Upaya peningkatan layanan air bersih di Kota Balikpapan terus diikuti dengan kesiapan teknis dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).
Sejumlah proyek penyediaan air baku yang direncanakan pemerintah daerah diproyeksikan memberi dampak langsung terhadap stabilitas distribusi air, khususnya di wilayah Balikpapan Timur dan sebagian Balikpapan Selatan.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin menjelaskan Embung Aji Raden menjadi salah satu infrastruktur kunci yang sangat dinantikan untuk memperkuat pasokan air baku.
Proyek tersebut telah masuk dalam rencana bisnis PTMB dan ditargetkan mulai memberi manfaat dalam beberapa tahun ke depan.
“Embung Aji Raden sudah masuk dalam rencana bisnis PTMB. Harapannya proses pembebasan lahan bisa dilakukan pada 2026 hingga 2027, sehingga pembangunan fisik dapat segera dimulai,” kata Yudhi.
Ia menyebutkan, kebutuhan pembebasan lahan untuk Embung Aji Raden diperkirakan mencapai sekitar Rp80 miliar. Sementara untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), akan ditangani oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.
Dari sisi kesiapan operasional, PTMB disebut telah memiliki infrastruktur awal yang mendukung. Saat ini, IPA Teritip Tahap I dengan kapasitas 200 liter per detik sudah beroperasi dan melayani lebih dari 16 ribu sambungan rumah.
“Secara fasilitas, IPA sudah tersedia. Tinggal penambahan satu unit lagi agar kapasitas layanan bisa meningkat,” jelasnya.
Pembangunan IPA Teritip Tahap II direncanakan memiliki kapasitas tambahan 200 liter per detik. Dengan tambahan tersebut, suplai air di Balikpapan Timur diproyeksikan semakin stabil dan mampu menjangkau sekitar 11.118 sambungan rumah baru.
Namun demikian, Yudhi mengakui masih terdapat tantangan teknis yang memengaruhi optimalisasi layanan, salah satunya tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) yang masih berada di angka 26,93 persen.
“Dari lebih 16 ribu sambungan rumah, layanan optimal saat ini sekitar 14 ribu sambungan. Perbaikan jaringan terus dilakukan untuk menekan kehilangan air,” ujarnya.
Selain Embung Aji Raden, PTMB juga bersiap mendukung pemanfaatan Bendungan Sepaku Semoi melalui skema Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Proyek ini diproyeksikan membantu menutup defisit air baku Balikpapan yang mencapai sekitar 1.000 liter per detik.
Menurut Yudhi, skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) memungkinkan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan jangka waktu operasional panjang, sekaligus tetap memperhatikan aspek keterjangkauan tarif air bagi masyarakat.
“Skema KPBU memberi ruang bagi pembangunan sistem yang lengkap, mulai dari intake, transmisi, reservoir, hingga sambungan rumah. Prinsip keterjangkauan tarif tetap menjadi perhatian,” jelasnya.
Dengan tambahan pasokan air baku dari berbagai proyek tersebut, PTMB menargetkan peningkatan keandalan distribusi air bersih secara bertahap.
Fokus utama diarahkan pada wilayah yang selama ini masih mengalami tekanan air rendah dan distribusi belum stabil.
“Jika suplai air baku bertambah, layanan akan jauh lebih aman dan merata. Dampaknya langsung dirasakan pelanggan,” pungkas Yudhi. (*)


Comments powered by CComment