Pemerintah Kabupaten Sintang memfokuskan arah pembangunan tahun 2027 pada peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur dengan target Indeks Infrastruktur mencapai 56,26 persen. Perencanaan tersebut disusun lebih terarah dan berbasis prioritas menyusul pengurangan dana transfer ke daerah.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, mengatakan kondisi fiskal yang lebih terbatas menuntut perencanaan yang kolektif, efektif, dan tepat sasaran. Infrastruktur yang menunjang konektivitas antardesa, pelayanan dasar, serta penguatan pusat pertumbuhan ekonomi lokal menjadi fokus utama.
“Terkait adanya pengurangan dana transfer keuangan ke daerah, membuat kita dalam menyusun perencanaan 2027 harus semakin terarah, kolektif, efektif dan prioritas,” ujar Ronny, Kamis (19/2).
Menurutnya, arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan akses layanan masyarakat. Konektivitas wilayah dinilai menjadi kunci untuk mendorong pemerataan pembangunan.
Sebagai gambaran, sepanjang 2025 pemerintah daerah telah merealisasikan pembangunan jalan sepanjang 6,6 kilometer, jalan permukiman 55,81 kilometer, serta 113 unit jembatan. Selain itu, 1.342 sambungan rumah untuk air bersih dan 400 unit sarana sanitasi telah dibangun.
Di sektor fasilitas publik, pemerintah juga membangun dan merehabilitasi 41 unit gedung, 236 unit sarana pendidikan, serta 124 unit sarana kesehatan. “Capaian tersebut tentu memberikan dampak positif, namun kita juga menyadari masih banyak kebutuhan di lapangan yang memerlukan penanganan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ronny menegaskan, perencanaan 2027 menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pembangunan, bukan sekadar mengejar kuantitas. Dengan strategi yang lebih terukur, pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur mampu meningkatkan pelayanan dasar sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah. (nda)














Comments powered by CComment