; Transportasi dan Pergudangan; serta Jasa Pendidikan. Secara serentak keenam kategori tersebut memiliki peranan sebesar 76,12% terhadap total PDRB Kabupaten Cirebon tahun 2024. Peranan terbesar dalam pembentukan PDRB Cirebon pada tahun 2024 dihasilkan oleh lapangan usaha Industri yaitu mencapai 20,49%. Selanjutnya secara berturut-turut dicapai oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 14,76%; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,06%; Transportasi dan Pergudangan sebesar 11,36%; Konstruksi sebesar 10,49%; serta Jasa Pendidikan sebesar 5,96%. Sementara peranan lapangan usaha-lapangan usaha lainnya masing-masing berada di bawah 5%. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cirebon dari tahun 2020 ke 2024 sempat menunjukkan perlambatan bahkan kontraksi sampai tahun 2020 dan mulai membaik pada tahun 2021. Pada tahun 2019 mencapai 4,68%. Dan pada tahun 2020 mengalami kontraksi yang mencapai -1,08% yang disebabkan oleh kejadian pandemi covid-19. Pada tahun 2021 ekonomi membaik dengan pertumbuhan 2,47% dan membaik lagi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 4,09%. Pada tahun 2023 meningkat dengan pertumbuhan ekonomi 4,85%. Pada tahun 2024 meningkat dengan pertumbuhan ekonomi 5,83%. Pertumbuhan ekonomi terbesar pada tahun 2024 adalah lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 20,23%.
INFRASTRUKTUR DAN FASILITAS
INFRASTRUKTUR DAN FASILITAS
Transportasi

Kabupaten Cirebon merupakan persimpangan antara kedua jalur utama di Pulau Jawa, yakni jalur selatan serta utara Jawa yang menghubungkan kedua kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya. Di transportasi darat, terminal bus utama di kabupaten ini adalah Terminal Sumber di Kecamatan Sumber, tidak jauh dari Kota Cirebon. Meskipun tidak sebesar Terminal Harjamukti, Terminal Sumber juga melayani layanan bus antarkota dan angkutan kota yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan kecamatan lainnya. Kabupaten Cirebon juga mudah diakses melalui Jalan Tol Trans-Jawa di segmen Cikopo–Palimanan dan Palimanan–Kanci yang membentang dari Pelabuhan Merak di Kota Cilegon, Banten sampai dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Transportasi rel, Kabupaten Cirebon mempunyai stasiun kereta api utama yang melayani kereta api antarkota maupun aglomerasi seperti Stasiun Ciledug di lintas selatan, Arjawinangun, Babakan, dan Losari di lintas utara; meskipun stasiun utama di wilayah Rebana adalah Stasiun Cirebon. Semenjak penerbangan komersial berpindah dari Bandar Udara Husein Sastranegara di Kota Bandung, Bandar Udara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, merupakan bandar udara internasional bagi sebagian besar Jawa Barat serta Jawa Tengah bagian barat laut kecuali Bodebek, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Karawang, melayani penerbangan domestik maupun internasional.
Pada Tahun 2025 kondisi jalan Mantap 1054,02 km (84,98%) terdiri dari kondisi jalan baik 920,54 km (72,22%) dan kondisi jalan sedang 133,48 km (10,76%).

Komunikasi

Jumlah Kantor Pos Pembantu ada 26 unit yang tersebar di 26 Kecamatan.
Koperasi & Perbankan

Kabupaten Cirebon memiliki 767 koperasi aktif dengan 25.749 anggota, yang terdiri dari 48 Koperasi Simpan-Pinjam, 58 Koperasi Produksi, 207 Koperasi Konsumen, 13 Koperasi Pemasaran, dan 17 Koperasi Jasa dan Koperasi Merah Putih 24.
Perbankan

Di Kabupaten Cirebon juga terdapat 54 Kantor Cabang Bank dan Kantor Cabang Pembantu (KCP), 1 Bank Persero; 1 Kantor Cabang Bank Pembangunan Daerah, dengan 19 KCP; 2 Kantor Cabang Bank Swasta, dengan 11 KCP; dan 2 Kantor Cabang Bank Umum Syariah, dengan 10 KCP.
FASUM DAN FASOS LAINNYA
FASUM DAN FASOS LAINNYA
Pendidikan
Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu daerah adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas maka melalui jalur pendidikan pemerintah secara konsisten berupaya meningkatkan SDM penduduk melalui berbagai program.
| No | Jenis Sekolah | Negeri | Swasta | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Taman Kanak-Kanak | 20 | 320 | 340 |
| 2 | Raudatul Athfal (RA) | 0 | 336 | 336 |
| 3 | Sekolah Dasar (SD) | 745 | 80 | 825 |
| 4 | Madrasah Ibtidaiyah (MI) | 9 | 177 | 186 |
| 5 | Sekolah Menengah Pertama (SMP) | 80 | 141 | 221 |
| 6 | Madrasah Tsanawiyah (MTs) | 12 | 122 | 134 |
| 7 | Sekolah Menengah Atas (SMA) | 23 | 30 | 53 |
| 8 | Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) | 8 | 101 | 109 |
| 9 | Madrasah Aliyah (MA) | 5 | 68 | 73 |
| 10 | Universitas / Sekolah Tinggi | - | - | 13 |
Kesehatan
Kesehatan merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia penduduk Kabupaten Cirebon karena itu program-program kesehatan telah dimulai atau diprioritaskan pada calon generasi penerus. Dengan adanya upaya tersebut. diharapkan akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang baik yang akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Dan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat antara lain dilakukan dengan penambahan tenaga para medis. Puskesmas merupakan sarana kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Jumlah Rumah Sakit (RS) di Kabupaten Cirebon sebanyak 12-unit, RS Khusus: 2 unit; 125 klinik; Puskesmas: 60 unit dengan 11 Rawat Inap dan 49 Puskesmas Non Rawat Inap; 72 Puskesmas Pembantu (Pustu) dan 388 Apotek. Sedangkan jumlah tenaga kesehatan pada tahun 2025 adalah sebagai berikut: 795 Tenaga Medis (117 Dokter Spesialis; 480 Dokter Umum; 194 Dokter Gigi; dan 4 Dokter Gigi Spesialis); 3.679 Tenaga Keperawatan; 1,727 Tenaga Kebidanan; 1130 Tenaga Kefarmasian; 156 Tenaga Kesehatan Masyarakat; 86 Tenaga Kesehatan Lingkungan; 159 Tenaga Gizi; dan 346 Ahli Teknologi Laboratorium Medik.
Rumah Sakit yang berada di Kabupaten Cirebon adalah: RSUD Arjawinangun, RSUD Waled, RS. Mitra Plumbon, RS Permata, RS Pertamina; RS Universitas Muhammadiyah Cirebon, RS Sumber Waras, RS Sumber Hurip, RS Paru Sidawangi, RS Pasar Minggu, RS Jantung Hasna Medika, RS Muhamaddiyah, RSIA Khalisah, dan RS Sentra Medika.
Agama
Penduduk yang menganut agama Islam sebanyak: 2.478.067 orang (dengan 1.104 masjid dan 6.695 musolah); Protestan: 7.566 orang (dengan 13 gereja); Katolik: 2.793 orang (dengan 7 gereja); Hindu: 69 orang; Konghuchu: 11 (dengan 5 klenteng); dan Kepercayaan lainnya: 26 orang.
Perdagangan
Pada tahun 2025 Pasar pemerintah daerah Kabupaten Cirebon tercatat 9 pasar dengan jumlah pedagang sebanyak 5.684 orang yang terdiri dari 2.127 pedagang laki-laki dan 3.540 pedagang perempuan. Dari total pedagang tersebut sekitar 57,77% aktifitas tempat usahanya buka setiap hari sedangkan sisanya tidak buka setiap hari (42,23%). Jumlah unit usaha sepuluh industri unggulan yang ada di Kabupaten Cirebon pada tahun 2025 ada sebanyak 6.165 unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 123.808 orang. Jumlah Usaha terbanyak yang ada di Kabupaten Cirebon adalah industri mebel/kerajinan rotan dan juga terbanyak dalam menyerap tenaga kerja. Nilai Investasi Mencapai: Rp. 592.429.556.000 dengan Nilai Produksi tercatat Rp. 3.838.313.938.000.
PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon mencatatkan realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp 4.019.772.811.098 (119,99 %) dari target 3,35 T dengan jumlah tenaga kerja 22,126 orang terdfiri dari tenaga kerja PMDN 9.739 dan PMA 12.387 orang. Sektor industri barang dari kulit dan alas kaki mencatatkan diri sebagai penyumbang tertinggi investasi, yaitu Rp. 570.569.460.056. Kabupaten Cirebon memiliki beragam potensi, sehingga perlu dioptimalisasi untuk kemajuan Kabupaten Cirebon. masyarakat diminta untuk terbuka menyambut investasi yang masuk ke Kabupaten Cirebon. Dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo, Pemkab Cirebon juga akan memperkuat sinergi mewujudkan jaminan iklim investasi daerah yang kondusif.

Prosedur Perizinan Investasi
Izin usaha sudah dilakukan secara terpusat. Sejak tahun 2019 lalu, proses menempuh perizinan tersebut sudah menggunakan Online Single Submission (OSS) atau sistem perizinan berusaha yang terintergrasi secara elektronik.
Sarana Pendukung Dan Kebijakan Investasi
Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Cirebon telah diresmikan pada tanggal 13 Juli 2023 oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas ,M.Si. di kantor Kementerian PANRB dan pada tanggal 30 Januari 2023 diresmikan oleh Bupati Cirebon Drs.H.Imron,M.Ag di DPMPTSP Kabupaten Cirebon. Sedangkan pada Tanggal 12 November 2024 MPP Digital Nasional di resmikan oleh Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya,S.H,M,Si.
Jenis-jenis Perijinan
Seperti halnya di berbagai daerah, perizinan menjadi tanggung-jawab Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, dengan mengoperasikan sistem OSS-RBA (Online Single Submission – Risk Base Approach). Sistem OSS (Online Single Submission) adalah system perizinan usaha berbasis risiko yang terintegrasi secara elektronik guna memudahkan pelaku usaha dalam mengurus berbagai izin usaha di Indonesia. Penyelenggaraan perizinan berusaha dilakukan untuk meningkatkan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha. Perizinan berusaha meliputi sektor-sektor : Perikanan, Pertanian, Perindustrian, Perdagangan, Pekerjaan umum dan Perusahaan rakyat, Transportasi, Kesehatan, Pendidikan, Pariwisata, Pos, Telekomunikasi.



POTENSI INVESTASI KABUPATEN CIREBON

Potensi Pertanian
a. Pertanian Tanaman Pangan
Kawasan Tanaman Pangan yang berada di seluruh Kecamatan, seluas + 48.683 ha. Pada tahun 2024 di Kabupaten Cirebon luas tanam padi sebesar 91.395 ha dan luas panen padi sebesar 90.587 ha. Dengan Produksi sebesar 683.880 ton Gabah Kering Panen. Luas panen komoditi palawija seperti Jagung pada tahun 2024 sebesar 4.630 ha dengan produksi sebesar 44.581 ton. Untuk Ubi Jalar luas panen sebesar 124 ha dengan produksi sebesar 2.730 ton. Kedelai luas panen sebesar 56,5 ha dengan produksi sebesar 48,9 ton.
b. Hortikultura
Kawasan Hortikultura seluas + 6.050 ha berada d 26 Kecamatan. Pada tahun 2024, produksi buah buahan terbesar adalah mangga yaitu sebesar 422.801 kuintal, diikuti pisang sebesar 58.485 kuintal. Sementara itu produksi sayur sayuran di Kabupaten Cirebon di dominasi oleh bawang merah, disusul oleh cabai besar yaitu sebesar 320.944 kuintal dan 41.537 kuintal.
| NO | JENIS KOMODITAS | LUAS LAHAN / POPULASI | PRODUKSI |
|---|---|---|---|
| A | Tanaman Pangan / Food Crop | ||
| 1. Padi / Paddy 2. Jagung / Maize 3. Kedelai / Soybean 4. Kacang hijau / Mungbean 5. Kacang tanah / Peanut 6. Ubi Jalar / Sweet Potato 7. Ubi Kayu / Cassava |
90.587 ha 4.630 ha 56,5 ha 1.887 ha 10 ha 124 ha 48,25 ha |
GKP 683.880 ton 44.581 ton 48,9 ton 1.540 ton 13,7 ton 2.730 ton 969 ton |
|
| B | Hortikultura : Sayuran | ||
| 1. Bawang merah / Shallots 2. Bayam / Spinach 3. Cabai besar / Big chilies 4. Cabai keriting / Curly chilies 5. Cabai rawit / Cayenne 6. Jamur Tiram / Oyster mushroom 7. Jamur Merang / Straw mushroom 8. Kacang Panjang / Long beans 9. Kangkung / Kangkong 10. Ketimun / Cucumber 11. Petsai / Chinese cabbage 12. Terung / Eggplant 13. Tomat / Tomato 14. Melon / Melon 15. Semangka / Watermelon |
3.205 ha 11 ha 372 ha 2 ha 13 ha 2.750 m² 141.148 m² 18 ha 31 ha 18 ha 20 ha 7 ha 1 ha 15 ha 17 ha |
320.994 kw/qui 417 kw/qui 41.537 kw/qui 87 kw/qui 944 kw/qui 218 kg 16.502 kg 1.144 kw/qui 2.806 kw/qui 2.702 kw/qui 1.836 kw/qui 1.119 kw/qui 10 kw/qui 2.020 kw/qui 1.730 kw/qui |
|
| Hortikultura : Biofarmaka | |||
| 1. Jeruk Nipis 2. Mahkota Dewa 3. Serai 4. Jahe 5. Kapulaga 6. Kencur 7. Kunyit 8. Lengkuas 9. Mengkudu 10. Temulawak 11. Sambiloto |
535 pohon 60 pohon 61.380 m² 6.800 m² 300 m² 3.700 m² 5.500 m² 5.580 m² 180 pohon 800 m² 200 m² |
14.482 kg 720 kg 396.240 kg 28.000 kg 360 kg 12.920 kg 9.678 kg 14.720 kg 3.785 kg 2.800 kg 735 kg |
|
| Hortikultura : Buah | Satuan: Kuintal | ||
| 1. Alpukat 2. Belimbing 3. Duku 4. Durian 5. Jambu biji 6. Jambu air 7. Jeruk siam 8. Mangga 9. Manggis 10. Nangka 11. Pepaya 12. Pisang 13. Rambutan 14. Salak 15. Sawo 16. Sirsak 17. Sukun 18. Anggur 19. Buah naga 20. Lemon 21. Lengkeng 22. Melinjo 23. Petai |
384 963 743 6.738 9.179 16.944 87 422.801 6 5.543 10.313 54.485 2.624 248 4.421 938 1.713 34 13 155 591 5.919.233 9.668 |
||
| C | Perkebunan / Plantation | ||
| 1. Kelapa (tahunan) 2. Tebu (semusim) |
770,83 ha 4.571,55 ha |
239,68 ton 21.305,68 ton |
|
| D | Peternakan / Animal Husbandry | ||
| Sapi Perah, Sapi Potong, Kerbau, Kuda, Kambing, Domba, Kelinci | 100 ekor 4.200 ekor 1.749 ekor 127 ekor 21.745 ekor 308.482 ekor 2.559 ekor |
Daging & susu | |
| Unggas / Poultry | |||
| Ayam buras Ayam petelur Ayam pedaging Itik/Entog |
1.387.653 ekor 69.907 ekor 4.067.744 ekor 215.475 ekor |
Daging & telur |

🐄 Peternakan
Kawasan Peternakan seluas + 82 ha, berada di Kecamatan Ciledug,Karangwareng, Pasaleman, dan Waled. Tiga Kawasan (Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan ditetapkan sebagai Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau KP2B, dengan luas + 44.093 ha di 39 Kecamatan.

🌱 Perkebunan
Kawasan Perkebunan Rakyat seluas + 2.543 ha berada di Kecamatan Astanajapura, Beber, Ciledug, Ciwaringin, Depok, Dukupuntang, Gempol, Karangwareng, Lemahabang, Pabedilan, Pangenan, Pasaleman, Sedong, Susukan, Susukan Lebak, Talun, dan Waled.

🌿 Kehutanan
Kawasan Hutan Produksi Tetap, seluas 1.872 ha, berada di Kecamatan Dukupuntang, Karangwareng, Pasaleman, Sedang, dan Waled, Sedangkan Kawasan Hutan Produksi dan Terbatas seluas 3.332 ha berada di Kecamatan Ciwaringin, Dukupuntang, Gempol, dan Pasaleman.

🐟 Perikanan
Kawasan Perikanan Budidaya seluas + 2.546 ha berada di Kecamatan Gebang, Gunung Jati, Kapetakan, Losari, dan Suranenggala.
Produksi Perikanan Budidaya pada tahun 2025 berjumlah: 46.785,98 ton terdiri dari: Budidaya Laut (13.809,20 ton); Budidaya air payau (27.330,02 ton) dan Budidaya air tawar (5.711,76) didukung SDM sebanyak 10.145 pembudidaya ikan.
Produksi Garam di Kabupaten Cirebon cukup baik dengan lahan aktif seluas 1.308 Ha didukung jumlah produksi tahun 2025 sebesar 3.985 ton dan jumlah petambak garam sebesar 1.1.069 orang. Seluruh area Kawasan Penggaraman in berjumlah + 2.974 ha dan berada di Kecamatan Atanajapura, Gebang, Gunung Jati, Kapetakan, Mundu, Pangenan, dan Suranenggala.

⚙️ Industri, Perdagangan & Energi
Jumlah unit usaha industri unggulan yang ada di Kabupaten Cirebon pada tahun 2025 ada sebanyak 6.353 unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 128.444 orang. Jumlah Usaha terbanyak yang ada di Kabupaten Cirebon adalah industri meubel/ kerajinan rotan dan juga terbanyak dalam menyerap tenaga kerja. Nilai Investasi mencapai: Rp. 607.955.870 dengan Nilai Produksi tercatat Rp. 3.959.590.735.
Pelayanan Kelistrikan tercatat: 12.432.736.020 KW Daya Terpasang; 2.086.194.732 KWh Produksi dan 1.916.028.160 KWh listrik yang terjual kepada 748.697 pelanggan.
Jumlah pelanggan air bersih dari PDAM di Kabupaten Cirebon sebanyak 42.026 pelanggan dengan desa yang sudah terlayani sebanyak 157 desa, dengan distribusi sejumlah 7.584.834 m3.
Kawasan Pertambangan dan Energi terdiri atas Kawasan Peruntukan Pertambangan Batuan (seluas + 438 ha yang berada di Kecamatan Astanajapura, Beber, Dukupuntang, Gempol, Greged, Palimanan. Dan Susukan Lebak; dan Kawasan Pembangkitan Tenaga Listrik (seluas + 334ha) berada di Kecamatan Astanajapuran, Mundu, dan Pangenan. Kawasan Peruntukan Industri seluas + 4.988 ha, berada di 22 Kecamatan.

🏝️ Pariwisata
Kawasan Pariwisata dengan luas kurang lebih 277 H berada di :
- Bukit Golf Ciperna yang berada di Kecamatan Beber dan Talun
- Kawasan Agro Wisata Sedong berada di Kecamatan Sedong
- Kawasan Batik Trusmi berada di Kecamatan Plered dan Weru
- Pantai Baro berada di Kecamatan Gebang
- Setu Patok berada di Kecamatan Mundu
- Lokasi Pariwisata

🛍️ Wisata Belanja
Batik Trusmi
Di Desa Trusmi dan Panembahan, dapat dijumpai banyak home industry yang menjual batik khas Cirebon. Sentra batik ini akan lebih ramai pada akhir pekan oleh pembeli yang datang dari luar kota dan luar negeri. Motif batik yang terkenal dari kawasan ini adalah motif Mega Mendung.
Pasar Kue Setu
Pasar Kue Setu terletak di Kecamatan Plered. Kue-kue yang penjualannya tersebar hingga ke hampir seluruh Indonesia dan kebanyakan berupa camilan ini diproduksi oleh industri rumahan di Desa Setu dan sekitarnya. Camilan khas Cirebon yang sangat cocok dijadikan oleh-oleh ini mayoritas bernama unik, di antaranya kerupuk kulit kerbau/rambak, kerupuk melarat, kerupuk geol, kerupuk upil, kerupuk gendar, kerupuk jengkol, jagung marning, rengginang mini, emping, kelitik, kue atom, maypilow, kembang andul, ladu, simpil, gapit, otokowok, opak, welus, sagon, dan masih banyak lagi. Di sekitar Plered, banyak pula ditemui penjual sandal karet, yang penjualannya sudah menyebar ke seluruh Nusantara.

🕌 Wisata Religi
Makam Sunan Gunung Jati; Situs Batu Tulis Huludayeuh; Petilasan Cimandung (Situs Keramat Cimandung di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, merupakan tempat petilasan Raden Walangsungsang. Selain sebagai situs sejarah, tempat ini juga menjadi tujuan wisata religi yang populer di wilayah tersebut. Area persawahan di situs ini menjadi obat untuk menggugurkan kepenatan. Wisatawan bisa berduduk santai sembari menikmati suasana keramat dan menenangkan; Situs Pasanggrahan Balong Biru; Balong Keramat Tuk; Makam Keramat Megu; Situs Lawang Gede; Makam Nyi Mas Gandasari; Makam Syekh Magelung Sakti; Makam Talun; Makam Buyut Trusmi’ Makam P. Jakatawa dan Syekh Bentong; dan Makam Nyi Mas Pakungwati Warujaya.
🌄 Wisata Alam

Lapangan Golf Ciperna

Kawasan ini berada di tepi jalan raya Cirebon-Kuningan dengan kontur tanah berbukit berjarak 5 km ke selatan dari Kota Cirebon, berada pada ketinggian 200 m di atas permukaan laut. Daya tarik utama kawasan ini adalah keindahan pemandangan kota Cirebon dengan latar belakang laut lepas ke arah utara, sedangkan ke arah Selatan Gunung Ciremai di suasana yang menarik. Berdasarkan Perda nomor 25 tahun 1996, kawasan wisata Ciperna ditetapkan seluas 300 Ha yang diperuntukkan bagi 5 (lima) ruang kawasan pengembangan antara lain:
- Kawasan wisata Agro Griya. Pembangunan Agro Griya dalam bentuk rumah kebun yang dapat disewakan dengan fasilitas Hotel Bintang.
- Kawasan wisata Agro Tirta. Pembangunan Agro Tirta dalam bentuk pembuatan danau buatan yang dilengkapi rekreasi air.
- Kawasan Agro Wisata I
- Kawasan Agro Wisata II. Agro wisata I dan II diarahkan dalam bentuk pembangunan kawasan perkebunan mangga gedong gincu, srikaya, atau tanaman jenis lainya. Di samping itu membangun track olahraga yang dapat menyesuaikan dengan kontur tanah sekitarnya.
- Kawasan Landmark.
Belawa
Kawasan Agrowisata Sedong
Banyu Panas Palimanan
Batu Lawang
Hutan Wisata Plangon
Setu Patok
Cikalahang dan Situ Pejaten
Wana Wisata Ciwaringin
Cikabon Ciledug Kulon
Bukit Maneungteung (Ajimut)
Taman Raden Benadi
Mangrove Pengarengan
Mangrove Kasih Sayang
LAMPIRAN VII: PERATURAN DAERAH
KABUPATEN CIREBON NOMOR 6
TAHUN 2024
KABUPATEN CIREBON NOMOR 6
TAHUN 2024
🏝️ SEKTOR PARIWISATA
Pertumbuhan Sektor Pariwisata dapat dilihat dari perkembangan wisatawan yang berkunjung, perkembangan hotel/penginapan dan perkembangan fasilitas akomodasi lainnya. Jumlah hotel di Kabupaten Cirebon pada tahun 2023 tercatat sebanyak 39 unit, terdiri dari 8 hotel bintang dan 31 hotel non bintang dengan jumlah kamar hotel bintang sebanyak 1.138 kamar dan hotel non bintang sebanyak 989 kamar. Jumlah Restoran/Rumah makan pada tahun 2024 tercatat: 350 unit. Di Sektor Pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung ke Kabupaten Cirebon pada tahun 2024 sebanyak 1.097.029 orang, terdiridari 5.454 wisatawan mancanegara dan 1.091.575 wisatawandomestik. Dengan jumlah wisatawan mancanegara terbanyak berkunjung dibulan Maret dengan jumlah 617 orang, sedangkan wisatawan domestik terbanyak dibulan April dengan jumlah 141.072 orang.
🏝️ Kawasan Wisata Gebang
Lokasi wilayah ini terletak di desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon dengan luas 216.800 m², kawasan ini direncanakan berdekatan dengan muara sungai di bagian barat. Zona wisata direncanakan yaitu: Zona Pantai (Luas ±50.000 m²); Zona Budaya dan Retail Pameran (Luas ±1.600 m²); Zona Wahana Permainan (Luas ±29.000 m²); Zona Kuliner (Luas ± 4.000 m²); Zona Olahraga (Luas ±24.000 m²);
Zona Hutan Kota (Luas ±30.000 m²); Zona Hotel (Luas ±39.200 m²); Zona Pengembangan (Luas ±32.000 m²). Lahannya berada di tepi pantai dengan didukung oleh berbagai sektor unggulan dengan landskap tepi pantai sudah terpola. Kawasan ini pembangunannya sudah terintegrasi dengan lingkungan alam, budaya dan manusia, serta menjamin perubahan yang terjadi akibat Pembangunan Pariwisata dapat diterima oleh lingkungan. Terpadunya perencanaan dan pengembangan Kawasan Wisata Gebang yang disusun pemerintah dan otoritas yang berwenang dengan seluruh stakeholder Pariwisata Kabupaten Cirebon. Dengan konsep ini Pariwisata menjadi alat untuk berkelanjutannya sumberdaya dan kesejahteraan masyarakat.
Infrastruktur yang mendukung, yaitu :
- Bandara Kertajati Majalengka
- Adanya Pelabuhan Laut di Cirebon
- Jalan tol Cipali - Cikapa
- Sedang dibangunnya jalan tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan
- Sarana perhotelan yang memadai
- PLTU.
🕌 Makam Sunan Gunung Jati
♨️ Banyu Panas
🐢 Kura-Kura Belawa
🪨 Batu Lawang
⛰️ Bukit Ajimut
🌊 Setu Patok
🐒 Plangon
🌊 Setu Sedong
🧵 Batik Trusmi
🌄 Bukit Gronggong
🎡 Wisata Buatan Siwalk
🕌 Makam Kramat Talun (Mbah Kuwu Sangkan)
🕌 Makam Nyi Mas Gandasari
🕌 Makam Syeh Magelung Sakti
🕌 Makam Ki Buyut Trusmi
-
SEKTOR KULINER
Kawasan Gronggong Beber
Kawasan Gronggong terletak di sepanjang jalan Cirebon-Kuningan berada di Desa Patapan Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon memiliki Kawasan berbukit sehingga cocok dikembangkan wisata alam, akomodasi dan kuliner dengan memiliki view Cirebon dari ketinggian .
Kawasan Jalan Tuparev Kedawung
Kawasan Gronggong terletak di sepanjang jalan Tuparev berada di Desa Sutawinangun Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon memiliki Kawasan industri perdagangan berbatasan dengan Kota Cirebon sehingga cocok dikembangkan wisata urban/perkotaan, akomodasi dan kuliner dengan memiliki view Cirebon dari ketinggian.
🍛 Nasi Jamblang

Sejarah nasi jamblang dimulai pada tahun 1847 ketika Pemerintah Kolonial Belanda membangunan sebuah pabrik gula diwilayah Gempol Palimanan, pabrik gula Plumbon dan pabrik Spirtus di Palimanan. Dengan dibangunnya pabrik tersebut pasti akan membutuhkan tenaga kerja dari luar daerah dan sekitarnya. Hingga pada akhirnya ada seorang warga yang berasal dari Jamblang yang bernama Ki Antara atau H. Abdulatif dan istrinya Ny. Pulung atau Ny. Tan Diaw lun melihat banyak buruh lepas pabrik yang mencari penjual nasi, maka Ki Antara memberanikan diri memberikan sedekah beberapa bungkus nasi menggunakan daun jati, mengapa membungkus nasinya dengan daun jati karena tekstur daun jati tidak mudah sobek dan nasi tidak cepat basi.
🍲 Empal Gentong
🟨 Tahu Gejrot
🍜 Mie Kocok
🍲 Bubur Sop Ayam
🍃 Docang
🍚 Nasi Lengko
-
🧵 SEKTOR KERAJINAN
🎨 Lukisan Kaca

Sejak abad ke-17 Masehi, lukisan kaca telah dikenal di Cirebon, bersamaan dengan berkembangnya agama islam di Pulau Jawa. Pada zamannya Pemerintahan Penambahan Ratu di Cirebon, lukisan kaca sangat terkenal sebagai media dakwah islam, yang berupa lukisan kaca kaligrafi dan berupa lukisan kaca wayang. Namun seiring perkembangannya, motifnya kian beragam seperti motif mega mendung dan wadasan yang kita kenal sebagai motif batik Cirebon.
🎭 Kedok Topeng
🏺 Gerabah
-
🐄 SEKTOR PETERNAKAN
![]()
Kawasan/Sektor Potensial yang dapat dikembangkan yaitu :
- Kawasan Peternakan Kambing/ Domba adalah kecamatan; 1. Mundu; 2. Karangsembung; dan 3. Pabuaran.
- Kawasan Peternakan Sapi adalah kecamatan; 1. Babakan; 2. Tengah Tani; 3. Talun; 4. Waled; dan 5. Pabuaran.
- Kawasan Peternakan Ayam adalah kecamatan; 1. Ciledug; 2. Pabuaran; dan 3. Waled.
- Kawasan Peternakan Itik/Bebek adalah kecamatan; 1. Kapetakan; 2. Panguragan; 3. Suranenggala; dan 4. Gunungjati.
Kesimpulan:
- Adanya ketersediaan hijauan makan ternak mayoritas untuk pakan hijau ternak adalah limbah padi atau disebut dengan jerami
- Prioritas Pengembangan Investasi dibagi menjadi 3 (tiga) kawasan prioritas pengembangan :
- Kawasan Prioritas 1: Kawasan ini memiliki lahan dengan hijauan yang luas, sebagai pakan alami, memiliki potensi untuk dikembangkan, sesuai arahanRT/RW, memilikijumlahtenaga kerja yang cukup dan infrastrukstur yang memadai meliputi Kecamatan Ciwaringin, Gempol, Gegesik, Kaliwedi, Susukan, Arjawinangun, Panguragan, Kapetakan, Gunungjati, Suranenggala, Dukupuntang, Suranenggala, Sumber, Depok, Beber, Talun, Waled, Pabuaran, Pasaleman, Pabedilan, dan Losari.
- Kawasan Prioritas 2: Kawasan ini memiliki lahan dengan hijauan yang cukup, sebagai pakan alami, kurang memiliki potensi untuk dikembangkan karena sudah ada kegiatan yang lebih dominan, karena RT/RW dibolehkan hanya sudah tidak menjadi prioritas pengembangan wilayah. Meliputi Kecamatan: Palimanan, Klangenan, Jamblang, Plumbon, Weru, Plered, Tengah Tani dan Kedawung.
- Kawasan Prioritas 3: Kawasan ini memiliki lahan dengan hijauan yang kurang sebagai pakan alami, kurang memiliki potensi untuk dkembangkan, tidak sesuai arahan RT/RW, peruntukan untuk pengembangan bidang yang lain. Meliputi Kecamatan: Astanajapura, Pangenan, Lemah Abang, Susukan Lebak, Sedong, dan Ciledug.
- Sapi Potong Lahan Potensial terdapat di Kecamatan Gunungjati (± 30 Ha), Gegesik (± 40 Ha), Waled (± 10 Ha), dan Susukan (± 20 Ha).
- Domba dan Kambing Lahan potensial pengembangan terdapat di Kecamatan Mundu, Gunungjati, Gegesik, Sumber, Jamblang, Talun, Losari, Pabedilan dengan luas lahan ± 100 Ha.
- Ayam Ras Lahan potensial pengembangan terdapat di Kecamatan Karangwareng, Talun, Beber dan Gegesik dengan luas lahan ± 32 Ha.
- Itik Lahan potensial terdapat di Kecamatan Kapetakan, Gebang, Losari, Gunungjati, Panguragan dengan luas lahan ± 17 Ha.
-
🐟 SEKTOR PERIKANAN

Produksi Perikanan Budidaya pada tahun 2024 berjumlah: 43.772,56 ton terdiri dari: Budi daya Laut (17.426,96 ton); Tambak (24.138,70 ton); dan Kolam (7.048,29 ton). Luas lahan tambak garam mencapai 1.283,20 Ha dengan produksi 91.459,00 ton dan 1.017 orang Petambak garam.
- Budidaya Laut
- Budidaya Ikan Laut di Kabupaten Cirebon sangat potensial dengan panjang pantai 54 km, wilayah pantai yang dikembangkan meliputi Kecamatan Kapetakan, Gunungjati, Mundu, Astanajapura, Pangenan, Babakan, dan Losari.
- Pengembangan tambak udang, tambak bandeng dan rumput laut tersebar di Kecamatan Kapetakan, Gebang, Losari, Astanajapura, Pangenan, Cirebon Utara dan Mundu.
Peluang investasi
- Budidaya kerang hijau
- Budidaya rumput laut
-
-
- Peluang : industri pengolahan ikan dan industri cold storage yang didukung tersedianya potensi lahan 7.500 Ha.
- Pemasaran : lokal dan ekspor.
- Pola investasi : kemitraan.
-

- Budidaya Air Payau
- Budidaya air payau/tambak di Kabupaten Cirebon memiliki potensi sebesar 7.500 Ha, meliputi Kecamatan Kapetakan, Gunungjati, Mundu, Astanajapura, Pangenan, Babakan, dan Losari.
- Budidaya air payau di tambak Kabupaten Cirebon pengembangan tersebar di seluruh Cirebon.
Peluang Investasi :
- Peluang: Bibit ikan air tawar didukung tersedianya potensi lahan yang cukup dan sumber air yang memadai
- Pemasaran: lokal.
- Pola investasi: kemitraan.
-
🌾 SEKTOR PERTANIAN
![]()
- Gedong Gincu Lokasi andalan yang dikembangkan berada di Kecamatan Babakan, Ciledug, Pabedilan, Losari, Waled, dan Karangsembung, dengan luas lahan ±7.735 Ha, serta di Kecamatan Sedong ±10.000 Ha.
- Bawang Merah Lokasi andalan berada di kecamatan Losari, Babakan, Waled, Ciledug Astanajapura dan Karangsembung, dengan luas lahan potensial ± 2.547 Ha.
- Cabe Merah Lokasi andalan berada di Kecamatan Babakan, Waled, Ciledug, dan Astanajapura, dengan luas lahan potensial ± 703 Ha.
- Jamur Wilayah potensial dikembangkan di Kecamatan Sumber, Dukupuntang, Palimanan, Susukan, Gegesik, Suranenggala, Sedong, Kapetakan, Klangenan, Jamblang, Panguragan dan Arjawinangun, serta jamur merang di Kecamatan Susukan ± 9,4 Ha.
- Jambu Biji Lokasi andalan yang dikembangkan berada di Kecamatan Panguragan, Ciwaringin, Gegesik, Klangenan, Dukupuntang, Mundu dan Gunungjati dengan luas lahan ± 592 Ha.
- Jagung Lokasi andalan yang bisa dikembangkan berada di Kecamatan Babakan, Ciledug, Pabedilan, Losari, Waled, dan Karangsembung dengan luas lahan ± 2.463 Ha, jagung pipilan kering di Kecamatan Pasaleman, Gempol, dan Susukan ± 11 Ha.
-
⚙️ SEKTOR INDUSTRI
Kawasan peruntukan industri di Kabupaten Cirebon tersebar hampir di seluruh kecamatan. Namun potensi utama pengembangan kawasan peruntukan industri berada pada koridor-koridor yang dilalui oleh ruas jalan arteri primer (jalan nasional pantura). Kawasan peruntukan industri, pola ruangnya diklasifikasi menurut kegiatan industri besar, menengah, dan kecil yang meliputi:
![]()
Kawasan Peruntukan Industri Besar Meliputi:
- Kecamatan Mundu berupa industri manufaktur;
- Kecamatan Astanajapura meliputi: industri manufaktur; dan industri hasil tambang.
- Kecamatan Pangenan meliputi: industri manufaktur; dan industri hasil tambang.
- Kecamatan Babakan berupa industri gula.
- Kecamatan Lemahabang berupa industri gula.
- Kecamatan Gempol meliputi: industri semen; dan industri hasil tambang.
- Kecamatan Gebang meliputi: industri manufaktur; dan industri penunjang wisata bahari.
- Kecamatan Losari meliputi: industri manufaktur; industri penunjang pertanian; dan industri penunjang perikanan.
![]()
Industri Menengah Meliputi :
- Kecamatan Ciwaringin berupa industri penunjang pariwisata;
- Kecamatan Palimanan berupa industri manufaktur;
- Kecamatan Plumbon berupa industri rotan;
- Kecamatan Weru berupa industri rotan;
- Kecamatan Plered berupa industri rotan;
- Kecamatan Tengah Tani industri makanan;
- Kecamatan Kedawung industri makanan;
- Kecamatan Depok berupa industri rotan; dan
- Kecamatan Mundu berupa industri soun.
![]()
Industri Kecil Dan Mikro Meliputi :
- Kecamatan Plered meliputi : industri batik; industri sandal; dan industri mebeuler.
- Kecamatan Kapetakan berupa industri perikanan budidaya;
- Kecamatan Arjawinangun meliputi : industri pertanian tanaman pangan; dan industri konveksi;
- Kecamatan Weru berupa industri makanan olahan.
- Kecamatan Depok meliputi : industri mebeuler; dan industri batu alam.
- Kecamatan Losari meliputi : industri perikanan budidaya; dan industri bata merah.
- Kecamatan Karangsembung berupa industri bata merah dan genteng;
- Kecamatan Dukupuntang berupa industri batu alam;
- Kecamatan Gebang berupa industri perikanan tangkap;
- Kecamatan Pangenan berupa industri garam;
- Kecamatan Astanajapura berupa industri garam;
- Kecamatan Mundu berupa industri garam;
- Kecamatan Plumbon berupa industri sandal;
- Kecamatan Ciwaringin berupa industri genteng merah;
- Kecamatan Beber berupa industri anyaman bambu; dan
- Kecamatan Jamblang berupa industri gerabah.
POTENSI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN CIREBON
| NO | SEKTOR | BIDANG USAHA / PROYEK INVESTASI | KECAMATAN | KETERANGAN |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kawasan Wisata Gebang |
Pengembangan Kawasan Wisata:
|
Desa Gebang Mekar Kecamatan Gebang |
Infrastruktur yang memadai seperti:
|
| 2 | Bidang Peternakan dan Perikanan |
|
Mundu, Karang Sembung, Babakan, Gebang, Pangenan | Wilayah pesisir dengan potensi sumber daya laut yang melimpah dan mendukung pengembangan usaha. |
| 3 | Zona Industri |
|
Astanajapura, Mundu | Lokasi strategis pada jalur utama serta dekat dengan pelabuhan dan akses distribusi. |
| 4 | Sektor Pertanian |
|
Cirebon Timur | Lahan pertanian yang luas dan subur dengan potensi pengembangan ekspor. |
| 5 | Sektor Perikanan |
|
Wilayah pesisir Kabupaten Cirebon | Memiliki garis pantai yang panjang dan sangat potensial untuk budidaya. |
| 6 | Sektor Industri |
|
Weru, Plumbon | Produk unggulan daerah dengan nilai ekonomi tinggi dan potensi ekspor. |
| 7 | Sektor Pariwisata |
|
Kabupaten Cirebon | Destinasi wisata unggulan dengan daya tarik nasional. |
| 8 | Sektor Kuliner |
|
Kabupaten Cirebon | Kuliner khas daerah yang terkenal dan memiliki potensi bisnis besar. |
| 9 | Sektor Kerajinan |
|
Trusmi dan sekitarnya | Pengembangan UMKM dan potensi pasar ekspor. |


















